diff --git a/docs/AI-BOOK-PROMPT-TEMPLATE.md b/docs/AI-BOOK-PROMPT-TEMPLATE.md
new file mode 100644
index 0000000..ddfe636
--- /dev/null
+++ b/docs/AI-BOOK-PROMPT-TEMPLATE.md
@@ -0,0 +1,1066 @@
+# Master Prompt Template — AI Book Authoring System
+## Berdasarkan Metodologi RTI-20252-Book
+
+> Dokumen ini berisi prompt-prompt siap pakai untuk membuat buku ajar dengan
+> struktur, kualitas, dan metodologi yang identik dengan buku
+> *Riset Teknologi Informasi Berbasis OBE & Experimental Thinking*.
+>
+> Ikuti urutan tahap dari atas ke bawah. Jangan skip tahap.
+
+---
+
+## ═══ FASE 0 — ORIENTASI & KONTEKS ═══
+
+Berikan konteks ini kepada AI **di awal setiap sesi baru** sebelum prompt apapun:
+
+```
+KONTEKS PERMANEN (tempel di setiap sesi):
+
+Kamu adalah AI editor buku ajar akademik tingkat S1 Indonesia.
+Kamu memahami sistem OBE (Outcome-Based Education), KKNI Level 6,
+dan standar penulisan buku ajar Kemendikbud.
+
+Konvensi penulisan yang WAJIB diikuti:
+- Bahasa Indonesia semi-formal; istilah teknis dalam Bahasa Inggris (italic)
+- Callout boxes: 💡 Insight, ⚠️ Perhatian, 📌 Definisi, 🔧 Template, 📊 Studi Kasus, 🔥 Final Statement
+- Referensi: APA 7th Edition
+- Diagram: Mermaid flowchart (graph LR atau graph TD)
+- Penomoran: Gambar [Bab].[Nomor] (caption bawah), Tabel [Bab].[Nomor] (caption atas)
+- Ukuran bab: 15–22 halaman cetak (~3.000–5.000 kata)
+- Setiap bab WAJIB: Signature Model (1 diagram Mermaid), Opening Bridge, Closing Bridge,
+ tabel Research vs Engineering, 3-4 Cognitive Traps, 2 Studi Kasus (Basic+Advanced),
+ 1 Template Praktis, 1 Mindmap, Final Statement (🔥)
+- Tone: explanatory ("mengapa", bukan sekadar "apa")
+```
+
+---
+
+## ═══ FASE 1 — FOUNDATION FILES ═══
+
+### PROMPT 1A — MASTER ANCHOR (Buat dulu, sebelum konten apapun)
+
+```
+Buat file MASTER-ANCHOR.md untuk buku ajar berikut:
+
+IDENTITAS BUKU:
+- Judul : [JUDUL_BUKU]
+- Subjudul : [SUBJUDUL]
+- Mata Kuliah : [NAMA_MK]
+- Program Studi : [PRODI]
+- Institusi : [NAMA_INSTITUSI]
+- Level : [S1/S2] — KKNI Level [6/7/8]
+- Semester : [Semester ke-X]
+- Prasyarat : [Mata kuliah prasyarat]
+
+TUJUAN UTAMA BUKU (1 kalimat):
+[Apa yang pembaca BISA LAKUKAN setelah selesai buku ini — action verb spesifik]
+
+Buat MASTER-ANCHOR.md yang berisi:
+1. Identitas mata kuliah (tabel)
+2. Tujuan utama — termasuk ❌ BUKAN ini dan ✅ TETAPI ini
+3. Research/Learning Pipeline utama yang harus muncul di SETIAP bab
+ (urutan konsep linear, 8-12 node, misal: A → B → C → D → ...)
+4. Learning Phases (3-4 fase, masing-masing nama fase + minggu + fokus)
+5. Quality Gates (3 pertanyaan wajib yang setiap bab harus lulus)
+6. Anti-drift rules (5-7 aturan: konten apa yang TIDAK boleh masuk)
+7. Core Dichotomy yang jadi jiwa buku
+ (misal RTI: "Engineering Mindset vs Research Mindset")
+8. Bahasa & terminologi canonical (kamus mini 10-15 istilah utama)
+
+Format: Markdown dengan tabel dan callout box ⚠️ untuk anti-drift rules.
+Panjang: 3-5 halaman cetak.
+```
+
+---
+
+### PROMPT 1B — BOOK-SPEC (Setelah MASTER-ANCHOR disetujui)
+
+```
+Buat file BOOK-SPEC.md untuk buku ajar [JUDUL_BUKU].
+
+Berdasarkan MASTER-ANCHOR yang sudah dibuat, tambahkan informasi berikut:
+
+METADATA TAMBAHAN:
+- Penulis : [NAMA_PENULIS, gelar akademik]
+- Target halaman : [250-350 / sesuaikan dengan jumlah bab]
+- Jumlah bab : [N bab + front matter + back matter]
+- Bahasa : [Bahasa Indonesia / Campuran]
+- Bahasa teknis : [Bahasa Inggris italic]
+
+STRUKTUR BUKU:
+[Daftar Bagian, Bab, dan judulnya — bisa sementara]
+
+Buat BOOK-SPEC.md yang berisi:
+1. Identitas buku (tabel lengkap)
+2. Spesifikasi fisik: ukuran B5 (17.6×25cm), font, spasi, margin
+3. Struktur buku lengkap: Front Matter → Bagian I–IV (atau sesuai) → Back Matter
+4. Anatomi bab standar: 13 seksi wajib dengan kode dan nama
+5. Sistem callout/box: 6 jenis (💡⚠️📌🔧📊🔥) dengan panduan penggunaan
+6. Konvensi referensi dan kutipan
+7. Panduan gambar dan tabel
+8. Panduan Mermaid diagram (color scheme per Bagian)
+9. Style guide: ❌ contoh buruk vs ✅ contoh baik untuk 5 situasi
+10. Quality checklist per bab (15-20 item)
+
+Format: Markdown. Panjang: 4-6 halaman cetak.
+```
+
+---
+
+### PROMPT 1C — BLUEPRINT (Setelah BOOK-SPEC final)
+
+```
+Buat file BLUEPRINT.md untuk buku ajar [JUDUL_BUKU].
+
+Buku ini memiliki [N] bab yang dibagi dalam [M] Bagian:
+[Sebutkan Bagian dan topik kolomnya secara garis besar]
+
+Untuk SETIAP bab, buat blueprint dengan 8 elemen berikut:
+
+1. HEADER: Nomor bab, judul bab, minggu ke-X
+2. OBE MAPPING: Sub-CPMK, CPMK, CPL
+3. SIGNATURE MODEL: Nama model + ASCII pipeline notation
+ Format: [Konsep A] → [Konsep B] → [Konsep C] → ...
+4. KONSEP INTI: 5-7 bullet poin konsep yang WAJIB dicakup
+5. CASE STUDIES: 2 judul (Basic = situasi umum, Advanced = situasi kompleks)
+6. COGNITIVE TRAPS: 3-4 kutipan kalimat salah yang sering diucapkan pemula
+ Format: "Kalimat salah yang biasa diucapkan mahasiswa"
+7. FINAL STATEMENT: 1 kalimat filosofis penutup bab (🔥)
+ Format: kalimat yang dimulai "... bukan tentang ..., tetapi tentang ..."
+8. OUTPUT PRAKTIS: Artefak konkret yang dihasilkan mahasiswa
+
+PENTING:
+- Bab tengah satu Bagian = checkpoint integratif (UTS/UAS) — tandai
+- Setiap Final Statement harus unik dan tidak mengulang kata yang sama
+- Signature Model harus mencerminkan inti filosofi bab tersebut
+- Cognitive Traps harus khas untuk topik itu (bukan generik)
+
+Format: Markdown. Satu section per bab. Panjang total: 8-12 halaman.
+```
+
+---
+
+## ═══ FASE 2 — WRITING TEMPLATE ═══
+
+### PROMPT 2A — WRITING TEMPLATE
+
+```
+Buat file WRITING-TEMPLATE.md untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Ini adalah template yang akan digunakan untuk SETIAP bab.
+Buat scaffold 13 seksi berikut dengan panduan penulisan per seksi:
+
+SEKSI 0 — HEADER (metadata, tidak dicetak sebagai bab):
+ - Nomor dan judul bab
+ - Sub-CPMK, CPMK, CPL
+ - Learning Phase (Fase X: [nama fase])
+ - Signature Model name
+ - Ringkasan bab (1 paragraf, ~75 kata)
+
+SEKSI X.1 — PEMBUKA (~3-5 paragraf):
+ Panduan: Bridge dari bab sebelumnya → fenomena menarik →
+ pertanyaan pemantik → pertanyaan sentral bab
+
+SEKSI X.2 — SIGNATURE MODEL:
+ Panduan: 1 diagram Mermaid (graph LR atau TD) + nama "Gambar [X].1" +
+ penjelasan setiap node (3-5 kalimat tiap node)
+
+SEKSI X.3 — DEFINISI KUNCI (📌):
+ Panduan: 2-4 definisi formal dalam callout 📌,
+ format: "**[Istilah]** adalah ..."
+
+SEKSI X.4 — KONSEP INTI (~6-8 sub-bagian):
+ Panduan: Reasoning-heavy, bukan deskriptif.
+ Setiap sub-bagian: nama, penjelasan mengapa penting (2-3 paragraf),
+ minimal 1 tabel atau list terstruktur
+
+SEKSI X.5 — RESEARCH VS ENGINEERING (Tabel X.1):
+ Panduan: Tabel 2 kolom, 6-8 baris, aspek dikiri.
+ Wajib diakhiri callout 💡 Insight
+
+SEKSI X.6 — RESEARCH REALITY:
+ Panduan: 2-3 fenomena nyata dengan data/contoh konkret.
+ Setiap fenomena diakhiri 💡 insight
+
+SEKSI X.7 — COGNITIVE TRAPS (⚠️):
+ Panduan: 3-4 callout ⚠️. Format tiap trap:
+ Kutipan → Mengapa salah → Koreksi yang benar
+
+SEKSI X.8 — STUDI KASUS (📊):
+ Panduan: 2 kasus. Per kasus: konteks → ❌ pendekatan buruk →
+ ✅ pendekatan benar → tabel perbandingan → 💡 Pelajaran
+
+SEKSI X.9 — TEMPLATE PRAKTIS (🔧):
+ Panduan: 1 template fillable dalam code block.
