Each worksheet now includes Ringkasan Materi, Template A.x, 3 exercises with example answers, and reflection prompts. Synced from rti-20252 student repo.
5.2 KiB
WS-02: Problem Statement
Bab 2 — Problem Formulation & System Context
Ringkasan Materi
Problem Formation Model
Masalah riset melewati 5 tahap transformasi. Melompat langsung dari Reality ke Variable adalah kesalahan paling umum.
Reality → Observed Issue (Symptom) → Diagnosed Problem (Root Cause)
→ Researchable Problem (Scoped) → Measurable Variable (Operationalized)
Topic ≠ Problem ≠ Research Problem
| Level | Contoh | Status |
|---|---|---|
| Topik | Keamanan IoT | Terlalu luas, tidak bisa diuji |
| Problem | MQTT tidak terenkripsi | Spesifik tapi belum riset |
| Research Problem | Belum ada studi membandingkan overhead TLS 1.3 vs DTLS pada MQTT di IoT RAM < 64KB | Bisa dirancang eksperimennya |
Symptom vs Root Cause
Apa yang diamati (gejala) ≠ mengapa terjadi (akar masalah). Gunakan 5 Whys atau Fishbone Diagram untuk menggali.
Contoh: "User meninggalkan checkout" (symptom) → "Waktu loading > 8 detik karena API call sequential" (root cause).
System Thinking
Setiap masalah riset TI harus terikat pada komponen sistem: Input → Process → Output → Outcome → Constraints → Stakeholders.
Problem Quality Check
Masalah riset yang layak harus memenuhi 5 kriteria:
- Clarity — Satu orang membaca akan paham
- Measurability — Ada metrik kuantitatif
- Relevance — Penting untuk domain
- Testability — Bisa gagal (falsifiable)
- Impact — Ada kontribusi jika terjawab
Research vs Engineering
| Aspek | Engineering | Research |
|---|---|---|
| Tujuan | Menyelesaikan masalah (solve) | Memahami dan membuktikan (understand & prove) |
| Masalah | Bug, error, fitur belum ada | Gap dalam pengetahuan |
| Scope | Selesaikan semua yang perlu | Batasi agar bisa dibuktikan |
| Output | Working system | Evidence, paper, replicable findings |
Istilah Penting
- Problem Statement — Formulasi tertulis: konteks sistem + gap + dampak + justifikasi
- System Context — Deskripsi lengkap: input, proses, output, outcome, constraints, stakeholders
- Problem Drift — Masalah "bermutasi" dari pendahuluan ke metodologi karena statement awal tidak presisi
- Solution-First Thinking — Memulai dari solusi tanpa masalah yang jelas — berbahaya dalam riset
- Operational Definition — Definisi variabel yang cukup jelas agar peneliti lain bisa mengukur hal yang sama
Template A.2 — Problem Statement Builder
PROBLEM STATEMENT BUILDER
Domain & Konteks
Domain : ____________________
Konteks : ____________________
System Context
Input : ____________________
Process : ____________________
Output : ____________________
Outcome : ____________________
Constraints : ____________________
Stakeholders: ____________________
Fenomena → Problem
Fenomena yang diamati : ____________________
Gejala (symptom) yang terukur : ____________________
Masalah yang didiagnosis : ____________________
Masalah riset (researchable) : ____________________
Variabel yang terukur : ____________________
Problem Quality Check
[ ] Clarity — Apakah satu orang membaca akan paham?
[ ] Measurability — Apakah ada metrik kuantitatif?
[ ] Relevance — Apakah penting untuk domain?
[ ] Testability — Apakah bisa gagal?
[ ] Impact — Apakah ada kontribusi jika terjawab?
Problem Statement (1 paragraf):
____________________
Latihan 1 — Dari Topik ke Masalah Riset
Pilih satu topik di bidang TI yang diminati. Transformasikan melalui 5 tahap Problem Formation Model.
Topik awal: ________________________________________
| Tahap | Hasil |
|---|---|
| Reality | Contoh: Aplikasi e-commerce sering ditinggalkan saat checkout |
| Observed Issue (Symptom) | Contoh: Bounce rate checkout 68% |
| Diagnosed Problem (Root Cause) | |
| Researchable Problem | |
| Measurable Variable |
Apakah terjebak solution-first thinking? [ ] Ya / [ ] Tidak
Jika ya, kembali ke tahap mana? ________________________
Latihan 2 — System Context Decomposition
Gambarkan konteks sistem dari masalah riset di Latihan 1.
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Input | Contoh: Request HTTP dari browser pengguna |
| Process | |
| Output | |
| Outcome | |
| Constraints | |
| Stakeholders |
Komponen mana yang paling relevan dengan masalah riset? _______________
Latihan 3 — Problem Quality Check
Evaluasi problem statement yang sudah dibuat menggunakan 5 kriteria.
| Kriteria | Skor (1-5) | Justifikasi |
|---|---|---|
| Clarity | Contoh: 4 — cukup jelas tapi perlu spesifikasi dataset | |
| Measurability | ||
| Relevance | ||
| Testability | ||
| Impact |
Skor total: _____ / 25
Problem statement versi final (1 paragraf):
Refleksi
Bandingkan "masalah" yang biasa ditemui saat coding (bug, error) dengan masalah riset. Apa perbedaan fundamental dalam cara mendefinisikan dan mendekati keduanya?
Jawaban: