sim-manajement-book/worksheets/worksheet-A17.md
hb_alim 9652061f1c feat: complete manuscript — 18 chapters, 18 worksheets, back matter, audit, and PDF build scripts
- foundation/: MASTER-ANCHOR, BOOK-SPEC, BLUEPRINT, WRITING-TEMPLATE, REFERENCE-BANK
- chapters/: 18 bab (bab-01 s.d. bab-18) + 18 outlines
- worksheets/: 18 worksheet pendamping (A01-A18)
- backmatter/: references, glosarium, indeks, kata-pengantar, tentang-penulis
- scripts/: build-book.ps1, build-worksheets.ps1 (Pandoc + XeLaTeX)
- templates/: book-template.tex (B5, Times New Roman, margin sesuai BOOK-SPEC)
- AUDIT-REPORT.md: Phase 6 consistency audit — all gates passed
- PRINT-GUIDE.md: instruksi lengkap cetak PDF

RTI-20252 methodology Phase 1-6 complete. Publication-ready.
2026-04-06 05:05:17 +07:00

8.7 KiB
Raw Blame History

WORKSHEET A.17 — AI Use Case Canvas

Bab 17 — Kecerdasan Buatan dalam Pengambilan Keputusan Manajerial Dokumen ini bersifat standalone — dapat dikerjakan tanpa membuka buku teks.


Ringkasan Materi

Pipeline Konsep Bab 17

Keputusan Manajerial → Evaluasi: Cocok AI atau Manusia?
  → Tipe: Otomasi Penuh / Augmentasi / Manusia Saja
  → Asesmen: Data × Dampak × Volume × Kompleksitas × Etika
  → Pilot (Quick Win) → Scale yang berhasil
  → Governance AI: GIGO, Bias, Halusinasi, Akuntabilitas

Tabel Komparasi: Keputusan Cocok AI vs Manusia

Skenario Cocok AI? Alasan
Deteksi fraud (jutaan transaksi/hari) Otomasi Volume tinggi, pola terukur
Screening 10.000 CV Augmentasi AI filter 90%, manusia final interview
Prediksi demand produk Otomasi/Augmentasi Data historis berlimpah
Menentukan strategi M&A Manusia Judgment, negosiasi, politik organisasi
Personalisasi marketing Otomasi Data perilaku tersedia, at scale
Penilaian kinerja karyawan ⚠️ Augmentasi hati-hati Risiko bias tinggi
Negosiasi dengan serikat pekerja Manusia Emosi, trust, konteks relasional

Definisi Kunci

  1. Artificial Intelligence (AI) — sistem komputasi yang mampu mengenali pola, membuat prediksi, dan mendukung atau mengotomasi pengambilan keputusan. Manajer perlu memahami apa yang AI bisa dan tidak bisa lakukan.
  2. Human-in-the-Loop (HITL) — model di mana AI memberikan rekomendasi tetapi keputusan akhir tetap di tangan manusia. Paling aman untuk keputusan berdampak pada manusia.
  3. Bias Algoritmik — kecenderungan sistematis dalam output AI yang menghasilkan hasil tidak adil, biasanya karena data training yang bias.
  4. Generative AI (GenAI) — subset AI yang menghasilkan konten baru (teks, gambar, kode). Bisa "berhalusinasi" — menghasilkan informasi yang meyakinkan tetapi salah.

Prinsip Utama

  1. Kualitas data = kualitas AI (GIGO). 87% proyek AI gagal di fase data preparation.
  2. Spektrum keputusan: otomasi penuh (volume tinggi) → augmentasi (semi-terstruktur) → manusia saja (tidak terstruktur).
  3. Limitasi AI: GIGO, bias algoritmik, halusinasi GenAI, interpretability rendah.
  4. Adopsi pragmatis: mulai dari quick wins, pilot dengan KPI terukur, scale yang berhasil.

Template A.17 — AI Use Case Canvas

TEMPLATE A.17 — AI USE CASE CANVAS

Tanggal          : ________________________________________
Organisasi       : ________________________________________
Evaluator        : ________________________________________

═══════════════════════════════════════════════════════════════

KANDIDAT USE CASE (evaluasi 3 use case)

USE CASE 1: ________________________________________________
  Deskripsi singkat: ________________________________________

  | Kriteria                         | Skor (15) | Evidensi            |
  |----------------------------------|-----------|---------------------|
  | Data tersedia & berkualitas       | ___       | ___________________ |
  | Dampak bisnis (revenue/cost/risk) | ___       | ___________________ |
  | Volume keputusan                  | ___       | ___________________ |
  | Kompleksitas pola                 | ___       | ___________________ |
  | Ethical risk (1=tinggi, 5=rendah) | ___       | ___________________ |
  | TOTAL                             | ___/25    |                     |