+ Nama template: "Template [A.N] — [Nama Template]"
+ Semua field dengan garis: ____________________
+
+SEKSI X.10 — MINDMAP RINGKASAN:
+ Panduan: 1 diagram Mermaid mindmap atau graph.
+ Nama "Gambar [X].2". Radial/tree, max 3 level.
+
+SEKSI X.11 — RANGKUMAN:
+ Panduan: 5-7 bullet poin takeaway + 1 paragraf closing bridge →
+ bab berikutnya + 🔥 Final Statement (ambil dari BLUEPRINT)
+
+SEKSI X.12 — LATIHAN & REFLEKSI:
+ Panduan: 3-5 pertanyaan refleksi + 1-2 latihan menghasilkan artefak.
+ Output harus konkret, bisa dinilai.
+
+Di bawah setiap panduan seksi, berikan contoh singkat (5-10 baris)
+bagaimana penulisan yang baik vs buruk.
+
+Format: Markdown. Template ini menjadi standar yang dipatuhi setiap bab.
+```
+
+---
+
+## ═══ FASE 3 — CHAPTER WRITING ═══
+
+### PROMPT 3A — PILOT CHAPTER (Bab 1 atau bab yang paling dikuasai)
+
+```
+Tulis BAB [N] secara LENGKAP untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+WAJIB dibaca sebelum menulis:
+- MASTER-ANCHOR.md (pipeline, anti-drift rules, quality gates)
+- BOOK-SPEC.md (format, callout, konvensi)
+- WRITING-TEMPLATE.md (13-seksi scaffold)
+
+DATA BAB INI (dari BLUEPRINT):
+- Judul : [JUDUL_BAB]
+- Pertemuan : M[N]
+- OBE : Sub-CPMK [X.Y], CPMK[N], CPL[N]
+- Phase : Phase [N] — [Nama Phase]
+- Signature Model: [NAMA_MODEL] — [ASCII pipeline]
+- Konsep Inti : [daftar dari BLUEPRINT]
+- Case Study 1 : [JUDUL_KASUS_BASIC]
+- Case Study 2 : [JUDUL_KASUS_ADVANCED]
+- Cognitive Traps: [3-4 trap dari BLUEPRINT]
+- Final Statement: "[KALIMAT DARI BLUEPRINT]"
+- Output Praktis: [ARTEFAK]
+
+INSTRUKSI PENULISAN:
+1. Ikuti 13-seksi dari WRITING-TEMPLATE.md persis
+2. Signature Model WAJIB dalam Mermaid (graph LR, bernama Gambar [N].1)
+3. Cognitive Trap format: callout ⚠️, ada kutipan + koreksi
+4. Studi Kasus format: ❌ pendekatan → ✅ pendekatan → tabel → 💡 Pelajaran
+5. Template Praktis dalam code block dengan field ____________
+6. Mindmap dalam Mermaid (Gambar [N].2)
+7. Opening Bridge: sambungkan dari Bab [N-1] (atau pengantar jika Bab 1)
+8. Closing Bridge: arahkan ke Bab [N+1]
+9. Minimum 3 referensi dalam teks (format APA 7th in-text)
+10. Setiap tabel diberi Tabel [N].[M] + caption di atas
+
+QUALITY GATE (cek sebelum selesai):
+[ ] Gate 1: Apakah bab ini membuat pembaca BERPIKIR, bukan sekadar membaca?
+[ ] Gate 2: Apakah bab ini mengarah ke EKSPERIMEN, bukan teori semata?
+[ ] Gate 3: Apakah bab ini menghasilkan ARTEFAK RISET yang konkret?
+
+Target: 3.500–5.000 kata, setara 15-22 halaman cetak B5.
+Format: Markdown.
+```
+
+---
+
+### PROMPT 3B — BAB LANJUTAN (Setelah pilot chapter disetujui)
+
+```
+Tulis BAB [N] untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Ini bab ke-[N] dari [TOTAL] bab.
+
+KONTEKS BUKU SEJAUH INI:
+- Bab sebelumnya ([N-1]): [JUDUL_BAB_SEBELUMNYA] — membahas [TOPIK_SINGKAT]
+- Bab ini ([N]): [JUDUL_BAB_INI]
+- Bab berikutnya ([N+1]): [JUDUL_BAB_BERIKUTNYA]
+
+[Isi DATA BAB INI dari BLUEPRINT seperti Prompt 3A]
+
+TAMBAHAN UNTUK BAB LANJUTAN:
+- Opening Bridge WAJIB merujuk ke output/artefak dari Bab [N-1]
+- Terminologi yang sudah didefinisikan di bab sebelumnya: JANGAN definisikan ulang,
+ cukup gunakan dengan referensi "(lihat Bab [X])"
+- Studi kasus BOLEH menggunakan karakter/konteks yang sama dengan bab sebelumnya
+ untuk menciptakan narasi berkesinambungan
+
+[Lanjutkan dengan instruksi yang sama dari Prompt 3A]
+```
+
+---
+
+### PROMPT 3C — BAB INTEGRATIF / CHECKPOINT (UTS atau UAS)
+
+```
+Tulis BAB [N] — BAB INTEGRATIF (Checkpoint [UTS/UAS]) untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Bab ini BERBEDA dari bab biasa karena fungsinya adalah KONSOLIDASI,
+bukan pengenalan konsep baru.
+
+TUJUAN BAB INI:
+Mahasiswa mengintegrasikan output dari Bab [A] sampai Bab [B] menjadi
+satu dokumen/artefak yang koheren.
+
+STRUKTUR KHUSUS BAB INTEGRATIF:
+1. Pembuka: jelaskan mengapa integrasi diperlukan (bukan hanya kompilasi)
+2. Integration Map: diagram Mermaid yang menunjukkan hubungan semua konsep
+ dari bab-bab sebelumnya
+3. Koneksi Kritis: tabel 6-8 koneksi, per koneksi ada pertanyaan verifikasi
+4. Koherensi Vertikal + Horizontal: jelaskan 2 jenis koherensi
+5. Cognitive Traps KHUSUS integratif:
+ - Proposal sebagai "kumpulan bab" (bukan argumen utuh)
+ - Copy-paste methodology
+ - Optimistic timeline
+ - No possibility of failure
+6. Template Integratif: checklist yang menghubungkan semua artefak sebelumnya
+7. Rubrik evaluasi diri (4 kriteria, skala 1-3)
+8. Refleksi: "Bagian mana yang paling lemah dalam integrasimu?"
+
+TIDAK perlu: Studi Kasus terpisah, Mindmap per konsep baru.
+WAJIB: Integration Map diagram (Gambar [N].1), Checklist template.
+
+Target: 12-16 halaman (lebih pendek dari bab biasa).
+```
+
+---
+
+## ═══ FASE 4 — WORKSHEET ═══
+
+### PROMPT 4A — WORKSHEET PER BAB
+
+```
+Buat worksheet standalone WS-[NN] untuk BAB [N] buku [JUDUL_BUKU].
+
+Worksheet ini digunakan oleh mahasiswa SECARA MANDIRI, tanpa harus membuka buku.
+Karena itu, WAJIB berisi semua informasi yang dibutuhkan untuk mengerjakan latihan.
+
+DATA WORKSHEET:
+- Nomor : WS-[NN padded, misal 01, 02, dst.]
+- Bab : [N]
+- Topik : [TOPIK_BAB]
+- Template: A.[N]
+
+STRUKTUR WORKSHEET (5 seksi):
+
+## Ringkasan Materi (~1 halaman)
+Kompaksi dari konten bab:
+- Model/pipeline utama dalam ASCII atau tabel
+- Tabel perbandingan kunci (Research vs Engineering)
+- 4-6 definisi istilah penting dalam tabel
+- 3-4 aturan/prinsip (jebakan kognitif yang dibalik jadi prinsip positif)
+
+## Template A.[N] — [Nama Template] (~0.5 halaman)
+Salin persis template dari Seksi [N].9 buku, dalam code block
+
+## Latihan 1 — [Nama Latihan]
+- Instruksi spesifik
+- Tabel dengan MINIMAL 2 baris contoh yang sudah diisi (italic)
+- Sisa baris kosong untuk mahasiswa isi
+- Pertanyaan terbuka di bawah tabel
+
+## Latihan 2 — [Nama Latihan]
+[Sama dengan Latihan 1]
+
+## Latihan 3 — [Nama Latihan]
+[Sama, dengan tingkat kesulitan lebih tinggi]
+
+## Refleksi (~2 pertanyaan)
+- Pertanyaan 1: "Sebelum materi ini, apakah pernah [asumsi umum]?"
+- Pertanyaan 2: Terbuka tentang aplikasi ke riset pribadi mahasiswa
+
+PENTING:
+- Semua tabel latihan HARUS punya minimal 1 baris contoh yang sudah diisi
+ dengan teks italic (*Contoh: ...*)
+- Jangan buat tabel sepenuhnya kosong
+- Setiap latihan menghasilkan artefak yang bisa dikumpulkan dan dinilai
+
+Format: Markdown. Nama file: ws-[NN]-[slug-topik].md
+```
+
+---
+
+### PROMPT 4B — BATCH WORKSHEET (Sekaligus 4+ worksheet)
+
+```
+Buat BATCH worksheet untuk Bab [A] sampai Bab [B] dari buku [JUDUL_BUKU].
+
+Konsistensi yang WAJIB dijaga antar-worksheet:
+1. Contoh/skenario berkesinambungan — gunakan SATU konteks/domain yang sama
+ di semua worksheet (misal: semua pakai domain [DOMAIN_CONTOH])
+ sehingga mahasiswa melihat progress riset dari WS-01 sampai WS-[N]
+2. Terminologi konsisten — istilah yang sama dipakai dengan arti yang sama
+3. Template nomor berurutan (A.1, A.2, ...)
+4. Format file konsisten: ws-[NN]-[slug].md
+
+KONTEKS DOMAIN CONTOH:
+[Deskripsikan satu skenario riset yang akan digunakan sebagai benang merah
+di semua contoh worksheet. Misal: "Penelitian tentang [topik] yang membandingkan
+[metode A] vs [metode B] pada [domain]"]
+
+Buat WS-[A] sampai WS-[B] sesuai panduan Prompt 4A, menggunakan domain di atas.
+
+Output: [B-A+1] file worksheet terpisah.
+```
+
+---
+
+## ═══ FASE 5 — BACK MATTER ═══
+
+### PROMPT 5A — DAFTAR PUSTAKA
+
+```
+Buat daftar pustaka (REFERENCES.md) untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Berdasarkan referensi yang sudah dikutip dalam semua [N] bab,
+kompilasi dalam format APA 7th Edition.
