--- marp: true theme: gaia class: invert paginate: true header: "BAB 4 — Analisis Permasalahan Organisasi" footer: "Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom.  |  Universitas Putra Bangsa — Kebumen" style: | section { font-family: 'Segoe UI', Helvetica, sans-serif; font-size: 21px; } h1 { color: #ffd166; } h2 { color: #06d6a0; border-bottom: 2px solid #06d6a060; padding-bottom: 4px; } h3 { color: #8ecae6; } blockquote { border-left: 4px solid #ffd166; background: #ffffff15; padding: 0.5em 1em; font-style: italic; } table { font-size: 18px; width: 100%; } th { background: #06d6a040; } code { background: #ffffff20; } .lead h1 { font-size: 2em; color: #ffd166; } .lead h2 { font-size: 1.3em; border: none; color: #e0e0e0; } .bagian { font-size: 0.8em; color: #8ecae6; letter-spacing: 1px; } .lead p { font-size: 0.9em; color: #c0c0c0; } --- # BAB 4 ## Analisis Permasalahan Organisasi

II — Fondasi Berpikir Manajerial

**Level:** Lanjutan --- ## Reader Outcome > Pembaca mampu melakukan diagnosis masalah organisasi berbasis informasi, membedakan gejala dari akar masalah, dan menyusun rumusan masalah yang siap ditindaklanjuti | Info | Detail | |------|--------| | **Bagian** | II — Fondasi Berpikir Manajerial | | **Level** | Lanjutan | | **Sub-topik** | 6 konsep inti | --- ## Pertanyaan Pemantik Bab 3 membangun fondasi penting: data bukan sekadar angka yang tersimpan dalam sistem, melainkan aset organisasi yang diukur kualitasnya melalui empat dimensi — akurasi, kelengkapan, konsistensi, dan ketepatan waktu. Template A.3 membantu Anda mengaudit kualitas data yang ada. --- _Mengapa mendefinisikan masalah organisasi secara tepat lebih kritis daripada langsung mencari solusi — dan bagaimana teknik *problem framing* membantu manajer membedakan gejala dari akar masalah?_ --- ## Model Utama — Gambar 4.1 ```mermaid graph TD SYM[" Gejala Terlihat
(keluhan, penurunan KPI, keterlambatan)"] PAT[" Identifikasi Pola
(fishbone, 5-Why)"] IDEAL["Kondisi Ideal"] GAP[" Gap Analysis"] ROOT[" Akar Masalah"] PS[" Rumusan Masalah
(spesifik, measurable, actionable)"] HYP["Hipotesis Solusi Awal"] SYM --> PAT PAT --> ROOT IDEAL --> GAP GAP --> ROOT ROOT --> PS PS --> HYP HYP -.->|"validasi data"| ROOT style SYM fill:#4a1a5c,color:#ffffff style PAT fill:#4a1a5c,color:#ffffff style IDEAL fill:#7a4a8c,color:#ffffff style GAP fill:#7a4a8c,color:#ffffff style ROOT fill:#4a1a5c,color:#ffffff style PS fill:#4a1a5c,color:#ffffff style HYP fill:#7a4a8c,color:#ffffff ``` **Kerangka *Problem Framing* Manajerial: alur dari gejala yang terlihat menuju hipotesis solusi, dengan *feedback loop* validasi data.** --- ## Definisi Kunci **Problem Framing** Proses mendefinisikan dan membatasi suatu masalah organisasi secara tepat sebelum mencari solusi — memastikan bahwa energi dan sumber daya dialokasika > _Manajer yang terburu-buru mencari solusi tanpa *framing* yang tepat berisiko membangun sistem informasi yang canggih tetapi menjawab pertanyaan yang salah. Inve_ **Root Cause Analysis** Metode sistematis untuk mengidentifikasi penyebab paling mendasar suatu masalah — berbeda dari gejala atau penyebab antara — menggunakan teknik sepert > _Investasi SI yang mengatasi gejala (bukan akar masalah) hanya menghasilkan pengulangan masalah dengan teknologi yang lebih mahal. Sistem baru dipasang, masalah _ **Gap Analysis** Perbandingan sistematis antara kondisi aktual dan kondisi yang diinginkan (*desired state*), mengidentifikasi celah yang harus dijembatani melalui int > _*Gap analysis* memaksa manajer mengartikulasikan "seperti apa seharusnya" sebelum mengkritisi "seperti apa saat ini." Tanpa target yang jelas, kritik menjadi ke_ --- ## Konsep Inti — Bagian 1 - **1.