---
marp: true
theme: gaia
class: invert
paginate: true
header: "BAB 8 — Pengambilan Keputusan Berbasis Data"
footer: "Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | Universitas Putra Bangsa — Kebumen"
style: |
section {
font-family: 'Segoe UI', Helvetica, sans-serif;
font-size: 21px;
}
h1 { color: #ffd166; }
h2 {
color: #06d6a0;
border-bottom: 2px solid #06d6a060;
padding-bottom: 4px;
}
h3 { color: #8ecae6; }
blockquote {
border-left: 4px solid #ffd166;
background: #ffffff15;
padding: 0.5em 1em;
font-style: italic;
}
table { font-size: 18px; width: 100%; }
th { background: #06d6a040; }
code { background: #ffffff20; }
.lead h1 { font-size: 2em; color: #ffd166; }
.lead h2 { font-size: 1.3em; border: none; color: #e0e0e0; }
.bagian { font-size: 0.8em; color: #8ecae6; letter-spacing: 1px; }
.lead p { font-size: 0.9em; color: #c0c0c0; }
---
# BAB 8
## Pengambilan Keputusan Berbasis Data
III — SI dalam Proses Bisnis dan Pengambilan Keputusan
**Level:** Menengah–Lanjutan
---
## Reader Outcome
> Pembaca mampu mengaplikasikan model pengambilan keputusan manajerial dengan dukungan SI dan membedakan keputusan terstruktur vs tidak terstruktur dalam konteks bisnis nyata
| Info | Detail |
|------|--------|
| **Bagian** | III — SI dalam Proses Bisnis dan Pengambilan Keputusan |
| **Level** | Menengah–Lanjutan |
| **Sub-topik** | 7 konsep inti |
---
## Pertanyaan Pemantik
Bab 7 menunjukkan bahwa arsitektur *enterprise system* — ERP, CRM, dan SCM yang terintegrasi — menghasilkan satu hal yang sebelumnya sulit dicapai: data terpusat yang mencerminkan seluruh operasional bisnis dalam satu sumber kebenaran tunggal (*single source of truth*). Template A.7 membantu Anda mengevaluasi kesiapan integrasi sistem perusahaan.
---
_Bagaimana manajer menggunakan data dan sistem informasi untuk mengambil keputusan yang lebih baik — dan di mana batas antara augmentasi data dan *judgment* manusia?_
---
## Model Utama — Gambar 8.1
```mermaid
graph TD
INT[" INTELLIGENCE
Identifikasi & Pahami Masalah"]
DES[" DESIGN
Rancang Alternatif Solusi"]
CHO["️ CHOICE
Pilih Solusi Terbaik"]
IMP[" IMPLEMENTATION
Jalankan & Monitor"]
INT -->|"data scanning"| DES
DES -->|"analisis skenario"| CHO
CHO -->|"eksekusi"| IMP
IMP -->|"feedback loop"| INT
SI1["SI: Dashboard,
alert system,
data monitoring"] -.-> INT
SI2["SI: Simulasi,
what-if analysis,
DSS"] -.-> DES
SI3["SI: Scoring model,
decision matrix,
AI recommendation"] -.-> CHO
SI4["SI: KPI tracking,
real-time reporting"] -.-> IMP
style INT fill:#8c4a1a,color:#ffffff
style DES fill:#8c4a1a,color:#ffffff
style CHO fill:#8c4a1a,color:#ffffff
style IMP fill:#8c4a1a,color:#ffffff
style SI1 fill:#d4a574,color:#000000
style SI2 fill:#d4a574,color:#000000
style SI3 fill:#d4a574,color:#000000
style SI4 fill:#d4a574,color:#000000
```
**Model Pengambilan Keputusan Simon: empat fase siklus keputusan (kotak gelap) dengan layer dukungan SI di setiap fase (kotak terang).**
---
## Definisi Kunci
**Pengambilan Keputusan Berbasis Data**
Pendekatan pengambilan keputusan yang mengutamakan bukti data terverifikasi di atas intuisi atau kebiasaan semata (Vidgen et al., 2021).
> _DDDM bukan berarti data menggantikan manajer — melainkan data menjadi fondasi yang memperkuat *judgment*. Manajer yang DDDM tetap menggunakan pengalaman, tetapi_
**Keputusan Terstruktur**
Keputusan yang mengikuti prosedur baku, berulang, dan dapat diotomasi karena memiliki kriteria dan data yang jelas (Laudon & Laudon, 2022).
