--- marp: true theme: gaia class: invert paginate: true header: "BAB 5 — Kebutuhan Informasi Manajerial" footer: "Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | Universitas Putra Bangsa — Kebumen" style: | section { font-family: 'Segoe UI', Helvetica, sans-serif; font-size: 21px; } h1 { color: #ffd166; } h2 { color: #06d6a0; border-bottom: 2px solid #06d6a060; padding-bottom: 4px; } h3 { color: #8ecae6; } blockquote { border-left: 4px solid #ffd166; background: #ffffff15; padding: 0.5em 1em; font-style: italic; } table { font-size: 18px; width: 100%; } th { background: #06d6a040; } code { background: #ffffff20; } .lead h1 { font-size: 2em; color: #ffd166; } .lead h2 { font-size: 1.3em; border: none; color: #e0e0e0; } .bagian { font-size: 0.8em; color: #8ecae6; letter-spacing: 1px; } .lead p { font-size: 0.9em; color: #c0c0c0; } --- # BAB 5 ## Kebutuhan Informasi Manajerial
II — Fondasi Berpikir Manajerial
**Level:** Lanjutan --- ## Reader Outcome > Pembaca mampu memetakan kebutuhan informasi per level manajemen, menerapkan teknik penggalian kebutuhan informasi, dan menyusun tabel kebutuhan informasi sebagai input perancangan SI | Info | Detail | |------|--------| | **Bagian** | II — Fondasi Berpikir Manajerial | | **Level** | Lanjutan | | **Sub-topik** | 6 konsep inti | --- ## Pertanyaan Pemantik Bab 4 membekali Anda dengan disiplin *problem framing* — membedakan gejala dari akar masalah, menyusun rumusan masalah terstruktur, dan mengevaluasi apakah masalah tersebut memang memerlukan intervensi SI. Template A.4 (*Problem Statement Canvas*) menghasilkan rumusan masalah yang sudah divalidasi dengan data. --- _Bagaimana manajer memetakan kebutuhan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan di setiap level — dan mengapa *gap* antara "informasi yang tersedia" dan "informasi yang dibutuhkan" menjadi sumber kegagalan SI?_ --- ## Model Utama — Gambar 5.1 ```mermaid graph TD subgraph STRATEGIC["Level Strategis — Top Management"] style STRATEGIC fill:#4a1a5c,stroke:#333,color:#fff S1["Informasi Agregat & Trend"] S2["External Environment"] S3["Long-term Projection"] end subgraph TACTICAL["Level Taktis — Middle Management"] style TACTICAL fill:#6b3a7d,stroke:#333,color:#fff T1["Informasi Ringkasan Periodik"] T2["Exception Reports"] T3["Comparative Analysis"] end subgraph OPERATIONAL["Level Operasional — Lower Management"] style OPERATIONAL fill:#8c5a9e,stroke:#333,color:#fff O1["Informasi Detail Real-time"] O2["Transaction Records"] O3["SOP Compliance Data"] end OPERATIONAL --> TACTICAL --> STRATEGIC CONTEXT["Konteks Keputusan"] -.-> STRATEGIC CONTEXT -.-> TACTICAL CONTEXT -.-> OPERATIONAL style CONTEXT fill:#f5f5f5,stroke:#4a1a5c,color:#333 ``` **Signature Model — Bab 5** --- ## Definisi Kunci **Information Requirement** Spesifikasi tentang informasi apa yang dibutuhkan, oleh siapa, dalam format apa, seberapa sering, dan untuk keputusan apa — yang menjadi dasar peranca > __ --- ## Konsep Inti — Bagian 1 - **1.** Piramida Kebutuhan Informasi: Operasional, Taktis, Strategis - **2.** Teknik Penggalian Kebutuhan Informasi - **3.** *Information Gap*: Antara Tersedia dan Dibutuhkan --- ## Konsep Inti — Bagian 2 - **4.** Siapa Menentukan Kebutuhan: Manajer, Analis, atau Teknolog? - **5.** Kebutuhan Informasi di Era Digital: Pergeseran Paradigma - **6.** Dari Kebutuhan Informasi ke Spesifikasi SI: Jembatan ke Bagian V --- ## ⚠️ Salah Kaprah > ⚠️ _"Manajer pasti tahu informasi apa yang mereka butuhkan"_ ↳ Gunakan teknik proaktif: *prototyping*, CSF *method*, analisis keputusan. > ⚠️ _"Semakin banyak informasi yang disediakan SI, semakin baik"_ ↳ SI yang baik mengimplementasikan *information filtering*: *default view* yang ramping, *drill-down* untuk detail, *exception-based alert* untuk anomali. > ⚠️ _"Requirement gathering cukup dilakukan sekali di awal proyek"_ ↳ Bangun mekanisme *feedback loop*: *review* kebutuhan informasi setiap 6–12 bulan, adopsi *iterative development*, dan sisakan fleksibilitas desain untuk mengako > ⚠️ _"Kebutuhan informasi di semua level sama — cukup satu dashboard untuk semua"_ ↳ Desain SI dengan *role-based views*: setiap level mendapat tampilan yang sesuai kebutuhan keputusan mereka. --- ## 🔧 Template A.5 ### Template A.5 ``` --- ``` --- ## Rangkuman 1. Kebutuhan informasi berbeda per level manajemen — SI yang dirancang satu-ukuran-untuk-semua akan gagal melayani setidaknya dua dari tiga level. 2. Manajer sering tidak bisa mengartikulasikan kebutuhan informasinya secara eksplisit. 3. *Information gap* — selisih antara informasi yang tersedia dan yang dibutuhkan — adalah sumber utama kegagalan SI. 4. Kelengkapan data bukan jaminan kelengkapan informasi. 5. Di era digital, kebutuhan informasi berevolusi: dari laporan periodik ke *dashboard real-time*, dari reaktif ke prediktif, dari manajer-*defined* ke AI-*recomme --- ## 🔥 Final Statement > "Kebutuhan informasi bukan tentang apa yang manajer minta, tetapi tentang apa yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan yang tidak akan mereka sesali besok." --- ## Latihan & Refleksi ### 📝 Latihan 5.1 — *Information Requirement Table* (Template A.5) untuk memetakan kebutuhan informasi **satu jabatan** di organisasi yang Anda kenal. Idealnya, lakukan di **tiga level** berbeda (operasional, taktis, strategis) dalam organisasi yang sama. ### ➡️ Menuju Bab 6 _Kebutuhan informasi sudah terpetakan per level manajemen — Template A.5 menghasilkan daftar informasi yang dibutuhkan, oleh siapa, dalam format apa, dan untuk keputusan apa. Pertanyaan berikutnya: di _ ---