- Script: scripts/generate-marp-slides.py - Output: slides/marp/slide-bab-01.md ... slide-bab-18.md - 14-15 slides per bab, struktur: Cover, Reader Outcome, Pemantik, Model Utama (Mermaid), Definisi Kunci, Konsep Inti (2 slides), Salah Kaprah, Studi Kasus, Template A.N, Rangkuman, Final Statement, Latihan + Menuju Bab - Theme: Gaia invert, warna: gold headers, teal h2, sky blue h3
196 lines
6.9 KiB
Markdown
196 lines
6.9 KiB
Markdown
---
|
||
marp: true
|
||
theme: gaia
|
||
class: invert
|
||
paginate: true
|
||
header: "BAB 13 — Implementasi Sistem Informasi"
|
||
footer: "Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | Universitas Putra Bangsa — Kebumen"
|
||
style: |
|
||
section {
|
||
font-family: 'Segoe UI', Helvetica, sans-serif;
|
||
font-size: 21px;
|
||
}
|
||
h1 { color: #ffd166; }
|
||
h2 {
|
||
color: #06d6a0;
|
||
border-bottom: 2px solid #06d6a060;
|
||
padding-bottom: 4px;
|
||
}
|
||
h3 { color: #8ecae6; }
|
||
blockquote {
|
||
border-left: 4px solid #ffd166;
|
||
background: #ffffff15;
|
||
padding: 0.5em 1em;
|
||
font-style: italic;
|
||
}
|
||
table { font-size: 18px; width: 100%; }
|
||
th { background: #06d6a040; }
|
||
code { background: #ffffff20; }
|
||
.lead h1 { font-size: 2em; color: #ffd166; }
|
||
.lead h2 { font-size: 1.3em; border: none; color: #e0e0e0; }
|
||
.bagian { font-size: 0.8em; color: #8ecae6; letter-spacing: 1px; }
|
||
.lead p { font-size: 0.9em; color: #c0c0c0; }
|
||
---
|
||
<!-- _class: lead invert -->
|
||
|
||
# BAB 13
|
||
## Implementasi Sistem Informasi
|
||
|
||
<p class="bagian">VI — Implementasi, Evaluasi & Risiko</p>
|
||
|
||
**Level:** Lanjutan–Mahir
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Reader Outcome
|
||
|
||
> Pembaca mampu menganalisis faktor kritis keberhasilan dan kegagalan implementasi SI, serta merancang strategi manajemen perubahan yang relevan
|
||
|
||
| Info | Detail |
|
||
|------|--------|
|
||
| **Bagian** | VI — Implementasi, Evaluasi & Risiko |
|
||
| **Level** | Lanjutan–Mahir |
|
||
| **Sub-topik** | 7 konsep inti |
|
||
|
||
|
||
---
|
||
<!-- _class: invert -->
|
||
|
||
## Pertanyaan Pemantik
|
||
|
||
Bab 12 membantu Anda mengevaluasi dan memilih solusi SI — *custom*, COTS, SaaS, atau kombinasi *hybrid* — menggunakan Matriks Keputusan Solusi SI (Template A.12). Keputusan sudah dibuat. Tetapi inilah titik di mana sebagian besar proyek SI gagal.
|
||
|
||
---
|
||
|
||
_Mengapa implementasi SI lebih sering gagal karena faktor manusia daripada faktor teknologi — dan bagaimana manajer merancang strategi manajemen perubahan yang memastikan SI benar-benar diadopsi?_
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Model Utama — Gambar 13.1
|
||
|
||
```mermaid
|
||
graph LR
|
||
PLAN["Perencanaan<br>Scope, timeline,<br>resource, risk"] --> READY["Kesiapan<br>Organisasi<br>Infra, SDM, data"]
|
||
READY --> UAT["Pengujian<br>UAT"]
|
||
UAT --> GO["Go-Live &<br>Hypercare"]
|
||
GO --> STAB["Stabilisasi<br>& BAU"]
|
||
CM["Manajemen<br>Perubahan"] ---|komunikasi| READY
|
||
CM ---|pelatihan| UAT
|
||
CM ---|resistensi| GO
|
||
CM ---|champion| STAB
|
||
STAB -.->|continuous improvement| PLAN
|
||
style PLAN fill:#5c1a1a,stroke:#333,color:#fff
|
||
style READY fill:#5c1a1a,stroke:#333,color:#fff
|
||
style UAT fill:#5c1a1a,stroke:#333,color:#fff
|
||
style GO fill:#5c1a1a,stroke:#333,color:#fff
|
||
style STAB fill:#5c1a1a,stroke:#333,color:#fff
|
||
style CM fill:#f5f5f5,stroke:#5c1a1a,color:#333
|
||
```
|
||
|
||
**Signature Model — Bab 13**
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Definisi Kunci
|
||
|
||
**Manajemen Perubahan**
|
||
Pendekatan terstruktur untuk membantu individu, tim, dan organisasi bertransisi dari kondisi saat ini ke kondisi yang diinginkan. Dalam konteks SI, ma
|
||
|
||
> __
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Konsep Inti — Bagian 1
|
||
|
||
- **1.** Mengapa 70% Proyek SI Gagal: Pola yang Berulang
|
||
- **2.** *People–Process–Technology*: Urutan yang Sengaja
|
||
- **3.** Manajemen Perubahan: ADKAR sebagai Kerangka Kerja Praktis
|
||
- **4.** Strategi *Deployment*: *Phased*, *Big Bang*, *Pilot*
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Konsep Inti — Bagian 2
|
||
|
||
- **5.** *User Adoption*: Lebih dari Sekadar *Training*
|
||
- **6.** *Change Champion* dan Peran Manajer Menengah
|
||
- **7.** *Hypercare* dan Stabilisasi Pasca *Go-Live*
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## ⚠️ Salah Kaprah
|
||
|
||
> ⚠️ _"Proyek SI gagal karena teknologinya, bukan karena manusianya"_
|
||
|
||
↳ Alokasikan minimal 20–30% anggaran implementasi untuk *change management* — komunikasi, pelatihan, *champion network*, dan *hypercare*.