> _Manajer harus mengidentifikasi keputusan terstruktur di organisasinya dan mempertimbangkan otomasi — agar waktu dan energi bisa dialokasikan ke keputusan yang b_
**Sistem Pendukung Keputusan**
Sistem informasi interaktif yang membantu manajer dalam pengambilan keputusan semi-terstruktur dan tidak terstruktur dengan menyediakan akses data, mo
> _DSS bukan *decision-making system* — ia *decision-SUPPORT system*. Manajer tetap pembuat keputusan; DSS menyediakan lensa yang membuat keputusan lebih *informed_
---
## Konsep Inti — Bagian 1
- **1.** Model Keputusan Simon: Mengapa Masih Relevan setelah Lima Dekade
- **2.** Tipologi Keputusan: Terstruktur, Semi-Terstruktur, Tidak Terstruktur
- **3.** *Decision Support System*: Bukan Autopilot, Melainkan Co-pilot
- **4.** Informasi per Level Manajemen: Bukan Satu Ukuran untuk Semua
---
## Konsep Inti — Bagian 2
- **5.** Bias Kognitif: Musuh Diam-diam Setiap Keputusan
- **6.** *Bounded Rationality*: Mengapa Manajer Butuh Bantuan SI
- **7.** AI sebagai Augmentasi Keputusan, Bukan Pengganti
---
## ⚠️ Salah Kaprah
> ⚠️ _"Manajer berpengalaman tidak perlu data — intuisi sudah cukup"_
↳ Intuisi bukan musuh data — ia partner.
> ⚠️ _"Lebih banyak analisis artinya keputusan lebih baik"_
↳ Tetapkan *decision deadline* dan ambang batas "data cukup." Keputusan yang 80% *informed* dan diambil tepat waktu hampir selalu lebih baik dari keputusan yang 1
> ⚠️ _"AI akan menggantikan manajer dalam pengambilan keputusan"_
↳ Fokus pada kompetensi yang AI tidak bisa gantikan: *framing* masalah, *stakeholder management*, *ethical judgment*, dan *creative strategy*.
> ⚠️ _"Kalau sudah ada dashboard, keputusan otomatis jadi lebih baik"_
↳ Rancang setiap *dashboard* dengan *decision question* yang spesifik dan *action threshold* yang jelas.
---
## Studi Kasus
📊 **Dasar:** SIPD — Data-Driven Budgeting di Pemerintah Daerah
**Sumber:** Sari et al. (2023); Deloitte (2023) Sebelum SIPD, proses alokasi anggaran daerah berjalan seperti ini: setiap dinas mengajukan anggaran berdasarkan "kebiasaan tahun lalu" ditambah inflasi. Prioritas ditentukan oleh seniority pejabat, lobi
📊 **Lanjutan:** McKinsey Decision Intelligence Framework
**Sumber:** McKinsey & Company (2023); Harvard Business Review (2023) Bahkan di perusahaan Fortune 500, McKinsey (2023) menemukan bahwa hanya 20% keputusan strategis menggunakan data secara sistematis. Sisanya bergantung pada pengalaman, intuisi, dan
---
## 🔧 Template A.8
### Matriks Keputusan Manajerial
```
```
============================================
Template A.8 — MATRIKS KEPUTUSAN MANAJERIAL
============================================
Nama Organisasi : ________________________________________
Departemen/Unit : ________________________________________
Tanggal Analisis : ________________________________________
═══════════════════════════════════════════════════════════════
KEPUTUSAN 1:
Deskripsi keputusan : ________________________________________
Tipe (Terstruktur/Semi/Tidak): ________________________________________
Fase Simon saat ini : [ ] Intelligence [ ] Design [ ] Choice [ ] Implementation
Data yang dibutuhkan : ________________________________________
Data yang tersedia : ________________________________________
Gap informasi : ________________________________________
SI pendukung yang ada : ________________________________________
Rekomendasi peningkatan : ________________________________________
KEPUTUSAN 2:
```
---
## Rangkuman
1. Model Simon (Intelligence–Design–Choice–Implementation) membagi keputusan ke dalam fase yang masing-masing bisa didukung SI secara spesifik — dari *dashboard* d
2. Tidak semua keputusan membutuhkan dukungan data yang sama.
3. DSS memperluas batas *bounded rationality* — manusia hanya mampu memproses 7±2 variabel simultan, DSS membantu menyintesis puluhan variabel menjadi *trade-off*
4. Bias kognitif — *confirmation bias*, *anchoring*, *availability heuristic*, HiPPO effect — adalah musuh diam-diam setiap keputusan.
5. *Dashboard* tanpa *decision framework* adalah dekorasi.
---
## 🔥 Final Statement
> "Pengambilan keputusan berbasis data bukan tentang menghilangkan penilaian manusia, tetapi tentang memastikan bahwa penilaian itu dibangun di atas fondasi yang dapat dipertanggungjawabkan."
---
## Latihan & Refleksi
### 📝 Latihan 8.1 — Matriks Keputusan Manajerial (Template A.8)
untuk memetakan 5 keputusan nyata di satu organisasi yang Anda kenal. Untuk setiap keputusan:
### ➡️ Menuju Bab 9
_Model keputusan sudah dipahami, tipologi keputusan sudah dipetakan, bias kognitif sudah diidentifikasi. Pertanyaan berikutnya: dari mana *insight* untuk mendukung keputusan itu sebenarnya datang? Bab _
---