** *Problem Framing*: Mengapa Mendefinisikan Masalah Lebih Kritis dari Solusi - **2.** Gejala vs Akar Masalah: Kesalahan yang Paling Sering Terjadi - **3.** Teknik Analisis: *Fishbone*, *5-Why*, dan *Gap Analysis* --- ## Konsep Inti — Bagian 2 - **4.** *Stakeholder Analysis*: Masalah Siapa yang Sedang Diselesaikan? - **5.** Validasi Hipotesis: Data Harus Bicara Sebelum Solusi Dirancang - **6.** Dari Masalah ke Kebutuhan SI: Jembatan yang Harus Dibangun dengan Hati-hati --- ## ⚠️ Salah Kaprah > ⚠️ _"Masalahnya jelas — yang dibutuhkan adalah sistem baru"_ ↳ Sebelum membahas solusi SI, jawab tiga pertanyaan diagnostik: "Apakah akar masalahnya sudah teridentifikasi?" → "Apakah akar masalah terkait informasi/data/pros > ⚠️ _"Kalau semua setuju ini masalahnya, pasti benar"_ ↳ Validasi definisi masalah dengan data, bukan dengan *voting*. > ⚠️ _"Cukup tanya pimpinan untuk tahu apa masalahnya"_ ↳ Gunakan *multi-method*: wawancara *top-down* (apa yang dilihat pimpinan) + observasi *bottom-up* (apa yang terjadi di lapangan) + analisis data (apa yang ditunj --- ## Studi Kasus 📊 **Dasar:** SIMRS — *Bottleneck* Informasi di Rawat Jalan **Sumber:** Parviainen et al. (2022); Kendall & Kendall (2019) Rumah sakit tipe B di Jawa Tengah: antrian rawat jalan rata-rata 3 jam. Keluhan pasien meningkat 45% dalam 6 bulan. Manajemen RS mengajukan proposal: "Tambah 5 dokter spesialis" — investa 📊 **Lanjutan:** Target Corporation — Ketika SI Bekerja, Organisasi Gagal **Sumber:** Laudon & Laudon (2022); Standish Group (2023) Target Corporation memiliki investasi keamanan SI senilai ratusan juta dolar. Sistem FireEye mendeteksi *malware* pada 30 November 2013. *Alert* dikirim. Tim keamanan menerima *alert*. Namun: --- ## 🔧 Template A.4 ### *Problem Statement Canvas* ``` ``` ========================================== Template A.4 — PROBLEM STATEMENT CANVAS ========================================== Tanggal : ________________________________________ Tim Analisis : ________________________________________ Organisasi/Unit : ________________________________________ ═══════════════════════════════════════════════════════════════ 1. GEJALA YANG TERLIHAT (apa yang dikeluhkan/dirasakan?) a. ________________________________________ b. ________________________________________ c. ________________________________________ 2. DATA PENDUKUNG GEJALA (bukti kuantitatif) Metrik yang relevan : ________________________________________ Angka saat ini : ________________________________________ Benchmark / target : ________________________________________ Sumber data : ________________________________________ 3. ANALISIS 5-WHY ``` --- ## Rangkuman 1. Mendefinisikan masalah yang benar lebih kritis dari menemukan solusi yang canggih. 2. Gejala bukan masalah. 3. *Stakeholder analysis* memastikan masalah didefinisikan dari berbagai perspektif — bukan hanya dari perspektif pihak yang paling berkuasa di ruang rapat. 4. Setiap rumusan masalah adalah hipotesis yang harus divalidasi dengan data. 5. Tidak semua masalah organisasi membutuhkan SI baru. --- ## 🔥 Final Statement > "Manajer yang piawai bukan yang paling cepat menemukan solusi, melainkan yang paling sabar mendefinisikan masalah yang benar sebelum beranjak ke solusi." --- ## Latihan & Refleksi ### 📝 Latihan 4.1 — *Problem Statement Canvas* (Template A.4) untuk menganalisis satu masalah nyata di organisasi yang Anda kenal. Lengkapi seluruh 8 *section*: ### ➡️ Menuju Bab 5 _Setelah masalah organisasi didefinisikan dengan benar — dan dikonfirmasi bahwa masalahnya terkait informasi — pertanyaan berikutnya: informasi apa tepatnya yang dibutuhkan? Bab 5 membahas cara memetak_ ---