--- marp: true paginate: true header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen' footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026' --- # Bab 2 — Problem Formulation & System Context ## Merumuskan Masalah Riset dari Fenomena TI *Pertemuan 2 (M2)  |  Sub-CPMK 1.2  |  CPMK01  |  CPL03 + CPL06* Fase: **Thinking** (M1–M4)  ·  Bagian I: Foundation **Universitas Putra Bangsa**  |  Fak. Sains & Teknologi  ·  Prodi Teknik Informatika --- ## Agenda Pertemuan 2 1. Dari mana penelitian dimulai? 2. Problem Formation Model — proses transformasi masalah 3. Problem Quality Model — 5 kriteria masalah yang layak diteliti 4. Topic vs Problem vs Research Problem 5. Symptom vs Root Cause — menggali ke akar 6. System Thinking dalam konteks riset TI 7. Operasionalisasi: Problem → Variable → Metric 8. Cognitive Traps & Studi Kasus 9. Output Praktis: Problem Statement --- ## Capaian Pembelajaran Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu: - Membedakan **topik**, **masalah**, dan **masalah riset** secara presisi - Mengidentifikasi **gejala vs akar masalah** dalam fenomena TI - Mendeskripsikan **konteks sistem** (Input-Process-Output-Outcome-Constraints-Stakeholders) - Mentransformasi fenomena TI menjadi **researchable problem** yang terukur - Memvalidasi problem statement dengan **5 kriteria kualitas** > Sub-CPMK 1.2 → Merumuskan masalah riset dari fenomena TI (CPL03 + CPL06) --- ## Pertanyaan Pemantik Bab 1 membagun fondasi berpikir: *Curious → Critical → Systematic*. Sekarang pertanyaannya: **dari mana penelitian dimulai?** > Bukan dari metode. > Bukan dari dataset. > Bukan dari tool atau teknologi yang ingin digunakan. > > **Penelitian dimulai dari MASALAH.** Tapi "masalah riset" bukan sekadar keluhan: - *"Website kampus lambat"* → keluhan - *"Waktu respons meningkat 340% saat concurrent user > 500, belum ada studi tentang caching strategy X di arsitektur monolitik akademik"* → masalah riset **Perbedaannya: presisi, konteks sistem, dan testability.** --- ## Problem Formation Model *Dari Realitas ke Variabel Terukur*
**Reality** → Observed Issue → Diagnosed Problem → Researchable Problem → **Measurable Variable** (Symptom)        (Root Cause)        (Scoped & Bounded)     (Operationalized)
| Tahap | Fungsi | Pertanyaan yang Dijawab | |-------|--------|------------------------| | **Reality** | Fenomena dunia nyata | Apa yang terjadi di lapangan? | | **Observed Issue** | Pengamatan awal (gejala) | Apa yang terlihat "tidak beres"? | | **Diagnosed Problem** | Akar masalah setelah investigasi | Mengapa itu terjadi? | | **Researchable Problem** | Masalah + gap literatur + batasan | Apakah ini layak diteliti? | | **Measurable Variable** | Variabel yang bisa diuji | Bagaimana mengukurnya? | > Kesalahan paling umum: melompat langsung dari **Reality ke Measurable Variable** — melewati analisis akar masalah dan literatur gap. --- ## Problem Quality Model — 5 Kriteria Setiap masalah riset harus lulus 5 kriteria ini: | Kriteria | Pertanyaan Uji | Gagal jika... | |----------|---------------|--------------| | **Clarity** | Bisa dipahami tanpa ambiguitas? | Tidak jelas siapa/apa/di mana/kapan | | **Measurability** | Ada metrik yang bisa diukur? | Hanya bisa dinilai secara subjektif | | **Relevance** | Ada gap di literatur? | Sudah terjawab penuh sebelumnya | | **Testability** | Bisa dieksperimenkan? | Terlalu luas, tidak feasible | | **Impact** | Ada kontribusi nyata? | Tidak ada yang peduli dengan jawabannya | > Jika masalah tidak lulus semua 5 kriteria → ulangi proses formasi. Lebih baik 1 minggu perbaiki masalah daripada 1 semester meneliti masalah yang