+
+Persyaratan:
+- Minimum [N×3] referensi (3 per bab sebagai baseline)
+- Variasi: buku teks, jurnal internasional (Q1/Q2), prosiding, dan standar/panduan
+- Setiap referensi HARUS dikutip minimal di 1 bab (tidak ada referensi orphan)
+- Tambahkan kolom "Dikutip di Bab" (tabel terpisah sebagai indeks)
+
+Struktur:
+1. Daftar penuh APA 7th (urutan abjad)
+2. Tabel indeks: Referensi × Bab (centang)
+
+Format: Markdown. target [N×3] – [N×5] referensi.
+```
+
+---
+
+### PROMPT 5B — GLOSARIUM
+
+```
+Buat glosarium untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Kompilasi semua istilah teknis yang didefinisikan dalam callout 📌
+di semua [N] bab.
+
+Untuk setiap istilah:
+- Entri utama: **[Istilah]** (bahasa Inggris jika ada padanan)
+ *[Padanan Bahasa Indonesia jika ada]*
+ Definisi: [1-2 kalimat, semi-formal]
+ Bab: [N, M, ...]
+
+Persyaratan:
+- Minimum [N×4] istilah (4 per bab sebagai baseline)
+- Urutan abjad
+- Konsisten dengan bagaimana istilah digunakan dalam teks
+
+Format: Markdown. Target [N×4]–[N×6] entri.
+```
+
+---
+
+### PROMPT 5C — INDEKS
+
+```
+Buat indeks buku untuk [JUDUL_BUKU].
+
+Indeks harus mencakup:
+1. Nama konsep/teori/model (contoh: Signature Model, Research Pipeline)
+2. Nama metode/teknik (contoh: Paired t-test, IQR, Z-score)
+3. Referensi penulis (contoh: Creswell, 2018)
+4. Istilah kunci dari setiap bab
+5. Nama template (Template A.1, A.2, ...)
+
+Format per entri:
+**[Entri]**, [N], [M], [...]
+ *[sub-entri jika ada]*, [N]
+
+Minimum [N×5] entri utama, dengan beberapa sub-entri.
+Urutan abjad. Nomor merujuk ke nomor bab, bukan halaman
+(karena ini versi Markdown, halaman ditentukan saat layout).
+
+Format: Markdown.
+```
+
+---
+
+### PROMPT 5D — KATA PENGANTAR
+
+```
+Tulis Kata Pengantar untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Penulis: [NAMA_PENULIS], [GELAR]
+Institusi: [INSTITUSI]
+Tanggal: [KOTA], [BULAN TAHUN]
+
+Kata Pengantar yang baik memiliki 5 elemen:
+1. KONTEKS (1 paragraf): Mengapa buku ini ditulis? Kebutuhan apa yang dijawab?
+2. POSISI (1 paragraf): Apa yang membedakan buku ini dari yang lain?
+3. CARA BACA (1 paragraf): Bagaimana cara terbaik menggunakan buku ini?
+4. TERIMA KASIH (1 paragraf): Pihak yang berkontribusi
+5. HARAPAN (1 paragraf): Apa yang diharapkan dari pembaca?
+
+Tone: Hangat tapi akademik. Panjang: 400-600 kata.
+Hindari kalimat klise seperti "Buku ini jauh dari sempurna..."
+
+Format: Markdown. Diakhiri tanda tangan formal:
+
+[KOTA], [BULAN TAHUN]
+Penulis,
+
+**[NAMA_PENULIS], [GELAR]**
+```
+
+---
+
+### PROMPT 5E — TENTANG PENULIS
+
+```
+Tulis halaman Tentang Penulis untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Data penulis:
+- Nama lengkap + gelar : [NAMA, GELAR]
+- Institusi : [INSTITUSI, PRODI, FAKULTAS]
+- Bidang keahlian : [BIDANG 1, BIDANG 2, BIDANG 3]
+- Pendidikan : [S1: ..., S2: ..., S3 (jika ada): ...]
+- Publikasi utama : [3-5 karya jika ada]
+- Kontak : [email institusional]
+
+Format halaman bio akademik standar buku ajar Indonesia:
+- 1 foto placeholder (bisa diisi teks "[Foto Penulis]")
+- Paragraf 1: Pendidikan + jabatan saat ini
+- Paragraf 2: Keahlian dan bidang riset
+- Paragraf 3: Karya dan kontribusi akademik
+- Kontak
+
+Panjang: 150-250 kata.
+```
+
+---
+
+## ═══ FASE 6 — REVIEW & CONSISTENCY ═══
+
+### PROMPT 6A — AUDIT KONSISTENSI
+
+```
+Lakukan CONSISTENCY AUDIT untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Baca semua [N] bab dan periksa:
+
+1. TERMINOLOGI KONSISTENCY
+ Buat tabel: Istilah → Cara penulisan di tiap bab
+ Tandai: ✓ konsisten, ✗ inkonsisten
+
+2. BRIDGE CONTINUITY
+ Buat tabel: Bab → Opening Bridge (merujuk bab apa?) → Closing Bridge (mengarah ke bab apa?)
+ Validasi: setiap Closing Bridge Bab N = topik Opening Bridge Bab N+1
+
+3. ARTEFAK CHAIN
+ Buat tabel: Bab → Output Praktis → Digunakan di Bab
+ Validasi: output setiap bab menjadi input bab berikutnya (chain intact)
+
+4. QUALITY GATE AUDIT
+ Per bab: Gate 1 (Think) / Gate 2 (Experiment) / Gate 3 (Artefact) = Pass/Fail
+
+5. TEMPLATE NUMBERING
+ Validasi Template A.1 sampai A.[N] berurutan dan konsisten
+
+6. DIAGRAM COUNT
+ Per bab: Gambar [N].1 (Signature Model) + Gambar [N].2 (Mindmap) = ada?
+
+Laporan: 1 tabel summary per poin. Highlight ✗ untuk perbaikan.
+```
+
+---
+
+### PROMPT 6B — REVISI CHAPTER
+
+```
+Revisi BAB [N] dari buku [JUDUL_BUKU] berdasarkan temuan audit.
+
+Masalah yang ditemukan:
+[Copy temuan spesifik dari audit — jangan generik]
+
+Instruksi revisi:
+1. Jangan ubah konten/substansi yang sudah benar
+2. Fokus pada: [ASPEK YANG PERLU DIPERBAIKI]
+3. Pertahankan semua callout box, tabel, dan diagram yang sudah ada
+4. Hanya tambah/ubah bagian yang bermasalah
+
+Verifikasi setelah revisi:
+[ ] Bridge dengan bab sebelumnya/sesudahnya sudah konsisten
+[ ] Terminologi sesuai MASTER-ANCHOR
+[ ] Quality Gates masih terpenuhi
+[ ] Panjang masih dalam 15-22 halaman
+```
+
+---
+
+## ═══ PROMPT SATU-LANGKAH (Quick Start) ═══
+
+### PROMPT MEGA — Buat Seluruh Foundation Sekaligus
+
+Gunakan ini jika ingin memulai CEPAT tanpa melalui Fase 1 satu per satu.
+**Peringatan:** Hasil lebih baik jika tiap file di-review dulu sebelum lanjut.
+
+```
+Saya ingin membuat buku ajar baru dengan metodologi yang sama persis dengan
+buku "Riset Teknologi Informasi Berbasis OBE & Experimental Thinking" yang
+sudah pernah kita buat sebelumnya.
+
+INFORMASI BUKU BARU:
+Judul : [JUDUL]
+Subjudul : [SUBJUDUL]
+Mata Kuliah : [NAMA_MK]
+Penulis : [NAMA, GELAR]
+Institusi : [INSTITUSI]
+Program Studi : [PRODI]
+Level : [S1/S2], Semester [N]
+Prasyarat MK : [MK PRASYARAT]
+Jumlah bab : [N] (dibagi [M] Bagian)
+
+DAFTAR BAB (urutan + judul sementara):
+Bagian I — [Nama Phase]:
+ Bab 1: [Judul]
+ Bab 2: [Judul]
+ ...
+
+Bagian II — [Nama Phase]:
+ ...
+
+[Dan seterusnya]
+
+Tujuan utama buku: [1 kalimat action verb]
+Core dichotomy : "[Mindset A] vs [Mindset B]"
+Domain contoh worksheet: [Domain untuk semua contoh konsisten]
+
+TUGAS:
+Buat secara berurutan:
+1. MASTER-ANCHOR.md
+2. BOOK-SPEC.md
+3. BLUEPRINT.md (semua [N] bab)
+4. WRITING-TEMPLATE.md
+
+Setelah keempat file ini disetujui, saya akan minta bab satu per satu
+menggunakan Prompt 3A/3B/3C.
+
+Mulai dari MASTER-ANCHOR.md.
+```
+
+---
+
+## ═══ TIPS PENGGUNAAN ═══
+
+### Urutan yang Disarankan
+
+```
+Fase 0 → Fase 1 (1A → 1B → 1C) → Fase 2 → Fase 3 (pilot 1 bab dulu)
+→ Review pilot → Fase 3 (sisa bab) → Fase 4 (batch WS) → Fase 5 → Fase 6
+```
+
+### Tips Manajemen Context Window
+
+- Simpan MASTER-ANCHOR dan BOOK-SPEC sebagai "sticky context" yang selalu
+ ditempel di awal setiap sesi baru
+- Jangan tulis lebih dari 2 bab dalam satu sesi
+- Setelah selesai setiap bab, minta AI membuat "SUMMARY BAB [N]: 5 poin kunci"
+ dan simpan sebagai catatan untuk sesi berikutnya
+
+### Domain Contoh yang Disarankan per Jenis Buku
+
+| Jenis Buku | Domain Contoh Worksheet |
+|-----------|------------------------|
+| Riset SI/TI | Sistem rekomendasi, fraud detection, NLP |
+| Kecerdasan Buatan | Klasifikasi gambar, NLP, reinforcement learning |
+| Keamanan Siber | Intrusion detection, phishing, malware analysis |
+| Database | Query optimization, data warehousing, NoSQL vs SQL |
+| Rekayasa Perangkat Lunak | Code quality, testing, refactoring |
+| Data Science | Preprocessing pipeline, model selection, deployment |
+
+### Checklist Sebelum Commit ke Repo
+
+```
+[ ] MASTER-ANCHOR final (tidak berubah lagi)
+[ ] BOOK-SPEC final
+[ ] BLUEPRINT semua bab terisi
+[ ] WRITING-TEMPLATE final
+[ ] Pilot chapter melewati 3 Quality Gates
+[ ] Setiap bab: 2 Gambar + min 1 Tabel + min 3 Referensi
+[ ] Worksheet semua bab ada contoh di setiap tabel latihan
+[ ] Back matter: References, Glosarium, Indeks, Kata Pengantar, Bio Penulis
+[ ] Consistency Audit clean (tidak ada ✗)
+```
+
+---
+
+*Dokumen ini dibuat berdasarkan analisis metodologi buku*
+*Riset Teknologi Informasi Berbasis OBE & Experimental Thinking*
+*oleh Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. — Universitas Putra Bangsa Kebumen, 2026.*
+
+---
+
+---
+
+# LAMPIRAN — VARIAN NON-OBE
+## Panduan Adaptasi untuk Buku Tanpa CPL/CPMK
+
+> Gunakan bagian ini jika buku yang dibuat **bukan buku ajar kurikulum formal**,
+> melainkan: buku referensi umum, buku populer-ilmiah, panduan praktisi,
+> buku monografi, atau buku ajar mandiri tanpa akreditasi OBE.
