--- marp: true paginate: true header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen' footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026' --- # Bab 4 — RQ, Contribution & Hypothesis ## Merancang Pertanyaan Riset dan Hipotesis yang Dapat Diuji *Pertemuan 4 (M4)  |  Sub-CPMK 1.4  |  CPMK01  |  CPL03* Fase: **Thinking** (M1–M4)  ·  Bagian I: Foundation **Universitas Putra Bangsa**  |  Fak. Sains & Teknologi  ·  Prodi Teknik Informatika --- ## Agenda Pertemuan 4 1. Bridge dari Bab 3 — dari gap ke pertanyaan 2. RQ Formation Model — pipeline RQ yang valid 3. Tiga jenis RQ: Comparison, Improvement, Exploratory 4. Kriteria RQ yang baik: SMART + Testable 5. Contribution statement — tiga jenis kontribusi 6. Hipotesis: H0 dan H1, syarat apa yang harus dipenuhi 7. RQ → Variable → Metric → Data → Analysis (chain of operationalization) 8. Cognitive Traps & Studi Kasus 9. Output Praktis: RQ + Contribution + H0/H1 --- ## Capaian Pembelajaran Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu: - Merumuskan **Research Question (RQ)** yang tajam, terukur, dan dapat diuji - Membedakan **3 jenis RQ**: Comparison, Improvement, Exploratory - Menyusun **contribution statement** yang eksplisit (improvement/comparison/novel) - Merumuskan **hipotesis H0/H1** yang testable secara statistik - Memetakan **RQ → Variable → Metric → Data → Analysis** > Sub-CPMK 1.4 → Merancang RQ, hypothesis, dan contribution (CPL03) --- ## Bridge dari Bab 3 Di Bab 3, Anda telah: - Menavigasi literatur hingga menemukan **research gap** - Memvalidasi gap (Performance / Method / Data / Context) - Menetapkan **baseline** yang valid sebagai titik pembanding **Pertanyaan berikutnya:** > Dari gap yang teridentifikasi, **pertanyaan apa tepatnya** yang akan Anda jawab? Gap adalah masalah yang belum terjawab. RQ adalah **rumusan presisi** dari pertanyaan yang akan dijawab melalui eksperimen. Tanpa RQ yang tajam, eksperimen tidak punya arah. --- ## RQ Formation Model *Pipeline dari Problem hingga RQ yang siap dieksperimenkan*
**Problem** → Research Gap → Research Question → Hypothesis → **Experiment Design**
| Tahap | Output | Ciri Keberhasilan | |-------|--------|------------------| | **Problem** | Masalah yang teridentifikasi | Spesifik, terukur (dari Bab 2) | | **Research Gap** | Celah di literatur | Jenis gap teridentifikasi (dari Bab 3) | | **Research Question** | Pertanyaan eksplisit | Bisa dijawab melalui eksperimen | | **Hypothesis** | H0 + H1 | Falsifiable, testable dengan statistik | | **Experiment Design** | Blueprint eksperimen | Variabel terkontrol, baseline jelas | > RQ bukan judul dalam bentuk tanya. RQ adalah **instrumen yang mengarahkan seluruh desain eksperimen**. --- ## Tiga Jenis Research Question | Jenis RQ | Pertanyaan Template | Cocok Ketika | |----------|-------------------|-------------| | **Comparison** | "Seberapa besar perbedaan metode A vs B pada [metrik] untuk [konteks]?" | Ada dua+ pendekatan yang ingin dibandingkan | | **Improvement** | "Sejauh mana modifikasi [X] meningkatkan [metrik] dibandingkan baseline?" | Ada celah performa yang ingin diisi | | **Exploratory** | "Faktor apa yang paling berpengaruh terhadap [variabel] dalam [konteks]?" | Fenomena baru yang mekanismenya belum jelas | **Contoh:** - *Comparison:* "Seberapa besar perbedaan akurasi BERT vs IndoBERT dalam klasifikasi sentimen Bahasa Indonesia pada domain e-commerce?" - *Improvement:* "Sejauh mana penambahan attention mechanism meningkatkan Recall pada model NER Bahasa Indonesia dibandingkan BiLSTM-CRF baseline?" - *Exploratory:* "Faktor apa yang paling berpengaruh terhadap latensi inferensi model transformer pada