- Script: scripts/generate-marp-slides.py - Output: slides/marp/slide-bab-01.md ... slide-bab-18.md - 14-15 slides per bab, struktur: Cover, Reader Outcome, Pemantik, Model Utama (Mermaid), Definisi Kunci, Konsep Inti (2 slides), Salah Kaprah, Studi Kasus, Template A.N, Rangkuman, Final Statement, Latihan + Menuju Bab - Theme: Gaia invert, warna: gold headers, teal h2, sky blue h3
221 lines
7.2 KiB
Markdown
221 lines
7.2 KiB
Markdown
---
|
||
marp: true
|
||
theme: gaia
|
||
class: invert
|
||
paginate: true
|
||
header: "BAB 7 — Sistem Perusahaan dan Integrasi Lintas Fungsi"
|
||
footer: "Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | Universitas Putra Bangsa — Kebumen"
|
||
style: |
|
||
section {
|
||
font-family: 'Segoe UI', Helvetica, sans-serif;
|
||
font-size: 21px;
|
||
}
|
||
h1 { color: #ffd166; }
|
||
h2 {
|
||
color: #06d6a0;
|
||
border-bottom: 2px solid #06d6a060;
|
||
padding-bottom: 4px;
|
||
}
|
||
h3 { color: #8ecae6; }
|
||
blockquote {
|
||
border-left: 4px solid #ffd166;
|
||
background: #ffffff15;
|
||
padding: 0.5em 1em;
|
||
font-style: italic;
|
||
}
|
||
table { font-size: 18px; width: 100%; }
|
||
th { background: #06d6a040; }
|
||
code { background: #ffffff20; }
|
||
.lead h1 { font-size: 2em; color: #ffd166; }
|
||
.lead h2 { font-size: 1.3em; border: none; color: #e0e0e0; }
|
||
.bagian { font-size: 0.8em; color: #8ecae6; letter-spacing: 1px; }
|
||
.lead p { font-size: 0.9em; color: #c0c0c0; }
|
||
---
|
||
<!-- _class: lead invert -->
|
||
|
||
# BAB 7
|
||
## Sistem Perusahaan dan Integrasi Lintas Fungsi
|
||
|
||
<p class="bagian">III — SI dalam Proses Bisnis</p>
|
||
|
||
**Level:** Menengah
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Reader Outcome
|
||
|
||
> Pembaca mampu menjelaskan arsitektur sistem perusahaan (ERP/CRM/SCM) dan mengevaluasi faktor keberhasilan serta kegagalan integrasinya
|
||
|
||
| Info | Detail |
|
||
|------|--------|
|
||
| **Bagian** | III — SI dalam Proses Bisnis |
|
||
| **Level** | Menengah |
|
||
| **Sub-topik** | 6 konsep inti |
|
||
|
||
|
||
---
|
||
<!-- _class: invert -->
|
||
|
||
## Pertanyaan Pemantik
|
||
|
||
Pada Bab 6, Anda memetakan SI fungsional organisasi menggunakan Template A.6. Dari pemetaan itu, Anda menemukan berapa dari enam koneksi integrasi antar-fungsi yang benar-benar aktif — dan berapa yang masih terputus, menghasilkan keputusan berbasis informasi parsial.
|
||
|
||
---
|
||
|
||
_Bagaimana arsitektur *enterprise system* mengintegrasikan data lintas fungsi, dan mengapa implementasinya jauh lebih sulit dari yang dijanjikan vendor?_
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Model Utama — Gambar 7.1
|
||
|
||
```mermaid
|
||
graph TD
|
||
ERP[" ERP<br/>(Inti Proses Bisnis)"]
|
||
CRM[" CRM<br/>(Relasi Pelanggan)"]
|
||
SCM[" SCM<br/>(Rantai Pasokan)"]
|
||
DW["️ Data Warehouse"]
|
||
BI["BI & Analytics"]
|
||
DEC["Pengambilan Keputusan<br/>Manajer"]
|
||
|
||
ERP -->|"data terpusat"| DW
|
||
CRM -->|"data pelanggan"| DW
|
||
SCM -->|"data supply"| DW
|
||
DW --> BI
|
||
BI --> DEC
|
||
DEC -->|"feedback strategi"| ERP
|
||
ERP <-->|"integrasi proses"| CRM
|
||
ERP <-->|"integrasi logistik"| SCM
|
||
CRM <-->|"demand signal"| SCM
|
||
|
||
style ERP fill:#1a5c4a,color:#ffffff
|
||
style CRM fill:#1a5c4a,color:#ffffff
|
||
style SCM fill:#1a5c4a,color:#ffffff
|
||
style DW fill:#1a5c4a,color:#ffffff
|
||
style BI fill:#1a5c4a,color:#ffffff
|
||
style DEC fill:#1a5c4a,color:#ffffff
|
||
```
|
||
|
||
**Model Integrasi Enterprise System: tiga platform utama (ERP, CRM, SCM) mengalirkan data ke warehouse terpusat untuk analitik dan pengambilan keputusan manajerial.**
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Definisi Kunci
|
||
|
||
**Sistem Perusahaan**
|
||
Platform terintegrasi — biasanya berupa ERP, CRM, dan/atau SCM — yang menyatukan data dan proses lintas fungsi bisnis dalam satu infrastruktur (Monk &
|
||
|
||
> __
|
||
|
||
**ERP**
|
||
Sistem terintegrasi yang mengelola proses bisnis inti — keuangan, produksi, *procurement*, SDM — dalam satu *database* terpusat, menghilangkan duplika
|
||
|
||
> __
|
||
|
||
**Integrasi Data**
|
||
Proses menggabungkan data dari berbagai sumber dan sistem menjadi satu pandangan yang konsisten, akurat, dan dapat diakses oleh seluruh pemangku kepen
|
||
|
||
> __
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Konsep Inti — Bagian 1
|
||
|
||
- **1.** ERP: Arsitektur, Modul, dan Filosofi Integrasi
|
||
- **2.** CRM: Mengelola Relasi Pelanggan Berbasis Data
|
||
- **3.** SCM: Optimasi Rantai Pasokan Digital
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Konsep Inti — Bagian 2
|
||
|
||
- **4.** Integrasi vs Silorisasi: Biaya Tersembunyi Silo Informasi
|
||
- **5.** Tantangan Implementasi Enterprise System
|
||
- **6.** Tren: ERP Berbasis Cloud dan AI-Enhanced Enterprise
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## ⚠️ Salah Kaprah
|
||
|
||
> ⚠️ _"ERP = solusi semua masalah, tinggal *install*"_
|
||
|
||
↳ Sebelum membahas ERP, tanyakan: "Apakah proses bisnis kami sudah siap diintegrasikan, atau masih perlu dibenahi terlebih dahulu?" Jika jawabannya "belum," maka
|
||
|
||
> ⚠️ _"Makin mahal sistem ERP, makin sukses implementasinya"_
|
||
|
||
↳ *Budget* terbesar ERP seharusnya bukan untuk lisensi *software*, melainkan untuk manusia — pelatihan, *change management*, dan *data cleansing*.
