- slide/: 16 Marp slide files with inline UPB CSS theme (slide-01 through slide-16, covering all RTI-20252 topics) - slide/theme/: upb.css canonical theme + logo-upb.png - docs/AI-BOOK-PROMPT-TEMPLATE.md: RTI-20252 book authoring prompt
39 KiB
| marp | paginate | header | footer |
|---|---|---|---|
| true | true | RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen | Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026 |
Bab 1 — Research Mindset in IT
Etika Penelitian, Validitas, dan Paradigma
Pertemuan 1 (M1) | Sub-CPMK 1.1 | CPMK01 | CPL03
Fase: Thinking (M1–M4) · Bagian I: Foundation
Universitas Putra Bangsa | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
Agenda Pertemuan 1
- Pertanyaan Pemantik — Engineer vs Peneliti
- Research Trust Model — rantai kepercayaan ilmiah
- Etika: penjaga validitas, bukan sekadar moral
- Tiga jenis validitas
- Paradigma penelitian: Positivisme, Interpretivisme, Pragmatisme
- Cognitive Traps — jebakan berpikir umum
- Studi Kasus
- Output Praktis Pertemuan 1
Capaian Pembelajaran
Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
- Membedakan pola pikir engineer dan peneliti
- Menjelaskan Research Trust Model dan risiko distorsi di setiap tahap
- Mengidentifikasi 3 jenis validitas: internal, external, construct
- Menjelaskan peran etika dalam menjaga integritas ilmiah
- Menentukan paradigma penelitian yang sesuai untuk studi kasus TI
Sub-CPMK 1.1 → Menunjukkan pemahaman paradigma riset dalam TI (CPL03)
Pertanyaan Pemantik
Seorang developer menyelesaikan sistem deteksi plagiarisme berbasis NLP. Demo berjalan lancar. Sistem melaporkan: akurasi 87%.
Apakah 87% itu benar?
Pertanyaan reviewer:
- 87% terhadap data training atau dunia nyata?
- Konsisten pada 1.000 dokumen dari domain berbeda?
- Ada bias dalam proses pengumpulan data?
- Apa baseline-nya?
Inilah batas antara Engineer dan Peneliti.
Research Trust Model
Rantai kepercayaan dari Realitas ke Pengetahuan — setiap panah = titik rawan distorsi
Reality → Data → Processing → Analysis → Inference → Knowledge
| Transisi | Bahaya Distorsi |
|---|---|
| Reality → Data | Sampling bias, instrumen tidak dikalibrasi |
| Data → Processing | Keputusan outlier & normalisasi mengubah makna |
| Processing → Analysis | Asumsi statistik dilanggar |
| Analysis → Inference | Overgeneralisasi, logical fallacy |
| Inference → Knowledge | Peer review bypass, selective reporting |
Etika mencegah distorsi yang disengaja. Validitas mendeteksi distorsi yang tidak disengaja.
Etika: Penjaga Validitas Ilmiah
Bukan sekadar "jangan plagiat" — etika menjaga integritas seluruh rantai penelitian.
| Pelanggaran | Contoh Konkret | Dampak |
|---|---|---|
| Fabrikasi | Membuat data fiktif | Hasil tidak bisa direplikasi |
| Falsifikasi | Membuang outlier agar p < 0.05 | Kesimpulan menyesatkan |
| Selective reporting | Hanya laporkan eksperimen yang berhasil | Publication bias |
| p-hacking | Ganti metrik berulang sampai dapat p < 0.05 | False positive |
| HARKing | Hipotesis dibuat setelah melihat data | Inversi proses ilmiah |
Prinsip etika utama (Resnik, 2020): Kejujuran · Kehati-hatian · Keterbukaan · Integritas
Tiga Jenis Validitas
(Shadish, Cook & Campbell, 2002)
| Tipe Validitas | Pertanyaan Kunci | Ancaman Umum |
|---|---|---|
| Internal validity | Apakah hubungan sebab-akibat ini benar? | Confounding variables, history effect |
| External validity | Bisa digeneralisasi ke populasi lain? | Dataset terlalu sempit, domain spesifik |
| Construct validity | Kita mengukur konsep yang tepat? | Metrik tidak merepresentasikan konsep |
Insight: Model ML akurasi 98% bisa memiliki external validity rendah jika hanya diuji pada satu dataset yang tidak representatif terhadap distribusi nyata.
Tambahan: Conclusion validity — apakah ada cukup bukti statistik untuk menarik kesimpulan?