  Tipe : [ ] Otomasi penuh  [ ] Augmentasi  [ ] Tidak layak AI
  Quick win? [ ] Ya  [ ] Tidak

USE CASE 2: ________________________________________________
  Deskripsi singkat: ________________________________________

  | Kriteria                         | Skor (15) | Evidensi            |
  |----------------------------------|-----------|---------------------|
  | Data tersedia & berkualitas       | ___       | ___________________ |
  | Dampak bisnis (revenue/cost/risk) | ___       | ___________________ |
  | Volume keputusan                  | ___       | ___________________ |
  | Kompleksitas pola                 | ___       | ___________________ |
  | Ethical risk (1=tinggi, 5=rendah) | ___       | ___________________ |
  | TOTAL                             | ___/25    |                     |

  Tipe : [ ] Otomasi penuh  [ ] Augmentasi  [ ] Tidak layak AI
  Quick win? [ ] Ya  [ ] Tidak

USE CASE 3: ________________________________________________
  Deskripsi singkat: ________________________________________

  | Kriteria                         | Skor (15) | Evidensi            |
  |----------------------------------|-----------|---------------------|
  | Data tersedia & berkualitas       | ___       | ___________________ |
  | Dampak bisnis (revenue/cost/risk) | ___       | ___________________ |
  | Volume keputusan                  | ___       | ___________________ |
  | Kompleksitas pola                 | ___       | ___________________ |
  | Ethical risk (1=tinggi, 5=rendah) | ___       | ___________________ |
  | TOTAL                             | ___/25    |                     |

  Tipe : [ ] Otomasi penuh  [ ] Augmentasi  [ ] Tidak layak AI
  Quick win? [ ] Ya  [ ] Tidak

═══════════════════════════════════════════════════════════════

PRIORITAS REKOMENDASI:
  1. __________________________________ (skor: ___/25)
  2. __________________________________ (skor: ___/25)
  3. __________________________________ (skor: ___/25)

NEXT STEP:
  [ ] Pilot use case #1 — target: ____________________________
  [ ] Kumpulkan data dulu — gap: _____________________________
  [ ] Defer — alasan: ________________________________________

Latihan

Latihan 1 — Evaluasi Kesesuaian AI

Identifikasi 5 keputusan di organisasi Anda dan evaluasi apakah cocok untuk AI.

Keputusan Volume/Hari Data Tersedia? Pola Terukur? Tipe AI Alasan
Klasifikasi email keluhan pelanggan ke departemen yang tepat 200+ email/hari Ya — arsip email 2 tahun Ya — pola kata kunci dan kategori Otomasi penuh (NLP classification) Volume tinggi, pola jelas, risiko rendah jika salah (bisa di-redirect)
________________________ ________ ________ ________ ____________ ________________________
________________________ ________ ________ ________ ____________ ________________________
________________________ ________ ________ ________ ____________ ________________________
________________________ ________ ________ ________ ____________ ________________________

Latihan 2 — Identifikasi Risiko AI

Untuk satu use case AI, identifikasi risiko spesifik.

Risiko AI Probabilitas Dampak Mitigasi
Bias — model terlatih dari data historis yang bias gender (70% karyawan laki-laki) Tinggi — data historis memang tidak seimbang Tinggi — diskriminasi dalam hiring Audit fairness metrics, tambahkan constraint equality, HITL untuk keputusan final
GIGO (data buruk) ____________ ____________ ________________________
Halusinasi (jika GenAI) ____________ ____________ ________________________
Interpretability rendah ____________ ____________ ________________________

Latihan 3 — Quick Win AI

Identifikasi 1 quick win AI yang bisa di-pilot dalam 30 hari.

Aspek Detail
Use case ________________________________________
Data yang digunakan ________________________________________
Tool/platform ________________________________________
KPI sukses ________________________________________
Timeline pilot ________________________________________
Siapa yang terlibat ________________________________________
Budget estimasi ________________________________________

Refleksi

  1. Jika 87% proyek AI gagal di fase data preparation — apa implikasinya bagi organisasi yang ingin "mulai pakai AI" tanpa menata datanya terlebih dahulu?

  2. Untuk keputusan yang memengaruhi karier seseorang (promosi, PHK), apakah AI boleh menjadi decision maker — atau harus selalu Human-in-the-Loop?


Self-Check

[ ] Saya bisa mengevaluasi apakah suatu keputusan cocok untuk AI (otomasi, augmentasi, atau manusia saja)
[ ] Saya bisa mengidentifikasi risiko AI (GIGO, bias, halusinasi) dan merencanakan mitigasinya
[ ] Template A.17 sudah terisi lengkap dengan minimal 3 use case yang dievaluasi dan diprioritaskan