perangkat edge (ARM Cortex-M7)?" --- ## Kriteria RQ yang Baik **SMART + Testable:** | Kriteria | Penjelasan | Contoh Gagal | Contoh Benar | |----------|-----------|-------------|-------------| | **Specific** | Satu masalah, satu konteks | "Bagaimana ML bekerja dalam bisnis?" | "Bagaimana XGBoost vs RF dalam fraud detection transaksi kartu kredit?" | | **Measurable** | Ada metrik kuantitatif | "Apakah sistem lebih baik?" | "Apakah F1-score meningkat ≥ 5%?" | | **Achievable** | Bisa dijawab dengan sumber daya yang ada | RQ butuh 10 tahun data | RQ bisa dijawab dalam 1 semester | | **Relevant** | Terhubung ke gap yang teridentifikasi | RQ tidak ada gap-nya | RQ mengisi Method Gap yang jelas | | **Testable** | Bisa diuji secara statistik | "Apakah AI itu berguna?" | "Apakah perbedaan signifikan (p<0.05)?" | --- ## Contribution Statement — Tiga Jenis Setiap riset harus memiliki **contribution claim** yang eksplisit. | Jenis Kontribusi | Definisi | Contoh Kalimat | |-----------------|---------|---------------| | **Improvement** | Meningkatkan performa metode yang sudah ada | "Riset ini meningkatkan Recall deteksi fraud dari 72% (baseline XGBoost) menjadi 89% melalui kombinasi SMOTE + cost-sensitive learning" | | **Comparison** | Menyediakan perbandingan yang belum ada di konteks tertentu | "Riset ini menyediakan perbandingan komprehensif pertama antara 5 algoritma ML pada dataset transaksi perbankan syariah Indonesia" | | **Novel Approach** | Metode atau kombinasi baru yang belum pernah digunakan | "Riset ini mengusulkan arsitektur hybrid CNN-Transformer dengan attention pruning untuk inferensi on-device dengan parameter 40% lebih sedikit" | > Klaim "pertama di dunia" membutuhkan bukti dari systematic literature review yang ketat. Gunakan dengan hati-hati. --- ## Hipotesis: H0 dan H1 **H0 (Null Hypothesis):** tidak ada perbedaan / pengaruh signifikan antara kondisi yang dibandingkan **H1 (Alternative Hypothesis):** ada perbedaan / pengaruh yang signifikan **Syarat hipotesis yang valid:** 1. **Falsifiable** — bisa dibuktikan salah dengan data 2. **Testable** — bisa diuji dengan uji statistik yang tersedia 3. **Specific** — menyebutkan variabel, arah, dan ukuran efek yang diharapkan 4. **Grounded** — berdasarkan teori atau temuan literatur sebelumnya **Contoh pair H0/H1:** > **H0:** Penambahan *attention mechanism* pada BiLSTM tidak meningkatkan F1-score NER secara signifikan (p ≥ 0.05) dibandingkan BiLSTM baseline. > > **H1:** Penambahan *attention mechanism* pada BiLSTM meningkatkan F1-score NER secara signifikan (p < 0.05) dibandingkan BiLSTM baseline. --- ## RQ → Variable → Metric → Data → Analysis *Rantai operasionalisasi yang tidak boleh putus*
**RQ** → Independent Var → Dependent Var → Metric → Data Type → **Statistical Test**
**Contoh lengkap:** | Elemen | Nilai | |--------|-------| | **RQ** | Sejauh mana SMOTE meningkatkan Recall dalam fraud detection? | | **Independent Variable** | Teknik resampling: tanpa SMOTE vs dengan SMOTE | | **Dependent Variable** | Kemampuan deteksi fraud | | **Metric** | Recall, F2-score, AUC-ROC | | **Data Type** | Ratio scale | | **Statistical Test** | Paired t-test / Wilcoxon signed-rank | > Jika satu elemen tidak terhubung ke elemen lainnya → construct validity rusak. --- # Cognitive Traps ## Bab 4 — RQ & Hypothesis --- ## Cognitive Traps — Bab 4 **"RQ = judul penelitian dalam bentuk kalimat tanya"** Judul bersifat deskriptif. RQ bersifat *operational* — ia mendefinisikan variabel, konteks, dan ukuran keberhasilan. "Bagaimana sistem deteksi fraud berbasis ML?" bukan RQ — tidak ada yang bisa dieksperimenkan. **"RQ tidak perlu metric — yang penting pertanyaannya jelas"** Tanpa metrik, tidak ada cara mengukur apakah RQ berhasil dijawab. RQ harus mengandung atau secara implisit mengarah ke ukuran kuantitatif. **"RQ bisa dijawab tanpa eksperimen"** Jika RQ bisa dijawab hanya dengan membaca buku atau teori, itu bukan RQ penelitian — itu pertanyaan studi literatur. RQ harus membutuhkan data empiris. --- ## Studi Kasus 1 — RQ Terlalu Umum (Basic) **RQ awal:** *"Bagaimana deep learning dapat meningkatkan akurasi klasifikasi teks?"