Paradigma Penelitian
(Creswell & Creswell, 2018)
| Paradigma | Asumsi Realitas | Metode Utama | Cocok untuk TI |
|---|---|---|---|
| Positivisme | Realitas objektif, bisa diukur | Kuantitatif, eksperimen | Benchmark, performa sistem |
| Interpretivisme | Realitas dikonstruksi sosial | Kualitatif, wawancara | UX research, adopsi teknologi |
| Pragmatisme | Kebenaran = yang berguna | Mixed methods | Evaluasi sistem + usability |
Posisi mata kuliah ini: Positivisme + Design Science
Design Science Research: membuat dan mengevaluasi artefak (sistem, model, metode) sebagai bentuk kontribusi ilmiah — menggabungkan membangun (build) dengan membuktikan (evaluate).
Cognitive Traps
Jebakan Berpikir Peneliti Pemula
Cognitive Traps — Bab 1
"Angka tinggi = benar" Akurasi 98% dari dataset imbalance (95% kelas negatif) tidak bermakna. Butuh F1, AUC, confusion matrix.
"Data itu netral" Data dikumpulkan oleh manusia, melalui instrumen buatan manusia — bias selalu bisa masuk di setiap tahap.
"Kalau sistemnya jalan, berarti benar" Sistem berfungsi ≠ klaim tentang sistem valid. Ini perbedaan mendasar engineer vs peneliti.
"Kegagalan tidak perlu dilaporkan" Kegagalan adalah data — bahkan lebih informatif dari keberhasilan. Wajib didokumentasikan.
Studi Kasus 1 — Manipulasi Dataset (Basic)
Konteks: Mahasiswa membangun model klasifikasi teks dengan akurasi 99%.
Masalah: Data train dan data test adalah subset dari corpus yang sama dan dipreprocess bersama-sama (data leakage). Model "hafal" data test, bukan belajar dari pola.
Gejala yang terlewat:
- Performa di data baru: 61%
- Training loss vs validation loss gap sangat kecil (tidak wajar)
Solusi: Lakukan train/validation/test split sebelum preprocessing apapun. Gunakan held-out test set yang benar-benar tidak tersentuh selama pengembangan.
Kunci: urutan operasi dalam pipeline ML menentukan validitas hasil.
Studi Kasus 2 — AI Bias (Advanced)
Konteks: Model screening CV untuk rekrutmen — performa teknis baik, tapi bias gender tersembunyi.
Masalah: Model dilatih pada data historis perusahaan yang memang bias (lebih banyak merekrut pria untuk posisi teknis). Model belajar mereplikasi bias ini. Akurasi keseluruhan: 89% — tetapi false rejection rate kandidat perempuan 3× lebih tinggi.
Solusi:
- Tambahkan fairness metrics (demographic parity, equalized odds)
- Audit distribusi training data
- Fairness constraint dalam objective function
- Human-in-the-loop untuk keputusan final
Research vs Engineering — Perbedaan Fundamental
| Aspek | Engineering Mindset | Research Mindset |
|---|---|---|
| Pertanyaan | "Bagaimana membuatnya bekerja?" | "Apakah klaim ini benar?" |
| Standar sukses | "Sistemnya berjalan" | "Validitasnya terbukti" |
| Terhadap kegagalan | Dihindari, disembunyikan | Dilaporkan, dianalisis |
| Output utama | Produk/aplikasi | Pengetahuan yang terverifikasi |
| Standar penerimaan | Functional requirement | Peer review + replikasi |
| Sumber kebenaran | Testing fungsional | Eksperimen terkontrol + statistik |
Mata kuliah RTI melatih Anda untuk menambahkan research mindset di atas engineering mindset yang sudah Anda miliki.
Ringkasan Pertemuan 1
| Konsep | Inti |
|---|---|
| Research Trust Model | Reality → Data → Processing → Analysis → Inference → Knowledge |
| Etika | Mencegah distorsi disengaja (fabrikasi, falsifikasi, p-hacking) |
| Validitas | Internal (kausalitas), External (generalisasi), Construct (ketepatan ukur) |
| Paradigma | Positivisme + Design Science (posisi MK ini) |
| Mindset shift | Engineer membangun → Peneliti membuktikan |
Final Statement & Output Praktis
Output Praktis M1
Buat esai analisis (min. 400 kata):
- Identifikasi 1 kasus nyata di dunia TI yang melanggar etika penelitian (boleh dari berita, paper retracted, atau studi kasus terkenal)
- Jelaskan validitas mana yang terganggu dan mengapa
- Tentukan paradigma penelitian yang paling tepat untuk kasus tersebut
Format: narasi, bukan bullet points. Cantumkan minimal 2 referensi APA 7th.
Referensi Utama — Bab 1
-
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
-
Resnik, D. B. (2020). What is ethics in research & why is it important? National Institute of Environmental Health Sciences. https://www.niehs.nih.gov/research/resources/bioethics/whatis
-
Shadish, W. R., Cook, T. D., & Campbell, D. T. (2002). Experimental and quasi-experimental designs for generalized causal inference. Houghton Mifflin.
-
Wieringa, R. J. (2014). Design science methodology for information systems and software engineering. Springer.