+>
+> **Semua standar kualitas konten tetap sama.**
+> Yang berubah hanya *sistem akuntabilitas pembelajaran* — dari OBE metrics
+> ke Reader-Outcome metrics.
+
+---
+
+## Prinsip Dasar: Apa yang Diganti, Apa yang Tetap
+
+| Elemen | Buku OBE (versi asli) | Buku Non-OBE (varian ini) |
+|--------|----------------------|--------------------------|
+| Tujuan pembelajaran | CPL + CPMK + Sub-CPMK | **Reader Outcome**: apa yang pembaca BISA LAKUKAN |
+| Penanda kompetensi | KKNI Level 6/7 | **Difficulty Level**: Pemula / Menengah / Mahir |
+| Artefak output | "Output Praktis" (dinilai dosen) | **Takeaway Artefact** (digunakan pembaca sendiri) |
+| Checkpoint bab | UTS / UAS integratif | **Synthesis Chapter** (integrasi tanpa nilai) |
+| Template bab | Header OBE (Sub-CPMK, CPMK, CPL) | **Header Ringkas** (Topik, Fase, Reader Outcome) |
+| Latihan akhir bab | "Latihan & Refleksi" (diserahkan) | **Latihan & Refleksi** (self-directed, tidak dikumpul) |
+| Quality Gates | Think / Experiment / Artefact | **Think / Apply / Reflect** |
+
+**Yang TETAP SAMA:**
+- 13-seksi scaffold per bab
+- Signature Model (1 Mermaid per bab)
+- Cognitive Traps (3-4 per bab)
+- Studi Kasus Bad/Good (2 per bab)
+- Template Praktis dalam code block
+- Mindmap Ringkasan
+- Opening + Closing Bridge
+- Final Statement 🔥
+- Callout system (💡⚠️📌🔧📊🔥)
+- APA 7th referensi
+- Glosarium, Indeks, Back Matter lengkap
+
+---
+
+## Panduan Penggantian Elemen per Elemen
+
+### 1. Ganti Header Bab OBE → Header Non-OBE
+
+**Versi OBE (original):**
+```
+Sub-CPMK : 1.1
+CPMK : CPMK01
+CPL : CPL03
+```
+
+**Versi Non-OBE (ganti dengan):**
+```
+Topik : [Nama topik bab]
+Fase : Fase [N] — [Nama Fase]
+Reader Outcome : Setelah bab ini, pembaca mampu [kata kerja aktif + objek spesifik]
+Level : [Pemula / Menengah / Mahir]
+Prasyarat Bab : Bab [N-1] atau [Tidak ada]
+```
+
+**Contoh isi Reader Outcome yang baik vs buruk:**
+```
+❌ Buruk: "Pembaca memahami konsep riset"
+✅ Baik : "Pembaca mampu merumuskan problem statement yang spesifik,
+ terukur, dan dapat diuji secara empiris"
+```
+
+---
+
+### 2. Ganti Output Praktis → Takeaway Artefact
+
+**Versi OBE:** "Output Praktis: Problem statement yang diserahkan untuk penilaian"
+
+**Versi Non-OBE:** Gunakan format ini di akhir setiap bab:
+
+```
+## Takeaway Artefact — Bab [N]
+
+Setelah membaca bab ini, Anda siap membuat:
+**[Nama artefak]** — [deskripsi 1 kalimat]
+
+Gunakan Template [A.N] di halaman [X] sebagai panduan.
+
+Self-check:
+[ ] Saya bisa menjelaskan [Konsep A] tanpa membuka buku
+[ ] Artefak saya memenuhi kriteria [KriteriaA], [KriteriaB], [KriteriaC]
+[ ] Saya tahu bagaimana artefak ini digunakan di Bab [N+1]
+```
+
+---
+
+### 3. Ganti Quality Gates OBE → Quality Gates Non-OBE
+
+**Versi OBE:**
+```
+Gate 1: Apakah bab ini membuat pembaca BERPIKIR?
+Gate 2: Apakah bab ini mengarah ke EKSPERIMEN?
+Gate 3: Apakah bab ini menghasilkan ARTEFAK RISET?
+```
+
+**Versi Non-OBE (sesuaikan dengan jenis buku):**
+
+Untuk buku **referensi/panduan praktisi:**
+```
+Gate 1 (THINK) : Apakah bab ini mengubah cara pembaca memandang [topik]?
+Gate 2 (APPLY) : Apakah pembaca bisa langsung menerapkan konsep ini hari ini?
+Gate 3 (REFLECT) : Apakah ada self-check yang membuat pembaca sadar di level mana mereka?
+```
+
+Untuk buku **populer-ilmiah:**
+```
+Gate 1 (ENGAGE) : Apakah ada hook yang membuat pembaca ingin terus membaca?
+Gate 2 (INSIGHT) : Apakah ada minimal 1 insight yang mengejutkan atau counter-intuitive?
+Gate 3 (SHARE) : Apakah ada sesuatu yang pembaca ingin ceritakan ke orang lain?
+```
+
+Untuk buku **monografi/buku ajar mandiri:**
+```
+Gate 1 (DEPTH) : Apakah bab ini menjelaskan "mengapa" bukan hanya "apa"?
+Gate 2 (CONNECT) : Apakah koneksi ke bab lain eksplisit?
+Gate 3 (PRODUCE) : Apakah pembaca menghasilkan sesuatu yang konkret?
+```
+
+---
+
+## PROMPT NON-OBE — FASE 0: Konteks Permanen
+
+```
+KONTEKS PERMANEN — BUKU NON-OBE (tempel di setiap sesi baru):
+
+Kamu adalah AI editor buku [JENIS_BUKU: referensi / populer-ilmiah / panduan praktisi].
+Buku ini TIDAK menggunakan sistem OBE/CPL/CPMK.
+Standar kualitas konten tetap setara buku ajar akademik.
+
+Konvensi yang WAJIB diikuti (sama dengan versi OBE):
+- Bahasa: [Indonesia semi-formal / Indonesia formal / campuran]
+- Callout boxes: 💡 Insight, ⚠️ Perhatian, 📌 Definisi, 🔧 Template, 📊 Studi Kasus, 🔥 Final Statement
+- Referensi: APA 7th Edition (tetap diperlukan untuk kredibilitas)
+- Diagram: Mermaid flowchart
+- Penomoran: Gambar [Bab].[N] + Tabel [Bab].[N]
+- Setiap bab WAJIB: Signature Model, Opening/Closing Bridge, Cognitive Traps (3-4),
+ Studi Kasus (2: Basic+Advanced), Template Praktis, Mindmap, Final Statement 🔥
+
+Yang BERBEDA dari versi OBE:
+- Header bab: Reader Outcome + Level (bukan Sub-CPMK/CPMK/CPL)
+- Quality Gates: Think/Apply/Reflect (bukan Think/Experiment/Artefact)
+- Akhir bab: Takeaway Artefact + Self-check (bukan Output Praktis untuk dosen)
+- Tone: [sesuaikan: lebih conversational jika populer, tetap semi-formal jika referensi]
+```
+
+---
+
+## PROMPT NON-OBE 1A — MASTER ANCHOR
+
+```
+Buat file MASTER-ANCHOR.md untuk buku [JUDUL_BUKU].
+
+Ini BUKAN buku ajar OBE. Tidak ada CPL/CPMK/Sub-CPMK.
+Ganti semua referensi OBE dengan Reader Outcome Framework.
+
+IDENTITAS BUKU:
+- Judul : [JUDUL]
+- Subjudul : [SUBJUDUL]
+- Jenis : [Referensi / Panduan Praktisi / Populer-Ilmiah / Monografi]
+- Penulis : [NAMA, GELAR]
+- Target Pembaca : [Deskripsi pembaca: siapa, latar belakang, tujuan membaca]
+- Level Buku : [Pemula / Menengah / Mahir / Mixed]
+- Konteks Baca : [Mandiri / Pendamping kuliah / Referensi profesional]
+
+TUJUAN UTAMA (1 kalimat, action verb):
+[Apa yang pembaca BISA LAKUKAN setelah selesai buku ini]
+
+Buat MASTER-ANCHOR.md yang berisi:
+1. Identitas buku (tabel)
+2. Reader Profile: siapa pembaca ideal, pengetahuan awal yang diasumsikan
+3. Tujuan utama — ❌ BUKAN ini dan ✅ TETAPI ini
+4. Central Pipeline: urutan konsep yang jadi tulang punggung buku
+ (8-12 node linear: Konsep A → B → C → ...)
+5. Learning Phases (3-4 fase, nama fase + bab-bab yang tercakup + fokus)
+6. Quality Gates Non-OBE (3 gates sesuai jenis buku: Think/Apply/Reflect)
+7. Anti-drift rules (5-7 aturan konten yang TIDAK boleh masuk)
+8. Core Dichotomy yang jadi jiwa buku
+ (misal: "Cara lama vs cara yang terbukti lebih baik")
+9. Kamus terminologi canonical (10-15 istilah, artinya dalam konteks buku ini)
+
+Format: Markdown dengan tabel dan callout ⚠️.
+Panjang: 3-5 halaman cetak.
+```
+
+---
+
+## PROMPT NON-OBE 1C — BLUEPRINT (Versi Non-OBE)
+
+```
+Buat file BLUEPRINT.md untuk buku [JUDUL_BUKU] (Non-OBE).