* **Masalah:** - Terlalu luas: "deep learning" (ratusan arsitektur), "teks" (semua domain), "akurasi" (metrik tunggal + imbalance risk) - Tidak ada konteks spesifik - Tidak ada baseline yang jelas - Tidak bisa diuji dalam satu semester **RQ yang diperbaiki:** *"Sejauh mana fine-tuning IndoBERT pada dataset review produk e-commerce berbahasa Indonesia meningkatkan F1-score klasifikasi sentimen dibandingkan baseline IndoBERT tanpa fine-tuning, dengan distribusi kelas yang seimbang?"* **Perbaikan:** domain (e-commerce Indonesia), model spesifik (IndoBERT), metrik (F1-score), baseline (IndoBERT vanilla), kontrol (distribusi kelas). --- ## Studi Kasus 2 — RQ Tanpa Baseline (Advanced) **Situasi:** Peneliti ingin meneliti "efektivitas GAN dalam augmentasi data medis." RQ: *"Apakah GAN dapat menghasilkan data medis sintetis yang berguna?"* **Masalah:** - Tidak ada baseline pembanding - "Berguna" tidak terukur - Tidak ada metrik kualitas data sintetis yang dispesifikkan - Tidak ada uji hipotesis yang bisa dirancang **RQ yang diperbaiki:** *"Sejauh mana augmentasi data menggunakan StyleGAN2 meningkatkan F1-score klasifikasi pneumonia pada chest X-ray dibandingkan baseline tanpa augmentasi dan augmentasi tradisional (flip+rotation+brightness), diukur pada dataset ChestX-ray14 dengan split 70/15/15?"* **Perbaikan:** Metode GAN spesifik, 2 baseline (tanpa augmentasi + augmentasi tradisional), metrik jelas, dataset dan split terdefinisi. --- ## Ringkasan Pertemuan 4 | Konsep | Inti | |--------|------| | RQ Formation | Problem → Gap → RQ → Hypothesis → Experiment Design | | 3 Jenis RQ | Comparison · Improvement · Exploratory | | Kriteria RQ | SMART + Testable + ada metrik kuantitatif | | Contribution | Improvement / Comparison / Novel (pilih satu, klaim eksplisit) | | H0/H1 | Null vs Alternative, falsifiable, testable, specific | | Operasionalisasi | RQ → IndepVar → DepVar → Metric → DataType → StatTest | --- ## Final Statement & Output Praktis
"Research Question bukan sekadar pertanyaan, tetapi blueprint dari eksperimen yang akan dilakukan."
### Output Praktis M4 Susun **3 dokumen akhir Fase Thinking**: 1. **Research Question** — 1 RQ yang memenuhi SMART+Testable, sesuai jenis (comparison/improvement/exploratory) 2. **Contribution Statement** — 1–2 kalimat eksplisit tentang kontribusi riset Anda 3. **Hipotesis** — H0 + H1 yang falsifiable, disertai StatTest yang direncanakan *Ketiga dokumen ini + Problem Statement (M2) + Gap Statement (M3) = fondasi proposal riset Anda.* --- ## Referensi Utama — Bab 4 - Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). *Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches* (5th ed.). SAGE Publications. - Kitchenham, B. A., Pfleeger, S. L., Pickard, L. M., Jones, P. W., Hoaglin, D. C., El Emam, K., & Rosenberg, J. (2002). Preliminary guidelines for empirical research in software engineering. *IEEE Transactions on Software Engineering, 28*(8), 721–734. - Runeson, P., & Höst, M. (2009). Guidelines for conducting and reporting case study research in software engineering. *Empirical Software Engineering, 14*(2), 131–164. - Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.