salah. --- ## Topic vs Problem vs Research Problem | Level | Analogi | Contoh TI | |-------|---------|-----------| | **Topik** | "Ada masalah di kota ini" | "Keamanan IoT" | | **Masalah** | "Jalan berlubang di KM 5" | "MQTT tidak terenkripsi pada IoT rumahan" | | **Masalah Riset** | "Lubang di KM 5 disebabkan drainase gagal; belum ada studi material X untuk kondisi ini" | "Belum ada studi yang membandingkan overhead TLS 1.3 vs DTLS pada MQTT di perangkat resource-constrained (RAM < 64KB)" | **Research Problem memiliki 3 elemen yang tidak dimiliki masalah biasa:** 1. **Gap** — "belum ada studi yang..." 2. **Variabel terukur** — "overhead (ms, KB)" 3. **Batasan konteks** — "resource-constrained, RAM < 64KB" --- ## Symptom vs Root Cause Dalam riset TI, apa yang terlihat di permukaan bukan selalu masalah yang sebenarnya. | Yang Diamati (Gejala) | Akar Masalah (Dugaan) | Masalah Riset | |----------------------|----------------------|---------------| | "Pengguna mengeluh aplikasi lambat" | Query DB tidak terindeks → full table scan | Efektivitas composite index pada tabel 2M record PostgreSQL dalam skenario concurrent read | | "Model ML performa menurun di produksi" | Training-serving skew (distribusi data berbeda) | Deteksi & mitigasi data drift pada pipeline ML streaming real-time | | "Pengguna meninggalkan fitur baru" | Friction di onboarding flow | Korelasi antara kompleksitas UI dan user retention pada aplikasi mobile F&B | > Teknik menggali akar masalah: **5 Whys**, **Fishbone Diagram**, **Root Cause Analysis** — sebelum masuk ke literatur. --- ## System Thinking dalam Riset TI Masalah riset TI selalu terikat pada **sistem**. Tanpa memahami sistem, masalah jadi abstrak dan tidak bisa dieksperimenkan. ``` Input → [Process] → Output → Outcome | Constraints | Stakeholders ``` | Komponen | Contoh (Studi Rekomendasi Film) | |----------|---------------------------------| | **Input** | Riwayat tontonan pengguna, rating, metadata konten | | **Process** | Algoritma collaborative filtering | | **Output** | Daftar 10 film yang direkomendasikan | | **Outcome** | Pengguna puas, waktu tonton meningkat (atau tidak) | | **Constraints** | Latency < 200ms, privasi data, cold-start problem | | **Stakeholders** | Pengguna, platform, content provider | > Akurasi tinggi (Output) ≠ pengguna puas (Outcome). Inilah mengapa masalah riset tidak bisa hanya fokus pada satu komponen sistem. --- ## Transformasi: Problem → Variable → Metric *Operasionalisasi masalah ke variabel yang dapat diukur* ``` Problem → Variable → Metric → Data Type → Analysis Method ``` **Contoh:** | Problem | Variable | Metric | Tipe Data | |---------|---------|--------|-----------| | Rekomendasi tidak relevan | Relevansi rekomendasi | Precision@K, NDCG | Ratio | | Fraud lolos deteksi | Kemampuan deteksi fraud | Recall, F2-score | Ratio | | UI terlalu kompleks | Kemudahan penggunaan | Task completion time, SUS score | Ratio / Ordinal | > Metrik harus dipilih **sebelum eksperimen berjalan** — bukan setelah melihat data dan memilih yang menghasilkan angka terbaik. *(Wohlin et al., 2012)* --- # Cognitive Traps ## Bab 2 — Problem Formulation --- ## Cognitive Traps — Bab 2 **"Saya ingin menggunakan metode X, maka saya cari masalah yang cocok"** Ini *reverse engineering* penelitian. Metode dipilih berdasarkan masalah — bukan sebaliknya. Jika mulai dari metode, bukan masalah yang diteliti, tapi metode yang didemonstrasikan. **"Semakin kompleks sistemnya, semakin bagus penelitiannya"** Kompleksitas bukan kontribusi. Masalah spesifik yang sederhana namun belum terjawab lebih bermakna daripada sistem kompleks dengan