--- marp: true theme: gaia class: invert paginate: true header: "BAB 10 — Pemodelan Proses Bisnis" footer: "Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom.  |  Universitas Putra Bangsa — Kebumen" style: | section { font-family: 'Segoe UI', Helvetica, sans-serif; font-size: 21px; } h1 { color: #ffd166; } h2 { color: #06d6a0; border-bottom: 2px solid #06d6a060; padding-bottom: 4px; } h3 { color: #8ecae6; } blockquote { border-left: 4px solid #ffd166; background: #ffffff15; padding: 0.5em 1em; font-style: italic; } table { font-size: 18px; width: 100%; } th { background: #06d6a040; } code { background: #ffffff20; } .lead h1 { font-size: 2em; color: #ffd166; } .lead h2 { font-size: 1.3em; border: none; color: #e0e0e0; } .bagian { font-size: 0.8em; color: #8ecae6; letter-spacing: 1px; } .lead p { font-size: 0.9em; color: #c0c0c0; } --- # BAB 10 ## Pemodelan Proses Bisnis

V — Perancangan Solusi SI

**Level:** Lanjutan --- ## Reader Outcome > Pembaca mampu membuat model proses bisnis menggunakan swimlane diagram dan notasi BPMN dasar, menganalisis proses AS-IS untuk mengidentifikasi bottleneck, dan merancang model TO-BE yang menjadi dasar perancangan SI | Info | Detail | |------|--------| | **Bagian** | V — Perancangan Solusi SI | | **Level** | Lanjutan | | **Sub-topik** | 6 konsep inti | --- ## Pertanyaan Pemantik Bab 9 membekali Anda dengan kemampuan menginterpretasikan *insight* dari *Business Intelligence* — membedakan tipe analitik dari deskriptif hingga preskriptif, dan merancang *dashboard* yang menjawab pertanyaan keputusan. --- _Mengapa proses bisnis harus divisualisasikan sebelum SI dirancang — dan bagaimana manajer menggunakan model AS-IS dan TO-BE untuk mengidentifikasi *bottleneck* informasi dan merancang perbaikan?_ --- ## Model Utama — Gambar 10.1 ```mermaid graph LR ASIS["Identifikasi
Proses AS-IS"] --> DOC["Dokumentasi
Swimlane/BPMN"] DOC --> ANALYZE["Analisis Bottleneck
& Redundansi"] ANALYZE --> GAP["Analisis
Gap"] GAP --> TOBE["Desain
TO-BE"] TOBE --> IMPL["Implementasi
TO-BE + SI"] IMPL --> MONITOR["Monitor
& Evaluasi"] MONITOR -.->|continuous improvement| ASIS style ASIS fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff style DOC fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff style ANALYZE fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff style GAP fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff style TOBE fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff style IMPL fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff style MONITOR fill:#1a4a5c,stroke:#333,color:#fff ``` **Signature Model — Bab 10** --- ## Definisi Kunci **Business Process** Serangkaian aktivitas terstruktur yang saling terkait, dilakukan oleh satu atau lebih aktor, yang menerima *input* dan menghasilkan *output* bernilai > __ --- ## Konsep Inti — Bagian 1 - **1.** Mengapa Proses Bisnis Harus Dimodelkan Sebelum SI Dirancang - **2.** *Swimlane Diagram*: Membuat *Accountability* Terlihat - **3.** BPMN Dasar untuk Manajer: Empat Simbol yang Cukup --- ## Konsep Inti — Bagian 2 - **4.** Analisis AS-IS: Memetakan Realitas Tanpa Idealisasi - **5.** Identifikasi *Bottleneck* dan Redundansi Informasi - **6.** Dari AS-IS ke TO-BE: Merancang Proses Masa Depan --- ## ⚠️ Salah Kaprah > ⚠️ _"Diagram proses bisnis itu urusan analis sistem, bukan manajer"_ ↳ Manajer harus terlibat minimal di tiga titik: (1) validasi AS-IS — "apakah model ini merepresentasikan apa yang benar-benar terjadi?", (2) masukan untuk TO-BE — > ⚠️ _"Prosesnya sudah jelas, tidak perlu digambar"_ ↳ Lakukan satu eksperimen sederhana: minta 3 orang dari departemen berbeda menggambar proses yang sama secara independen. > ⚠️ _"BPMN itu terlalu teknis untuk manajemen"_ ↳ Manajer tidak perlu menjadi *BPMN expert* — cukup "*literate*" agar bisa membaca dan memvalidasi model yang dibuat analis. --- ## 🔧 Template A.10 ### Template A.10 ``` ``` TEMPLATE A.10 — WORKSHEET DIAGRAM AS-IS Tanggal : ________________________________________ Proses : ________________________________________ Analis : ________________________________________ ═══════════════════════════════════════════════════════════════ A. IDENTIFIKASI PROSES Nama proses : ________________________________________ Pemicu (trigger) : ________________________________________ Output akhir : ________________________________________ Aktor terlibat : ________________________________________ B. DAFTAR AKTIVITAS (urut dari awal sampai akhir) | No | Aktivitas | Aktor | Input | Output | Waktu | Value-Adding? | |----|-----------------|---------|---------|---------|---------|------------------| | 1 | _______________ | _______ | _______ | _______ | _______ | [ ] Ya [ ] Tidak | | 2 | _______________ | _______ | _______ | _______ | _______ | [ ] Ya [ ] Tidak | | 3 | _______________ | _______ | _______ | _______ | _______ | [ ] Ya [ ] Tidak | | 4 | _______________ | _______ | _______ | _______ | _______ | [ ] Ya [ ] Tidak | ``` --- ## Rangkuman 1. Proses bisnis yang tidak divisualisasikan tidak bisa diperbaiki — ketika 5 orang diminta menggambar proses yang sama, hasilnya 5 diagram berbeda. 2. *Swimlane diagram* adalah alat paling intuitif bagi manajer: menunjukkan siapa, apa, dan kapan secara simultan. 3. BPMN lengkap memang teknis, tetapi manajer cukup menguasai 4 simbol dasar (*event*, *task*, *gateway*, *flow*) untuk berkomunikasi efektif dengan tim teknis dan 4. AS-IS harus memetakan realitas — bukan SOP resmi yang mungkin sudah ketinggalan zaman. 5. Rata-rata proses bisnis mengandung 30–40% aktivitas *non-value-adding* (Dumas et al., 2021). --- ## 🔥 Final Statement > "Proses bisnis yang tidak divisualisasikan adalah proses yang tidak bisa diperbaiki — karena masalah yang tidak terlihat tidak akan pernah diperbaiki." --- ## Latihan & Refleksi ### 📝 Latihan 10.1 — *Worksheet* Diagram AS-IS (Template A.10) untuk memodelkan satu proses bisnis sederhana (5–8 aktivitas) yang Anda kenal di organisasi nyata — kampus, tempat kerja, atau organisasi kemahasiswaan. ### ➡️ Menuju Bab 11 _Proses bisnis TO-BE sudah dirancang — *bottleneck* diidentifikasi, aktivitas *non-value-adding* dieliminasi, dan alur informasi dipetakan. Tetapi model proses belum menjawab pertanyaan teknis: *input*_ ---