+
+Untuk SETIAP bab, buat blueprint dengan 8 elemen — versi Non-OBE:
+
+1. HEADER: Nomor bab, judul bab, fase, level (Pemula/Menengah/Mahir)
+2. READER OUTCOME: "Setelah bab ini, pembaca mampu [kata kerja + objek spesifik]"
+ (GANTI OBE MAPPING — ini pengganti CPL/CPMK)
+3. SIGNATURE MODEL: Nama model + ASCII pipeline notation
+4. KONSEP INTI: 5-7 poin konsep yang wajib dicakup
+5. CASE STUDIES: 2 judul (Basic + Advanced)
+6. COGNITIVE TRAPS: 3-4 kutipan kalimat salah yang sering muncul
+7. FINAL STATEMENT: 1 kalimat filosofis 🔥
+8. TAKEAWAY ARTEFACT: Apa yang pembaca hasilkan + kriteria self-check (3 item)
+
+KONTRAS dengan OBE:
+- Tidak ada Sub-CPMK/CPMK/CPL
+- Tidak ada checkpoint UTS/UAS — ganti dengan SYNTHESIS CHAPTER
+ (bab konsolidasi tanpa konteks penilaian)
+- Tidak ada "diserahkan ke dosen" — semua artefak untuk pembaca sendiri
+
+Format: Markdown. Satu section per bab.
+```
+
+---
+
+## PROMPT NON-OBE 3A — PILOT CHAPTER (Versi Non-OBE)
+
+```
+Tulis BAB [N] secara LENGKAP untuk buku [JUDUL_BUKU] (Non-OBE).
+
+DATA BAB INI (dari BLUEPRINT):
+- Judul : [JUDUL_BAB]
+- Fase : Fase [N] — [Nama Fase]
+- Level : [Pemula / Menengah / Mahir]
+- Reader Outcome : [dari BLUEPRINT — GANTI OBE]
+- Signature Model : [NAMA_MODEL] — [ASCII pipeline]
+- Konsep Inti : [daftar]
+- Case Study 1 : [Basic]
+- Case Study 2 : [Advanced]
+- Cognitive Traps : [3-4]
+- Final Statement : "[🔥 dari BLUEPRINT]"
+- Takeaway Artefact: [dari BLUEPRINT]
+
+INSTRUKSI PENULISAN (identik dengan versi OBE KECUALI poin 2 dan 10):
+1. Ikuti 13-seksi scaffold persis
+2. Header bab: Reader Outcome + Level (BUKAN Sub-CPMK/CPMK/CPL)
+3. Signature Model dalam Mermaid (Gambar [N].1)
+4. Cognitive Traps: callout ⚠️, kutipan + koreksi
+5. Studi Kasus: ❌ → ✅ → tabel → 💡 Pelajaran
+6. Template Praktis dalam code block
+7. Mindmap Mermaid (Gambar [N].2)
+8. Opening Bridge dari bab sebelumnya
+9. Closing Bridge ke bab berikutnya
+10. Akhir bab: Takeaway Artefact + Self-check (BUKAN "Output Praktis")
+11. Minimum 3 referensi APA 7th
+12. Tabel: Tabel [N].[M] + caption
+
+QUALITY GATES NON-OBE (cek sebelum selesai):
+[ ] Gate 1 (THINK) : Apakah bab ini mengubah cara pembaca memandang topik?
+[ ] Gate 2 (APPLY) : Apakah pembaca bisa menerapkan langsung setelah membaca?
+[ ] Gate 3 (REFLECT) : Apakah self-check membuat pembaca sadar posisi mereka?
+
+Target: 3.500–5.000 kata, setara 15-22 halaman B5.
+```
+
+---
+
+## PROMPT NON-OBE 3C — SYNTHESIS CHAPTER (Pengganti Bab Integratif OBE)
+
+```
+Tulis SYNTHESIS CHAPTER untuk buku [JUDUL_BUKU] — Bab [N].
+
+INI BUKAN UTS/UAS. Ini adalah bab konsolidasi mandiri — pembaca
+mengintegrasikan pemahaman sendiri, tidak ada penilaian eksternal.
+
+Perbedaan dengan Bab Integratif OBE:
+- HAPUS semua referensi ke "proposal", "diserahkan", "nilai", "ujian"
+- GANTI dengan framing: "sebelum lanjut, pastikan fondasi Anda kokoh"
+- Rubrik di sini = rubrik SELF-ASSESSMENT, bukan rubrik penilaian dosen
+
+STRUKTUR KHUSUS SYNTHESIS CHAPTER:
+1. Pembuka: "Di titik ini, Anda sudah..." (recap journey, bukan briefing ujian)
+2. Synthesis Map: Mermaid diagram yang menghubungkan semua konsep Bab [A]–[B]
+3. Koneksi Kritis: tabel koneksi antar-konsep + pertanyaan verifikasi mandiri
+4. Self-Assessment Rubrik (4 kriteria, skala 1-3):
+ - Kriteria berbasis "bisa saya lakukan", bukan "nilai yang diberikan"
+5. "Sebelum Lanjut" Checklist: 8-10 item yang pembaca centang sendiri
+6. Jika belum siap: panduan mini untuk mengulang bagian mana
+7. Closing: "Dengan fondasi ini, kita siap memasuki..."
+
+TIDAK ADA: referensi ke dosen/penguji, deadline, nilai, format pengumpulan.
+
+Target: 10-14 halaman.
+```
+
+---
+
+## PROMPT NON-OBE 4A — WORKSHEET (Versi Non-OBE)
+
+```
+Buat worksheet WS-[NN] untuk BAB [N] buku [JUDUL_BUKU] (Non-OBE).
+
+Worksheet ini adalah ALAT LATIHAN MANDIRI pembaca.
+Tidak ada kolom "Nama / NIM / Tanggal Dikumpulkan".
+
+PERBEDAAN dari versi OBE:
+- Header: "Latihan Mandiri — Bab [N]: [Topik]" (bukan "Worksheet WS-NN")
+- Tidak ada kolom identitas mahasiswa
+- Instruksi latihan: "Anda" bukan "Mahasiswa"
+- Akhir worksheet: Self-check (bukan "Rubrik Penilaian")
+- Tidak ada "Kumpulkan ke dosen / upload ke LMS"
+
+STRUKTUR TETAP SAMA:
+## Ringkasan Materi
+## Template A.[N]
+## Latihan 1, 2, 3
+## Refleksi
+
+TAMBAHAN DI AKHIR (mengganti rubrik penilaian):
+## Self-Check
+- [ ] Saya bisa menjelaskan [konsep utama] dalam 2 kalimat
+- [ ] Template saya memenuhi: [kriteria 1], [kriteria 2], [kriteria 3]
+- [ ] Saya siap menggunakan hasil latihan ini di Bab [N+1]
+
+Format: Markdown. Nama file: ch[NN]-[slug-topik]-exercise.md
+(atau ws-[NN]-[slug].md jika ingin konsisten dengan format OBE)
+```
+
+---
+
+## Tabel Perbedaan Lengkap: OBE vs Non-OBE
+
+| Aspek | Versi OBE | Versi Non-OBE |
+|-------|-----------|---------------|
+| Header bab | Sub-CPMK / CPMK / CPL | Reader Outcome + Level |
+| Quality Gates | Think / Experiment / Artefact | Think / Apply / Reflect |
+| Akhir bab | Output Praktis (dikumpulkan) | Takeaway Artefact + Self-check |
+| Bab konsolidasi | UTS / UAS Checkpoint | Synthesis Chapter |
+| Worksheet header | Nama / NIM / Kelas | Tidak ada identitas |
+| Worksheet penutup | Rubrik Penilaian | Self-check mandiri |
+| Referensi ke nilai | "Dikumpulkan", "Dinilai" | "Digunakan", "Diterapkan" |
+| Tone latihan | "Mahasiswa diminta..." | "Anda diminta..." / "Coba..." |
+| Referensi APA | Wajib | Wajib (kredibilitas tetap) |
+| Semua elemen lain | Sama | **Sama persis** |
+
+---
+
+## Contoh Konversi: Satu Blueprint Bab
+
+**Versi OBE:**
+```
+Bab 2 — Problem Formulation
+Sub-CPMK : 1.2
+CPMK : CPMK01
+CPL : CPL03
+Output Praktis: Problem statement (dikumpulkan, dinilai dengan rubrik Bab 2)
+```
+
+**Versi Non-OBE:**
+```
+Bab 2 — Problem Formulation
+Reader Outcome: Setelah bab ini, pembaca mampu mengubah topik umum menjadi
+ problem statement yang spesifik, terukur, dan siap diteliti
+Level : Pemula → Menengah
+Takeaway Artefact: Problem statement untuk topik riset Anda sendiri
+Self-check :
+ [ ] Problem statement saya menjawab "apa masalahnya", bukan "apa solusinya"
+ [ ] Ada data/fakta yang membuktikan masalah ini nyata
+ [ ] Masalah bisa diukur dan diuji secara empiris
+```
+
+---
+
+*Lampiran Non-OBE ditambahkan April 2026.*
+*Metodologi inti tetap identik — hanya sistem akuntabilitas pembelajaran yang disesuaikan.*
diff --git a/slide/slide-01-research-mindset.md b/slide/slide-01-research-mindset.md
new file mode 100644
index 0000000..0f2b7ef
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-01-research-mindset.md
@@ -0,0 +1,1396 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 1 — Research Mindset in IT
+
+## Etika Penelitian, Validitas, dan Paradigma
+
+*Pertemuan 1 (M1) | Sub-CPMK 1.1 | CPMK01 | CPL03*
+
+Fase: **Thinking** (M1–M4) · Bagian I: Foundation
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 1
+
+1. Pertanyaan Pemantik — Engineer vs Peneliti
+2. Research Trust Model — rantai kepercayaan ilmiah
+3. Etika: penjaga validitas, bukan sekadar moral
+4. Tiga jenis validitas
+5. Paradigma penelitian: Positivisme, Interpretivisme, Pragmatisme
+6. Cognitive Traps — jebakan berpikir umum
+7. Studi Kasus
+8. Output Praktis Pertemuan 1
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Membedakan pola pikir **engineer** dan **peneliti**
+- Menjelaskan **Research Trust Model** dan risiko distorsi di setiap tahap
+- Mengidentifikasi 3 jenis **validitas**: internal, external, construct
+- Menjelaskan peran **etika** dalam menjaga integritas ilmiah
+- Menentukan **paradigma** penelitian yang sesuai untuk studi kasus TI
+
+> Sub-CPMK 1.1 → Menunjukkan pemahaman paradigma riset dalam TI (CPL03)
+
+---
+
+## Pertanyaan Pemantik
+
+Seorang developer menyelesaikan sistem deteksi plagiarisme berbasis NLP.