masalah yang sudah umum diketahui. **"Problem tidak perlu diukur, yang penting jelas"** "Respon sistem lambat" bukan masalah riset — tidak ada yang bisa dieksperimenkan. Research problem harus memiliki variabel yang terukur secara kuantitatif. **"Semua problem bisa diteliti"** Tidak semua masalah memenuhi 5 kriteria kualitas. Sebagian masalah lebih tepat diselesaikan melalui engineering atau desain, bukan riset ilmiah. --- ## Studi Kasus 1 — Rekomendasi Film (Basic) **Konteks:** Peneliti membangun sistem rekomendasi film dengan collaborative filtering. Akurasi: 91%. **Masalah:** Peneliti menggunakan *accuracy* (hit rate) sebagai satu-satunya metrik. Pengguna memperoleh rekomendasi yang "akurat" secara teknis, tapi tidak puas karena semua rekomendasi mirip (*filter bubble*) dan selalu item populer (*popularity bias*). **Masalah riset yang sebenarnya:** *"Bagaimana trade-off antara Precision@10 dan Diversity dalam sistem rekomendasi collaborative filtering pada dataset cold-start?"* **Solusi:** Definisikan masalah dari perspektif sistem lengkap (output + outcome + constraints). Gunakan multi-metric: Precision@K + Serendipity + Diversity + Coverage. --- ## Studi Kasus 2 — Fraud Detection (Advanced) **Konteks:** Model fraud detection — akurasi 98%, tapi fraud tetap lolos ke produksi. **Root Cause Analysis:** - Dataset imbalance: 99.5% transaksi normal, 0.5% fraud - Dengan akurasi 98% sederhana: model bisa memprediksi "semua normal" dan tetap mendapat akurasi 98% - Metrik yang salah menghasilkan *false sense of security* | Metrik | Nilai | Makna Sebenarnya | |--------|-------|-----------------| | Accuracy | 98.2% | Tidak bermakna untuk imbalanced data | | Recall (fraud) | 12% | Model melewatkan 88% kasus fraud! | | F2-score | 0.31 | Rendah — recall lebih dipentingkan dari precision | **Masalah riset yang tepat:** *"Efektivitas teknik resampling [SMOTE vs ADASYN] terhadap Recall dan F2-score pada deteksi fraud transaksi perbankan dengan rasio imbalance 1:200."* --- ## Ringkasan Pertemuan 2 | Konsep | Inti | |--------|------| | Problem Formation | Reality → Observed Issue → Diagnosed → Researchable → Measurable | | Problem Quality | Clarity + Measurability + Relevance + Testability + Impact | | Hierarki | Topik (wilayah) < Masalah (celah) < Research Problem (celah + gap + batas) | | Symptom vs Root Cause | Gali lebih dalam sebelum ke literatur | | System Thinking | Input-Process-Output-Outcome + Constraints + Stakeholders | | Operasionalisasi | Problem → Variable → Metric → Data Type → Analysis | --- ## Final Statement & Output Praktis
"Penelitian tidak dimulai dari solusi, tetapi dari masalah yang dipahami secara mendalam dan dapat diuji secara ilmiah."
### Output Praktis M2 Buat **Problem Statement** yang mencakup: 1. **Konteks sistem** — deskripsikan Input, Process, Output, Outcome, Constraints 2. **Gejala yang diamati** — data/fakta yang membuktikan masalah nyata 3. **Akar masalah** — hasil 5-Whys/RCA 4. **Gap literatur** — apa yang belum dijawab di penelitian sebelumnya 5. **Variabel & metrik** yang akan diukur *Validasi terhadap 5 kriteria Problem Quality Model sebelum dikumpulkan.* --- ## Referensi Utama — Bab 2 - Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). *Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches* (5th ed.). SAGE Publications. - Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design science in information systems research. *MIS Quarterly, 28*(1), 75–105. - Wieringa, R. J. (2014). *Design science methodology for information systems and software engineering*. Springer. - Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.