|
||
|
||
> ⚠️ _"CRM hanya untuk tim penjualan"_
|
||
|
||
↳ CRM harus dilihat sebagai platform *single customer view* yang melayani seluruh organisasi.
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Studi Kasus
|
||
|
||
📊 **Dasar:** BPJS Kesehatan — Integrasi Sistem untuk 266 Juta Peserta
|
||
|
||
**Sumber:** Laudon & Laudon (2022); Kemenkop (2023) Ketika BPJS Kesehatan diluncurkan pada 2014, infrastruktur SI-nya belum terintegrasi. Ribuan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan rumah sakit menggunakan sistem informasi yang berbeda-beda
|
||
|
||
📊 **Lanjutan:** Hershey vs P&G — Kontras Implementasi ERP
|
||
|
||
**Sumber:** Hendricks et al. (2007); Monk & Wagner (2022); Panorama Consulting (2023) Hershey memutuskan mengimplementasikan SAP ERP, CRM (Siebel), dan SCM (Manugistics) secara simultan — *big bang approach*. Timeline dipaksa 30 bulan, padahal implem
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## 🔧 Template A.7
|
||
### Checklist Kesiapan Enterprise System
|
||
|
||
```
|
||
```
|
||
======================================
|
||
Template A.7 — CHECKLIST KESIAPAN ENTERPRISE SYSTEM
|
||
======================================
|
||
Nama Organisasi : ________________________________________
|
||
Sistem yang Dievaluasi: [ ] ERP [ ] CRM [ ] SCM [ ] Lainnya: ______
|
||
Tanggal Evaluasi : ________________________________________
|
||
═══════════════════════════════════════════════════════════════
|
||
DIMENSI 1: KESIAPAN PROSES BISNIS
|
||
Proses sudah terdokumentasi? : [ ] Ya [ ] Sebagian [ ] Tidak
|
||
Gap proses utama yang teridentifikasi : ________________________________________
|
||
Proses siap distandarkan? : [ ] Ya [ ] Perlu penyesuaian besar
|
||
DIMENSI 2: KESIAPAN DATA
|
||
Kualitas data saat ini (1–5) : ____
|
||
Data master sudah terstandar? : [ ] Ya [ ] Sebagian [ ] Tidak
|
||
Rencana data cleansing : ________________________________________
|
||
DIMENSI 3: KESIAPAN SDM & MANAJEMEN
|
||
Sponsor C-level teridentifikasi? : [ ] Ya [ ] Tidak
|
||
```
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Rangkuman
|
||
|
||
1. *Enterprise system* (ERP, CRM, SCM) adalah jawaban arsitektural atas masalah silo informasi yang dibahas di Bab 6.
|
||
2. ERP bukan *software* yang di-*install* — ia adalah transformasi cara seluruh organisasi bekerja dengan data.
|
||
3. CRM modern melampaui fungsi penjualan.
|
||
4. SCM digital menjadi kritikal di era disrupsi.
|
||
5. Angka 55–75% implementasi ERP yang melebihi *budget* dan jadwal menunjukkan bahwa faktor kegagalan utama bukan teknologi, melainkan *change management* (67%), *
|
||
|
||
|
||
---
|
||
<!-- _class: lead invert -->
|
||
|
||
## 🔥 Final Statement
|
||
|
||
> "Enterprise system bukan tentang menyatukan teknologi, tetapi tentang menyatukan cara berpikir seluruh organisasi terhadap data."
|
||
|
||
|
||
---
|
||
## Latihan & Refleksi
|
||
|
||
### 📝 Latihan 7.1 — Evaluasi Kesiapan Enterprise System (Template A.7)
|
||
|
||
untuk mengevaluasi kesiapan satu organisasi nyata terhadap implementasi ERP, CRM, atau SCM.
|
||
|
||
### ➡️ Menuju Bab 8
|
||
|
||
_*Enterprise system* menghasilkan satu hal yang sebelumnya tidak mudah dicapai: data terpusat yang mencerminkan seluruh operasional bisnis dalam satu basis data. Tetapi data terpusat yang melimpah tida_
|
||
|
||
|
||
|
||
---
|