+Demo berjalan lancar. Sistem melaporkan: **akurasi 87%**.
+
+> Apakah 87% itu **benar**?
+
+Pertanyaan reviewer:
+- 87% terhadap *data training* atau dunia nyata?
+- Konsisten pada 1.000 dokumen dari domain berbeda?
+- Ada bias dalam proses pengumpulan data?
+- Apa *baseline*-nya?
+
+**Inilah batas antara Engineer dan Peneliti.**
+
+---
+
+## Research Trust Model
+
+*Rantai kepercayaan dari Realitas ke Pengetahuan — setiap panah = titik rawan distorsi*
+
+
+
+**Reality** → Data → Processing → Analysis → Inference → **Knowledge**
+
+
+
+| Transisi | Bahaya Distorsi |
+|----------|----------------|
+| Reality → Data | Sampling bias, instrumen tidak dikalibrasi |
+| Data → Processing | Keputusan outlier & normalisasi mengubah makna |
+| Processing → Analysis | Asumsi statistik dilanggar |
+| Analysis → Inference | Overgeneralisasi, logical fallacy |
+| Inference → Knowledge | Peer review bypass, selective reporting |
+
+> **Etika** mencegah distorsi yang **disengaja**. **Validitas** mendeteksi distorsi yang **tidak disengaja**.
+
+---
+
+## Etika: Penjaga Validitas Ilmiah
+
+Bukan sekadar "jangan plagiat" — etika menjaga integritas seluruh rantai penelitian.
+
+| Pelanggaran | Contoh Konkret | Dampak |
+|-------------|---------------|--------|
+| **Fabrikasi** | Membuat data fiktif | Hasil tidak bisa direplikasi |
+| **Falsifikasi** | Membuang outlier agar p < 0.05 | Kesimpulan menyesatkan |
+| **Selective reporting** | Hanya laporkan eksperimen yang berhasil | Publication bias |
+| **p-hacking** | Ganti metrik berulang sampai dapat p < 0.05 | False positive |
+| **HARKing** | Hipotesis dibuat *setelah* melihat data | Inversi proses ilmiah |
+
+**Prinsip etika utama** *(Resnik, 2020)*: Kejujuran · Kehati-hatian · Keterbukaan · Integritas
+
+---
+
+## Tiga Jenis Validitas
+
+*(Shadish, Cook & Campbell, 2002)*
+
+| Tipe Validitas | Pertanyaan Kunci | Ancaman Umum |
+|---------------|-----------------|--------------|
+| **Internal validity** | Apakah hubungan sebab-akibat ini benar? | *Confounding variables*, history effect |
+| **External validity** | Bisa digeneralisasi ke populasi lain? | Dataset terlalu sempit, domain spesifik |
+| **Construct validity** | Kita mengukur konsep yang tepat? | Metrik tidak merepresentasikan konsep |
+
+> **Insight:** Model ML akurasi 98% bisa memiliki **external validity rendah** jika hanya diuji pada satu dataset yang tidak representatif terhadap distribusi nyata.
+
+**Tambahan:** *Conclusion validity* — apakah ada cukup bukti statistik untuk menarik kesimpulan?
+
+---
+
+## Paradigma Penelitian
+
+*(Creswell & Creswell, 2018)*
+
+| Paradigma | Asumsi Realitas | Metode Utama | Cocok untuk TI |
+|-----------|----------------|-------------|---------------|
+| **Positivisme** | Realitas objektif, bisa diukur | Kuantitatif, eksperimen | Benchmark, performa sistem |
+| **Interpretivisme** | Realitas dikonstruksi sosial | Kualitatif, wawancara | UX research, adopsi teknologi |
+| **Pragmatisme** | Kebenaran = yang berguna | Mixed methods | Evaluasi sistem + usability |
+
+**Posisi mata kuliah ini:** Positivisme + Design Science
+
+> Design Science Research: membuat dan mengevaluasi *artefak* (sistem, model, metode) sebagai bentuk kontribusi ilmiah — menggabungkan membangun (*build*) dengan membuktikan (*evaluate*).
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Jebakan Berpikir Peneliti Pemula
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 1
+
+**"Angka tinggi = benar"**
+Akurasi 98% dari dataset imbalance (95% kelas negatif) tidak bermakna. Butuh F1, AUC, confusion matrix.
+
+**"Data itu netral"**
+Data dikumpulkan oleh manusia, melalui instrumen buatan manusia — bias selalu bisa masuk di setiap tahap.
+
+**"Kalau sistemnya jalan, berarti benar"**
+Sistem berfungsi ≠ klaim tentang sistem valid. Ini perbedaan mendasar engineer vs peneliti.
+
+**"Kegagalan tidak perlu dilaporkan"**
+Kegagalan adalah data — bahkan lebih informatif dari keberhasilan. Wajib didokumentasikan.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Manipulasi Dataset (Basic)
+
+**Konteks:** Mahasiswa membangun model klasifikasi teks dengan akurasi 99%.
+
+Masalah: Data train dan data test adalah subset dari corpus yang sama dan dipreprocess bersama-sama (*data leakage*). Model "hafal" data test, bukan belajar dari pola.
+
+**Gejala yang terlewat:**
+- Performa di data baru: 61%
+- Training loss vs validation loss gap sangat kecil (tidak wajar)
+
+Solusi: Lakukan **train/validation/test split** sebelum _preprocessing_ apapun. Gunakan held-out test set yang benar-benar tidak tersentuh selama pengembangan.
+
+> Kunci: urutan operasi dalam pipeline ML menentukan validitas hasil.
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — AI Bias (Advanced)
+
+**Konteks:** Model screening CV untuk rekrutmen — performa teknis baik, tapi bias gender tersembunyi.
+
+Masalah: Model dilatih pada data historis perusahaan yang memang bias (lebih banyak merekrut pria untuk posisi teknis). Model belajar mereplikasi bias ini. Akurasi keseluruhan: 89% — tetapi *false rejection rate* kandidat perempuan 3× lebih tinggi.
+
+Solusi:
+1. Tambahkan **fairness metrics** (demographic parity, equalized odds)
+2. Audit distribusi training data
+3. Fairness constraint dalam objective function
+4. Human-in-the-loop untuk keputusan final
+
+---
+
+## Research vs Engineering — Perbedaan Fundamental
+
+| Aspek | Engineering Mindset | Research Mindset |
+|-------|--------------------|--------------------|
+| Pertanyaan | "Bagaimana membuatnya bekerja?" | "Apakah klaim ini benar?" |
+| Standar sukses | "Sistemnya berjalan" | "Validitasnya terbukti" |
+| Terhadap kegagalan | Dihindari, disembunyikan | Dilaporkan, dianalisis |
+| Output utama | Produk/aplikasi | Pengetahuan yang terverifikasi |
+| Standar penerimaan | Functional requirement | Peer review + replikasi |
+| Sumber kebenaran | Testing fungsional | Eksperimen terkontrol + statistik |
+
+> Mata kuliah RTI melatih Anda untuk menambahkan **research mindset** di atas engineering mindset yang sudah Anda miliki.
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 1
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Research Trust Model | Reality → Data → Processing → Analysis → Inference → Knowledge |
+| Etika | Mencegah distorsi **disengaja** (fabrikasi, falsifikasi, p-hacking) |
+| Validitas | Internal (kausalitas), External (generalisasi), Construct (ketepatan ukur) |
+| Paradigma | Positivisme + Design Science (posisi MK ini) |
+| Mindset shift | Engineer membangun → Peneliti **membuktikan** |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Penelitian bukan tentang mendapatkan hasil, tetapi tentang memastikan hasil tersebut dapat dipercaya."
+
+
+### Output Praktis M1
+
+Buat **esai analisis** (min. 400 kata):
+
+1. Identifikasi **1 kasus nyata** di dunia TI yang melanggar etika penelitian (boleh dari berita, paper retracted, atau studi kasus terkenal)
+2. Jelaskan validitas **mana yang terganggu** dan mengapa
+3. Tentukan **paradigma penelitian** yang paling tepat untuk kasus tersebut
+
+*Format: narasi, bukan bullet points. Cantumkan minimal 2 referensi APA 7th.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 1
+
+- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). *Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches* (5th ed.). SAGE Publications.
+
+- Resnik, D. B. (2020). *What is ethics in research & why is it important?* National Institute of Environmental Health Sciences. https://www.niehs.nih.gov/research/resources/bioethics/whatis
+
+- Shadish, W. R., Cook, T. D., & Campbell, D. T. (2002). *Experimental and quasi-experimental designs for generalized causal inference*. Houghton Mifflin.
+
+- Wieringa, R. J. (2014). *Design science methodology for information systems and software engineering*. Springer.
diff --git a/slide/slide-02-problem-formulation.md b/slide/slide-02-problem-formulation.md
new file mode 100644
index 0000000..5620d4b
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-02-problem-formulation.md
@@ -0,0 +1,1430 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 2 — Problem Formulation & System Context
+
+## Merumuskan Masalah Riset dari Fenomena TI
+
+*Pertemuan 2 (M2) | Sub-CPMK 1.2 | CPMK01 | CPL03 + CPL06*
+
+Fase: **Thinking** (M1–M4) · Bagian I: Foundation
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 2
+
+1. Dari mana penelitian dimulai?
+2. Problem Formation Model — proses transformasi masalah
+3. Problem Quality Model — 5 kriteria masalah yang layak diteliti
+4. Topic vs Problem vs Research Problem
+5. Symptom vs Root Cause — menggali ke akar
+6. System Thinking dalam konteks riset TI
+7. Operasionalisasi: Problem → Variable → Metric
+8. Cognitive Traps & Studi Kasus
+9. Output Praktis: Problem Statement
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Membedakan **topik**, **masalah**, dan **masalah riset** secara presisi
+- Mengidentifikasi **gejala vs akar masalah** dalam fenomena TI
+- Mendeskripsikan **konteks sistem** (Input-Process-Output-Outcome-Constraints-Stakeholders)
+- Mentransformasi fenomena TI menjadi **researchable problem** yang terukur
+- Memvalidasi problem statement dengan **5 kriteria kualitas**
+
+> Sub-CPMK 1.2 → Merumuskan masalah riset dari fenomena TI (CPL03 + CPL06)
+
+---
+
+## Pertanyaan Pemantik
+
+Bab 1 membagun fondasi berpikir: *Curious → Critical → Systematic*.
