- Script: scripts/generate-marp-slides.py - Output: slides/marp/slide-bab-01.md ... slide-bab-18.md - 14-15 slides per bab, struktur: Cover, Reader Outcome, Pemantik, Model Utama (Mermaid), Definisi Kunci, Konsep Inti (2 slides), Salah Kaprah, Studi Kasus, Template A.N, Rangkuman, Final Statement, Latihan + Menuju Bab - Theme: Gaia invert, warna: gold headers, teal h2, sky blue h3
6.2 KiB
| marp | theme | class | paginate | header | footer | style |
|---|---|---|---|---|---|---|
| true | gaia | invert | true | BAB 11 — Perancangan Konseptual Sistem Informasi | Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | Universitas Putra Bangsa — Kebumen | section { font-family: 'Segoe UI', Helvetica, sans-serif; font-size: 21px; } h1 { color: #ffd166; } h2 { color: #06d6a0; border-bottom: 2px solid #06d6a060; padding-bottom: 4px; } h3 { color: #8ecae6; } blockquote { border-left: 4px solid #ffd166; background: #ffffff15; padding: 0.5em 1em; font-style: italic; } table { font-size: 18px; width: 100%; } th { background: #06d6a040; } code { background: #ffffff20; } .lead h1 { font-size: 2em; color: #ffd166; } .lead h2 { font-size: 1.3em; border: none; color: #e0e0e0; } .bagian { font-size: 0.8em; color: #8ecae6; letter-spacing: 1px; } .lead p { font-size: 0.9em; color: #c0c0c0; } |
BAB 11
Perancangan Konseptual Sistem Informasi
V — Perancangan Solusi SI
Level: Lanjutan
Reader Outcome
Pembaca mampu merancang arsitektur konseptual SI menggunakan model IPO dan menerjemahkan kebutuhan manajerial ke dalam spesifikasi sistem yang dapat dikomunikasikan kepada tim teknis
| Info | Detail |
|---|---|
| Bagian | V — Perancangan Solusi SI |
| Level | Lanjutan |
| Sub-topik | 6 konsep inti |
Pertanyaan Pemantik
Bab 10 membekali Anda dengan kemampuan memodelkan proses bisnis — dari pemetaan AS-IS yang apa adanya hingga perancangan TO-BE yang mengeliminasi bottleneck dan redundansi. Template A.10 (Worksheet Diagram AS-IS) menghasilkan dokumentasi proses lengkap dengan analisis value-adding dan non-value-adding. Proses TO-BE sudah tergambar.
Bagaimana manajer merancang arsitektur konseptual SI yang menghubungkan kebutuhan bisnis dengan kapabilitas teknis — tanpa harus menjadi programmer?
Model Utama — Gambar 11.1
graph TD
subgraph INPUT["INPUT"]
style INPUT fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff
I1["Data Transaksi"]
I2["Data Eksternal"]
I3["Data Pengguna"]
end
subgraph PROCESS["PROCESS"]
style PROCESS fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff
P1["Validasi"]
P2["Transformasi"]
P3["Analitik"]
P4["Aturan Bisnis"]
end
subgraph OUTPUT["OUTPUT"]
style OUTPUT fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff
O1["Laporan"]
O2["Dashboard"]
O3["Alert"]
O4["Rekomendasi"]
end
subgraph STORAGE["STORAGE"]
style STORAGE fill:#f5f5f5,stroke:#1a4a5c,color:#333
ST1["Database Operasional"]
ST2["Data Warehouse"]
end
INPUT --> PROCESS
PROCESS --> OUTPUT
PROCESS <--> STORAGE
OUTPUT -.->|feedback loop| INPUT
Signature Model — Bab 11
Definisi Kunci
Conceptual Design Tahap perancangan SI yang berfokus pada "apa" yang harus dilakukan sistem — fungsionalitas, alur data, dan output yang diharapkan — bukan "bagaimana
__
Konsep Inti — Bagian 1
- 1. Perancangan Konseptual vs Teknis: Batas yang Harus Dipahami Manajer
- 2. Model IPO dan Komponennya
- 3. Spesifikasi Output: Apa yang Dibutuhkan Pengguna Akhir
Konsep Inti — Bagian 2
- 4. Spesifikasi Input: Sumber, Format, Frekuensi Data
- 5. Aturan Bisnis sebagai Logika Proses
- 6. Komunikasi Desain Konseptual kepada Tim Teknis
⚠️ Salah Kaprah
⚠️ "Desain sistem itu urusan programmer, manajer tidak perlu terlibat"
↳ Manajer harus minimal menyusun design brief satu halaman sebelum development dimulai — mendefinisikan output, input, aturan bisnis, dan pengguna.
⚠️ "Kalau sistemnya canggih secara teknis, pasti memenuhi kebutuhan bisnis"
↳ Selalu mulai dari kebutuhan bisnis (Bab 5), bukan dari teknologi.
⚠️ "Cukup beri tahu vendor apa masalahnya, mereka tahu cara merancang sistemnya"
↳ Sediakan design brief SEBELUM bicara dengan vendor.
🔧 Template A.11
Template A.11
TEMPLATE A.11 — DESIGN BRIEF SI (1 HALAMAN) Tanggal : ________________________________________ Penyusun : ________________________________________ Organisasi/Unit : ________________________________________ ═══════════════════════════════════════════════════════════════
- LATAR BELAKANG (2–3 kalimat)
Masalah yang mendorong kebutuhan SI ini:
- TUJUAN SI (1 kalimat, action verb) "SI ini dirancang untuk ___________________________________ sehingga ________________________________________________"
- PENGGUNA
Pengguna Level Frekuensi Penggunaan ______________ _____________ ____________________ ______________ _____________ ____________________
---
## Rangkuman
1. Perancangan konseptual adalah domain manajer — bukan programmer.
2. Model IPO (*Input-Process-Output*) adalah kerangka paling universal untuk perancangan konseptual.
3. *Design brief* satu halaman adalah format paling efektif untuk menghubungkan perspektif manajer dan tim teknis.
4. Aturan bisnis adalah "kecerdasan" SI — empat jenis (validasi, derivasi, *constraint*, *trigger*) yang membedakan SI dari sekadar *database* dan formulir.
5. Proyek SI di mana manajer mendominasi desain konseptual memiliki *user satisfaction* 72% vs 38% pada proyek yang didominasi *developer* (Gartner, 2023).
---
<!-- _class: lead invert -->
## 🔥 Final Statement
> "Sistem informasi yang baik tidak dimulai dari kode program, melainkan dari pemahaman mendalam tentang keputusan apa yang harus didukung oleh setiap byte data yang dikumpulkan."
---
## Latihan & Refleksi
### 📝 Latihan 11.1 — *Design Brief* SI (Template A.11)
### ➡️ Menuju Bab 12
_Desain konseptual sudah tersusun — *input*, proses, *output*, dan aturan bisnis sudah terdefinisi dalam *design brief*. Pertanyaan selanjutnya bersifat strategis: apakah membangun SI sendiri (*custom _
---