|
||
|
||
> ⚠️ _"Pelatihan singkat sudah cukup untuk user adoption"_
|
||
|
||
↳ Rancang pelatihan bertahap: (1) *Awareness session* — mengapa perubahan ini penting; (2) *Hands-on training* — praktik dengan data nyata, kelompok kecil; (3) *O
|
||
|
||
> ⚠️ _"Manajer tidak perlu terlibat detail di implementasi — itu urusan IT"_
|
||
|
||
↳ Manajer wajib *visible* di setiap tahap: hadir di *kick-off* dan *town hall*, menguji sistem secara langsung, menggunakan SI di rapat (bukan masih minta laporan
|
||
|
||
> ⚠️ _"Kalau sistemnya bagus, orang pasti mau pakai"_
|
||
|
||
↳ Libatkan pengguna sejak fase desain konseptual — bukan hanya saat UAT.
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## 🔧 Template A.13
|
||
### Template A.13
|
||
|
||
```
|
||
```
|
||
TEMPLATE A.13 — CHANGE READINESS ASSESSMENT
|
||
Tanggal : ________________________________________
|
||
Proyek SI : ________________________________________
|
||
Asesor : ________________________________________
|
||
═══════════════════════════════════════════════════════════════
|
||
A. PEOPLE READINESS
|
||
| Aspek | Skor (1–5) | Evidence | Action Needed |
|
||
|---------------------------------|-----------|-------------------|-------------------|
|
||
| Sponsor eksekutif aktif | ___ | _________________ | _________________ |
|
||
| Manajer menengah mendukung | ___ | _________________ | _________________ |
|
||
| Pengguna aware & willing | ___ | _________________ | _________________ |
|
||
| Training plan tersedia | ___ | _________________ | _________________ |
|
||
| Change champion teridentifikasi | ___ | _________________ | _________________ |
|
||
B. PROCESS READINESS
|
||
| Aspek | Skor (1–5) | Evidence | Action Needed |
|
||
|---------------------------------|-----------|-------------------|-------------------|
|
||
| Proses TO-BE sudah divalidasi | ___ | _________________ | _________________ |
|
||
```
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Rangkuman
|
||
|
||
1. Hanya 31% proyek SI berhasil (Standish Group, 2023) — dan 85% kegagalan berakar pada faktor manusia, bukan teknologi: resistensi pengguna, *scope creep*, sponso
|
||
2. *Framework People–Process–Technology* harus diikuti urutannya.
|
||
3. Manajemen perubahan bukan *afterthought* — ia aktivitas paralel yang berjalan dari perencanaan hingga stabilisasi.
|
||
4. Strategi *deployment* — *phased*, *big bang*, atau *pilot* — harus dipilih berdasarkan konteks organisasi, bukan preferensi.
|
||
5. *User adoption* adalah *ultimate metric* keberhasilan implementasi, bukan "sistem sudah *live*." *Change champion* dengan rasio 1:25 meningkatkan *adoption* dar
|
||
|
||
|
||
---
|
||
<!-- _class: lead invert -->
|
||
|
||
## 🔥 Final Statement
|
||
|
||
> "Implementasi sistem informasi bukan tentang menyalakan server, tetapi tentang meyakinkan manusia untuk berpikir dan bekerja dengan cara yang berbeda."
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Latihan & Refleksi
|
||
|
||
### 📝 Latihan 13.1 — *Change Readiness Assessment* (Template A.13)
|
||
|
||
untuk mengevaluasi kesiapan implementasi SI di sebuah organisasi atau unit kerja yang Anda kenal.
|
||
|
||
### ➡️ Menuju Bab 14
|
||
|
||
_SI sudah dipilih, diimplementasikan, dan berjalan. Pertanyaan berikutnya dari *C-suite* pasti muncul: "Apakah investasi ini *worth it*?" Klaim bahwa SI meningkatkan efisiensi perlu dibuktikan — bukan _
|
||
|
||
|
||
|
||
---
|