+
+Sekarang pertanyaannya: **dari mana penelitian dimulai?**
+
+> Bukan dari metode.
+> Bukan dari dataset.
+> Bukan dari tool atau teknologi yang ingin digunakan.
+>
+> **Penelitian dimulai dari MASALAH.**
+
+Tapi "masalah riset" bukan sekadar keluhan:
+- *"Website kampus lambat"* → keluhan
+- *"Waktu respons meningkat 340% saat concurrent user > 500, belum ada studi tentang caching strategy X di arsitektur monolitik akademik"* → masalah riset
+
+**Perbedaannya: presisi, konteks sistem, dan testability.**
+
+---
+
+## Problem Formation Model
+
+*Dari Realitas ke Variabel Terukur*
+
+
+
+**Reality** → Observed Issue → Diagnosed Problem → Researchable Problem → **Measurable Variable**
+
+(Symptom) (Root Cause) (Scoped & Bounded) (Operationalized)
+
+
+
+| Tahap | Fungsi | Pertanyaan yang Dijawab |
+|-------|--------|------------------------|
+| **Reality** | Fenomena dunia nyata | Apa yang terjadi di lapangan? |
+| **Observed Issue** | Pengamatan awal (gejala) | Apa yang terlihat "tidak beres"? |
+| **Diagnosed Problem** | Akar masalah setelah investigasi | Mengapa itu terjadi? |
+| **Researchable Problem** | Masalah + gap literatur + batasan | Apakah ini layak diteliti? |
+| **Measurable Variable** | Variabel yang bisa diuji | Bagaimana mengukurnya? |
+
+> Kesalahan paling umum: melompat langsung dari **Reality ke Measurable Variable** — melewati analisis akar masalah dan literatur gap.
+
+---
+
+## Problem Quality Model — 5 Kriteria
+
+Setiap masalah riset harus lulus 5 kriteria ini:
+
+| Kriteria | Pertanyaan Uji | Gagal jika... |
+|----------|---------------|--------------|
+| **Clarity** | Bisa dipahami tanpa ambiguitas? | Tidak jelas siapa/apa/di mana/kapan |
+| **Measurability** | Ada metrik yang bisa diukur? | Hanya bisa dinilai secara subjektif |
+| **Relevance** | Ada gap di literatur? | Sudah terjawab penuh sebelumnya |
+| **Testability** | Bisa dieksperimenkan? | Terlalu luas, tidak feasible |
+| **Impact** | Ada kontribusi nyata? | Tidak ada yang peduli dengan jawabannya |
+
+> Jika masalah tidak lulus semua 5 kriteria → ulangi proses formasi. Lebih baik 1 minggu perbaiki masalah daripada 1 semester meneliti masalah yang salah.
+
+---
+
+## Topic vs Problem vs Research Problem
+
+| Level | Analogi | Contoh TI |
+|-------|---------|-----------|
+| **Topik** | "Ada masalah di kota ini" | "Keamanan IoT" |
+| **Masalah** | "Jalan berlubang di KM 5" | "MQTT tidak terenkripsi pada IoT rumahan" |
+| **Masalah Riset** | "Lubang di KM 5 disebabkan drainase gagal; belum ada studi material X untuk kondisi ini" | "Belum ada studi yang membandingkan overhead TLS 1.3 vs DTLS pada MQTT di perangkat resource-constrained (RAM < 64KB)" |
+
+**Research Problem memiliki 3 elemen yang tidak dimiliki masalah biasa:**
+1. **Gap** — "belum ada studi yang..."
+2. **Variabel terukur** — "overhead (ms, KB)"
+3. **Batasan konteks** — "resource-constrained, RAM < 64KB"
+
+---
+
+## Symptom vs Root Cause
+
+Dalam riset TI, apa yang terlihat di permukaan bukan selalu masalah yang sebenarnya.
+
+| Yang Diamati (Gejala) | Akar Masalah (Dugaan) | Masalah Riset |
+|----------------------|----------------------|---------------|
+| "Pengguna mengeluh aplikasi lambat" | Query DB tidak terindeks → full table scan | Efektivitas composite index pada tabel 2M record PostgreSQL dalam skenario concurrent read |
+| "Model ML performa menurun di produksi" | Training-serving skew (distribusi data berbeda) | Deteksi & mitigasi data drift pada pipeline ML streaming real-time |
+| "Pengguna meninggalkan fitur baru" | Friction di onboarding flow | Korelasi antara kompleksitas UI dan user retention pada aplikasi mobile F&B |
+
+> Teknik menggali akar masalah: **5 Whys**, **Fishbone Diagram**, **Root Cause Analysis** — sebelum masuk ke literatur.
+
+---
+
+## System Thinking dalam Riset TI
+
+Masalah riset TI selalu terikat pada **sistem**. Tanpa memahami sistem, masalah jadi abstrak dan tidak bisa dieksperimenkan.
+
+```
+Input → [Process] → Output → Outcome
+ |
+ Constraints
+ |
+ Stakeholders
+```
+
+| Komponen | Contoh (Studi Rekomendasi Film) |
+|----------|---------------------------------|
+| **Input** | Riwayat tontonan pengguna, rating, metadata konten |
+| **Process** | Algoritma collaborative filtering |
+| **Output** | Daftar 10 film yang direkomendasikan |
+| **Outcome** | Pengguna puas, waktu tonton meningkat (atau tidak) |
+| **Constraints** | Latency < 200ms, privasi data, cold-start problem |
+| **Stakeholders** | Pengguna, platform, content provider |
+
+> Akurasi tinggi (Output) ≠ pengguna puas (Outcome). Inilah mengapa masalah riset tidak bisa hanya fokus pada satu komponen sistem.
+
+---
+
+## Transformasi: Problem → Variable → Metric
+
+*Operasionalisasi masalah ke variabel yang dapat diukur*
+
+```
+Problem → Variable → Metric → Data Type → Analysis Method
+```
+
+**Contoh:**
+
+| Problem | Variable | Metric | Tipe Data |
+|---------|---------|--------|-----------|
+| Rekomendasi tidak relevan | Relevansi rekomendasi | Precision@K, NDCG | Ratio |
+| Fraud lolos deteksi | Kemampuan deteksi fraud | Recall, F2-score | Ratio |
+| UI terlalu kompleks | Kemudahan penggunaan | Task completion time, SUS score | Ratio / Ordinal |
+
+> Metrik harus dipilih **sebelum eksperimen berjalan** — bukan setelah melihat data dan memilih yang menghasilkan angka terbaik. *(Wohlin et al., 2012)*
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 2 — Problem Formulation
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 2
+
+**"Saya ingin menggunakan metode X, maka saya cari masalah yang cocok"**
+Ini *reverse engineering* penelitian. Metode dipilih berdasarkan masalah — bukan sebaliknya. Jika mulai dari metode, bukan masalah yang diteliti, tapi metode yang didemonstrasikan.
+
+**"Semakin kompleks sistemnya, semakin bagus penelitiannya"**
+Kompleksitas bukan kontribusi. Masalah spesifik yang sederhana namun belum terjawab lebih bermakna daripada sistem kompleks dengan masalah yang sudah umum diketahui.
+
+**"Problem tidak perlu diukur, yang penting jelas"**
+"Respon sistem lambat" bukan masalah riset — tidak ada yang bisa dieksperimenkan. Research problem harus memiliki variabel yang terukur secara kuantitatif.
+
+**"Semua problem bisa diteliti"**
+Tidak semua masalah memenuhi 5 kriteria kualitas. Sebagian masalah lebih tepat diselesaikan melalui engineering atau desain, bukan riset ilmiah.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Rekomendasi Film (Basic)
+
+**Konteks:** Peneliti membangun sistem rekomendasi film dengan collaborative filtering. Akurasi: 91%.
+
+**Masalah:** Peneliti menggunakan *accuracy* (hit rate) sebagai satu-satunya metrik. Pengguna memperoleh rekomendasi yang "akurat" secara teknis, tapi tidak puas karena semua rekomendasi mirip (*filter bubble*) dan selalu item populer (*popularity bias*).
+
+**Masalah riset yang sebenarnya:**
+*"Bagaimana trade-off antara Precision@10 dan Diversity dalam sistem rekomendasi collaborative filtering pada dataset cold-start?"*
+
+**Solusi:** Definisikan masalah dari perspektif sistem lengkap (output + outcome + constraints). Gunakan multi-metric: Precision@K + Serendipity + Diversity + Coverage.
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Fraud Detection (Advanced)
+
+**Konteks:** Model fraud detection — akurasi 98%, tapi fraud tetap lolos ke produksi.
+
+**Root Cause Analysis:**
+- Dataset imbalance: 99.5% transaksi normal, 0.5% fraud
+- Dengan akurasi 98% sederhana: model bisa memprediksi "semua normal" dan tetap mendapat akurasi 98%
+- Metrik yang salah menghasilkan *false sense of security*
+
+| Metrik | Nilai | Makna Sebenarnya |
+|--------|-------|-----------------|
+| Accuracy | 98.2% | Tidak bermakna untuk imbalanced data |
+| Recall (fraud) | 12% | Model melewatkan 88% kasus fraud! |
+| F2-score | 0.31 | Rendah — recall lebih dipentingkan dari precision |
+
+**Masalah riset yang tepat:** *"Efektivitas teknik resampling [SMOTE vs ADASYN] terhadap Recall dan F2-score pada deteksi fraud transaksi perbankan dengan rasio imbalance 1:200."*
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 2
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Problem Formation | Reality → Observed Issue → Diagnosed → Researchable → Measurable |
+| Problem Quality | Clarity + Measurability + Relevance + Testability + Impact |
+| Hierarki | Topik (wilayah) < Masalah (celah) < Research Problem (celah + gap + batas) |
+| Symptom vs Root Cause | Gali lebih dalam sebelum ke literatur |
+| System Thinking | Input-Process-Output-Outcome + Constraints + Stakeholders |
+| Operasionalisasi | Problem → Variable → Metric → Data Type → Analysis |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Penelitian tidak dimulai dari solusi, tetapi dari masalah yang dipahami secara mendalam dan dapat diuji secara ilmiah."
