--- marp: true paginate: true class: bagian-ii header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen' footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026' --- # Bab 6 — System Design sebagai Experimental Artifact ## Sistem sebagai Alat Uji, Bukan Tujuan Akhir *Pertemuan 6 (M6)  |  Sub-CPMK 2.2  |  CPMK02  |  CPL06* Fase: **Designing** (M5–M7)  ·  Bagian II: Measurement & Design **Universitas Putra Bangsa**  |  Fak. Sains & Teknologi  ·  Prodi Teknik Informatika --- ## Agenda Pertemuan 6 1. Perubahan paradigma: sistem sebagai alat uji hipotesis 2. System as Experiment Model 3. 4 Prinsip desain sistem riset: Traceability, Modularity, Controllability, Measurability 4. Mapping RQ → System Component 5. Pentingnya control & isolation variabel 6. Dokumentasi arsitektur sebagai bagian metodologi 7. Cognitive Traps & Studi Kasus 8. Output Praktis: Diagram arsitektur + mapping ke variabel --- ## Capaian Pembelajaran Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu: - Menjelaskan perbedaan antara **sistem engineered** dan **sistem sebagai artefak penelitian** - Memetakan **RQ → System Component** secara eksplisit - Merancang sistem yang memenuhi **4 prinsip**: Traceability, Modularity, Controllability, Measurability - Menjelaskan pentingnya **variabel control** dan **isolation** dalam desain eksperimen - Mendokumentasikan arsitektur sebagai bagian metodologi riset > Sub-CPMK 2.2 → Merancang sistem sebagai artefak eksperimen (CPL06) --- ## Perubahan Paradigma Fundamental | Pertanyaan | Engineering View | Research View | |-----------|-----------------|--------------| | **Untuk apa sistem ini dibangun?** | Agar pengguna bisa menggunakannya | Agar hipotesis bisa diuji | | **Ukuran keberhasilan utama** | Sistem berjalan sesuai requirement | Hipotesis terjawab secara signifikan | | **Yang diprioritaskan** | Fitur lengkap, UX bagus | Kontrol variabel, reproducibility | | **Arsitektur dirancang berdasarkan** | Kebutuhan fungsional | RQ dan variabel eksperimen | | **Dokumentasi terpenting** | User manual, API docs | Experimental setup, parameter log | > "Dalam penelitian, sistem bukan dibangun untuk digunakan, tetapi untuk **membuktikan sesuatu secara ilmiah**." --- ## System as Experiment Model *RQ menentukan arsitektur, bukan sebaliknya*
**Research Question** ↓ Variable (Independent & Dependent) ↓ System Component (apa yang perlu dibangun?) ↓ Experimental Setup (bagaimana dijalankan?) ↓ **Output / Measured Data**
Setiap komponen sistem harus bisa dijawab: **"Komponen ini mendukung variabel/hipotesis yang mana?"** --- ## 4 Prinsip Desain Sistem Riset ### 1. Traceability — setiap komponen bisa ditelusuri ke RQ Setiap modul atau komponen sistem harus punya kaitan eksplisit ke variabel dalam RQ.
**RQ:** "Apakah attention mechanism meningkatkan F1-score NER?" - Modul A: BiLSTM encoder (baseline) - Modul B: Attention layer (variabel independen) - Modul C: CRF decoder (output) - Modul D: Evaluasi F1 per entity (variabel dependen)
Jika ada komponen yang tidak bisa ditelusuri ke RQ → pertanyakan apakah komponen itu diperlukan. --- ## 4 Prinsip Desain Sistem Riset (lanjutan) ### 2. Modularity — komponen yang diuji harus bisa diswap Sistem harus dirancang sehingga variabel yang diuji bisa diubah secara independen. **Monolith:** Semua logika dalam satu fungsi besar → tidak bisa isolasi perubahan **Modular:** Setiap komponen terpisah, bisa diganti tanpa mengubah yang lain ### 3. Controllability — bisa mengontrol kondisi eksperimen Harus bisa mengatur: seed random, hyperparameter, ukuran dataset, split ratio — secara konsisten dan reproducible. ### 4. Measurability — output bisa langsung diukur Output sistem harus langsung menghasilkan data dalam format yang bisa dievaluasi dengan metrik yang sudah didefinisikan. --- ## Mapping RQ → System Component *Template traceability matrix* | RQ / Hipotesis | Variabel | Komponen Sistem | Cara MengukurNya | |----------------|---------|----------------|-----------------| | H1: attention meningkatkan F1 NER | IndepVar: ada/tidaknya attention layer | Modul attention (swappable) | F1 per entity type | | | DepVar: F1-score NER | Evaluation module | Seqeval library | | H2: batch size pengaruhi training speed | IndepVar: batch size (16/32/64/128) | Training config (YAML) | Training time per epoch | | | DepVar: convergence speed | Logger | Loss curve per epoch | > **Traceability matrix** ini adalah bagian wajib dari bab Metodologi dalam laporan riset. --- ## Control & Isolation Variabel **Prinsip eksperimen ilmiah:** Ubah **satu variabel pada satu waktu**, kontrol semua yang lain. **Variabel yang harus dikontrol (contoh ML):** | Variabel Kontrol | Cara Mengontrol | |-----------------|----------------| | Dataset split | Fixed seed, stratified split | | Hyperparameter | Config file yang di-version control | | Hardware | Sama untuk semua eksperimen | | Random seed | Set di semua library (numpy, torch, sklearn) | | Data preprocessing | Pipeline identik untuk semua kondisi | | Jumlah epoch/run | Fixed, sama untuk semua kondisi | > Mengubah lebih dari satu variabel dalam satu eksperimen → tidak bisa mengidentifikasi variabel mana yang menyebabkan perubahan output. --- # Cognitive Traps ## Bab 6 — System Design --- ## Cognitive Traps — Bab 6 **"Semakin kompleks sistem, semakin besar kontribusi"** Kompleksitas bukan kontribusi. Sistem sederhana yang terkontrol dengan baik lebih kuat secara ilmiah daripada sistem kompleks yang tidak bisa diisolasi variabelnya. Reviewer menilai kontrol eksperimen, bukan jumlah fitur. **"Arsitektur bisa ditentukan setelah RQ"** Dalam engineering, RQ ≠ yang menentukan arsitektur. Dalam research, RQ **adalah** yang menentukan arsitektur. Desain tanpa traceability ke RQ akan sulit dipertahankan saat sidang. **"Sistem monolith lebih mudah, jadi pakai itu saja"** Monolith tidak bisa diisolasi. Jika Anda tidak bisa mematikan/menghidupkan satu komponen tanpa mengubah yang lain, Anda tidak bisa menguji pengaruh variabel secara independen. --- ## Studi Kasus 1 — Monolith vs Modular (Basic) **Konteks:** Model ML untuk text classification. RQ: "Apakah pre-trained embedding meningkatkan F1?" **Desain monolith:** ```python def train_and_evaluate(data): # 500 baris kode: preprocessing + embedding + model + training + eval # semua dalam satu fungsi ``` Masalah: tidak bisa mengisolasi efek embedding. Preprocessing berubah → semua berubah. **Desain modular:** ```python preprocessor = TextPreprocessor(config) # modul terpisah embedder = EmbeddingLayer(type="pretrained" | "random") # swappable model = ClassificationModel(embedder) # depend on embedder interface evaluator = F1Evaluator() # independent ``` *Sekarang bisa swap `type="pretrained"` ↔ `type="random"` tanpa mengubah yang lain.* --- ## Studi Kasus 2 — Multiple Feature Change (Advanced) **Konteks:** Peneliti melaporkan: "Model baru 15% lebih baik dari baseline." **Masalah — terlalu banyak perubahan sekaligus:** - Menambahkan attention mechanism ✚ - Mengubah optimizer dari Adam ke AdamW ✚ - Menambahkan dropout layer ✚ - Mengubah learning rate schedule ✚ Pertanyaan reviewer: *"Peningkatan 15% berasal dari yang mana?"* **Pendekatan yang benar: Ablation Study** | Eksperimen | Attention | AdamW | Dropout | F1-score | |-----------|-----------|-------|---------|----------| | Baseline | – | – | – | 74.2% | | + Attention | ✓ | – | – | 81.5% (+7.3%) | | + AdamW | ✓ | ✓ | – | 82.1% (+0.6%) | | + Dropout | ✓ | ✓ | ✓ | 85.7% (+3.6%) | *Sekarang jelas: attention yang berkontribusi terbesar.* --- ## Research vs Engineering — System Design | Aspek | Engineering | Research | |-------|------------|---------| | Tujuan rancangan | Sistem berfungsi | Hipotesis dapat diuji | | Kompleksitas | Bisa kompleks jika diperlukan | Sesederhana mungkin agar terkontrol | | Dokumentasi | User manual | Experimental setup (reproducibility) | | Perubahan komponen | Untuk perbaikan fitur | Untuk ablation study | | Evaluasi | Acceptance testing | Uji statistik vs baseline | | Portability | Nice to have | Wajib (reproducibility) | --- ## Ringkasan Pertemuan 6 | Konsep | Inti | |--------|------| | Paradigma shift | Sistem **bukan** tujuan → alat uji hipotesis | | System as Experiment | RQ → Variable → Component → Setup → Output | | 4 Prinsip | Traceability · Modularity · Controllability · Measurability | | Mapping RQ | Setiap komponen harus bisa ditelusuri ke variabel | | Control | Ubah 1 variabel, kontrol semua → ablation study | | Dokumentasi | Traceability matrix wajib dalam metodologi | --- ## Final Statement & Output Praktis
"Dalam penelitian, sistem bukan dibangun untuk digunakan, tetapi untuk membuktikan sesuatu secara ilmiah."
### Output Praktis M6 Buat **2 dokumen**: 1. **Diagram Arsitektur Sistem** (Mermaid/draw.io) — annotated dengan label variabel: - Tandai: `[IndepVar]`, `[DepVar]`, `[Control]` pada setiap komponen 2. **Traceability Matrix** (tabel: RQ/Hipotesis → Variabel → Komponen → Cara Ukur) *Dokumen ini menjadi bagian "System Design" dalam bab Metodologi.* --- ## Referensi Utama — Bab 6 - Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design science in information systems research. *MIS Quarterly, 28*(1), 75–105. - Wieringa, R. J. (2014). *Design science methodology for information systems and software engineering*. Springer. - Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer. - Peffers, K., Tuunanen, T., Rothenberger, M. A., & Chatterjee, S. (2007). A design science research methodology for information systems research. *Journal of Management Information Systems, 24*(3), 45–77.