+
+
+### Output Praktis M2
+
+Buat **Problem Statement** yang mencakup:
+
+1. **Konteks sistem** — deskripsikan Input, Process, Output, Outcome, Constraints
+2. **Gejala yang diamati** — data/fakta yang membuktikan masalah nyata
+3. **Akar masalah** — hasil 5-Whys/RCA
+4. **Gap literatur** — apa yang belum dijawab di penelitian sebelumnya
+5. **Variabel & metrik** yang akan diukur
+
+*Validasi terhadap 5 kriteria Problem Quality Model sebelum dikumpulkan.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 2
+
+- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). *Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches* (5th ed.). SAGE Publications.
+
+- Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design science in information systems research. *MIS Quarterly, 28*(1), 75–105.
+
+- Wieringa, R. J. (2014). *Design science methodology for information systems and software engineering*. Springer.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
diff --git a/slide/slide-03-literature-gap.md b/slide/slide-03-literature-gap.md
new file mode 100644
index 0000000..9f608a2
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-03-literature-gap.md
@@ -0,0 +1,1430 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 3 — Literature Review, Research Gap & Baseline
+
+## Menavigasi Literatur untuk Menemukan Posisi Riset
+
+*Pertemuan 3 (M3) | Sub-CPMK 1.3 | CPMK01 | CPL03*
+
+Fase: **Thinking** (M1–M4) · Bagian I: Foundation
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 3
+
+1. Bridge dari Bab 2 — dari masalah ke literatur
+2. Research Positioning Model — tujuan sebenarnya literature review
+3. Literature review bukan ringkasan — positioning artinya apa?
+4. Empat jenis research gap
+5. Baseline: definisi, kriteria, dan cara memilih
+6. Strategi pencarian literatur yang efisien
+7. Gap → RQ → Hypothesis (jembatan ke Bab 4)
+8. Cognitive Traps & Studi Kasus
+9. Output: Tabel Literatur + Gap Statement + Baseline
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menjelaskan tujuan **literature review** sebagai *positioning*, bukan ringkasan
+- Mengidentifikasi **4 jenis research gap**: Performance, Method, Data, Context
+- Memilih **baseline** yang representatif dan *state-of-the-art*
+- Melakukan pencarian literatur terstruktur di **IEEE, ACM, Scopus** dengan boolean query
+- Menyusun **gap statement** yang menghubungkan literatur ke RQ
+
+> Sub-CPMK 1.3 → Menavigasi literatur & menemukan research gap (CPL03)
+
+---
+
+## Bridge dari Bab 2
+
+Di Bab 2, Anda telah:
+- Mengidentifikasi masalah riset (bukan sekadar topik)
+- Memvalidasi dengan 5 kriteria Problem Quality
+- Menghasilkan Problem Statement dengan variabel terukur
+
+**Pertanyaan berikutnya:** Apakah masalah ini sudah pernah diteliti?
+
+> Jika sudah terjawab penuh → bukan research gap, tapi replikasi.
+> Jika belum terjawab → di manakah tepatnya "celahnya"?
+> Jika sebagian terjawab → apa yang spesifik belum terselesaikan?
+
+Literature review menjawab pertanyaan-pertanyaan ini **secara sistematis**.
+
+---
+
+## Research Positioning Model
+
+*Dari Literatur ke Posisi Riset Anda*
+
+```
+Existing Studies → Method Comparison → Limitation Identification
+ → Research Gap → Research Position → Contribution
+```
+
+| Tahap | Aktivitas | Output |
+|-------|----------|--------|
+| **Existing Studies** | Baca & kategorikan 20–40 paper relevan | Peta literatur |
+| **Method Comparison** | Bandingkan pendekatan & metrik tiap paper | Tabel metode & hasil |
+| **Limitation ID** | Identifikasi keterbatasan eksplisit & implisit | Daftar limitasi |
+| **Research Gap** | Temukan celah yang belum terjawab | Gap statement |
+| **Research Position** | Di mana riset Anda dalam peta literatur | Positioning statement |
+| **Contribution** | Apa yang baru yang Anda tambahkan | Contribution claim |
+
+---
+
+## Literature Review: Positioning, Bukan Ringkasan
+
+**Literature review yang salah:**
+*"Smith (2020) menggunakan CNN untuk klasifikasi gambar dan mendapat akurasi 89%. Jones (2021) menggunakan ResNet dan mendapat 92%. Kumar (2022) menggunakan ViT dan mendapat 95%."*
+
+Ini adalah **ringkasan** — bukan *positioning*. Tidak muncul pertanyaan: mengapa ada perbedaan? Apa yang belum dijawab?
+
+**Literature review yang benar:**
+*"Studi-studi sebelumnya menunjukkan peningkatan akurasi konsisten menggunakan arsitektur transformer, namun seluruh evaluasi dilakukan pada dataset standar (ImageNet). Tidak ada yang mengevaluasi performa pada dataset domain-spesifik dengan resolusi rendah, yang merupakan kondisi nyata di sistem pemantauan industri (gap: Context Gap). Riset ini mengisi celah tersebut dengan..."*
+
+> **Aturan positioning:** setiap paragraf literature review harus diakhiri dengan implikasi terhadap riset Anda.
+
+---
+
+## Empat Jenis Research Gap
+
+| Jenis Gap | Definisi | Pertanyaan Diagnostik | Contoh |
+|-----------|---------|----------------------|--------|
+| **Performance Gap** | Metode terbaik saat ini belum mencapai standar yang dibutuhkan | "Apakah performa ada yang sudah cukup?" | Deteksi kanker kulit: akurasi 87%, kebutuhan klinis > 95% |
+| **Method Gap** | Tidak ada metode yang tepat untuk masalah tertentu | "Sudah ada metode, tapi cocok?" | Semua paper pakai supervised, padahal data berlabel minimal |
+| **Data Gap** | Tidak ada dataset yang representatif untuk konteks tertentu | "Dataset yang ada cocok untuk konteks ini?" | Tidak ada dataset NLP Bahasa Indonesia untuk domain hukum |
+| **Context Gap** | Metode ada & bagus, tapi belum dievaluasi di konteks target | "Sudah diuji di konteks saya?" | Transformer efektif untuk English, belum dievaluasi di Bahasa Jawa |
+
+> Satu riset bisa memiliki **lebih dari satu jenis gap**. Identifikasi semua, prioritaskan yang paling kuat.
+
+---
+
+## Baseline: Standar Pembanding
+
+Baseline adalah metode atau sistem **terbaik yang sudah ada** yang digunakan sebagai patokan perbandingan.
+
+**Kriteria baseline yang valid:**
+
+| Kriteria | Penjelasan |
+|----------|-----------|
+| **Relevan** | Menjawab problem yang sama dengan riset Anda |
+| **Representatif** | Standar di komunitas riset tersebut (sering dikutip) |
+| **State-of-the-art** | Bukan versi lama dari 2010 saat yang 2023 sudah ada |
+| **Reproducible** | Bisa diimplementasi ulang dengan informasi di paper |
+| **Fair** | Diuji pada kondisi yang sama dengan sistem Anda |
+
+> **Baseline lemah = kontribusi lemah.** Jika baseline Anda sudah ketinggalan 5 tahun, reviewer akan pertanyakan relevansi temuan Anda.
+
+---
+
+## Strategi Pencarian Literatur Terstruktur
+
+**Database utama:** IEEE Xplore · ACM Digital Library · Scopus · Web of Science · Google Scholar
+
+**Boolean query yang efektif:**
+```
+("fraud detection" OR "anomaly detection")
+AND ("machine learning" OR "deep learning")
+AND ("imbalanced dataset" OR "class imbalance")
+NOT ("image classification")
+```
+
+**Filter yang disarankan:**
+- Tahun: 2019–2024 (tidak lebih dari 5 tahun untuk metodologi)
+- Venue: conference A/B IEEE, ACM, jurnal terindeks Scopus Q1–Q2
+- Tipe: full research paper (bukan extended abstract)
+
+**Alur PRISMA:**
+1. Identifikasi → 2. Screening judul+abstrak → 3. Eligibility (baca full) → 4. Included
+
+---
+
+## Gap → RQ → Hypothesis: Jembatan ke Bab 4
+
+```
+Research Gap → Research Question → Hypothesis (H0/H1)
+```
+
+**Contoh:**
+
+**Gap:** *Context Gap — tidak ada studi yang mengevaluasi BERT fine-tuning pada teks hukum Indonesia (domain language drift, kosakata khusus)*
+
+**RQ:** *"Sejauh mana fine-tuning IndoBERT pada corpus hukum Indonesia meningkatkan F1-score klasifikasi kategori dokumen dibandingkan dengan model baseline IndoBERT tanpa fine-tuning?"*
+
+**H0:** *Fine-tuning IndoBERT pada corpus hukum tidak meningkatkan F1-score secara signifikan (p ≥ 0.05)*
+
+**H1:** *Fine-tuning IndoBERT pada corpus hukum meningkatkan F1-score secara signifikan (p < 0.05)*
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 3 — Literature Review
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 3
+
+**"Semakin banyak referensi, semakin bagus"**
+Kualitas ≠ kuantitas. 15 paper yang relevan dan dianalisis mendalam lebih kuat dari 50 paper yang hanya disebutkan. Reviewer melihat kedalaman analisis, bukan panjang daftar pustaka.
+
+**"Belum ada paper tentang ini = gap"**
+Bisa jadi masalahnya tidak penting, atau sudah diselesaikan dengan cara yang berbeda. "Tidak ada paper" bisa berarti: tidak penting, domain tidak relevan, atau Anda salah kata kunci pencarian. Validasi gap dari sudut yang berbeda.
+
+**"Tidak perlu baseline, yang penting sistemnya jalan"**
+Tanpa baseline, tidak ada pembanding. Kontribusi Anda tidak bisa dibuktikan. Setiap research contribution membutuhkan referensi titik awal (*starting point*).
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Image Classification (Basic)
+
+**Konteks:** Mahasiswa meneliti klasifikasi gambar X-ray untuk deteksi pneumonia.
+
+**Masalah:** Literature review berisi 30+ paper, tapi semuanya hanya dirangkum. Tidak ada kategorisasi gap. Baseline yang dipilih: VGG16 dari 2014.
+
+**Implikasi:**
+- Reviewer: "Mengapa tidak menggunakan EfficientNet atau ResNeSt yang sudah terbukti lebih baik di benchmark medis?"
+- Kontribusi dianggap lemah karena baseline sudah usang
+
+**Solusi:**
+1. Kategorikan paper berdasarkan metode, dataset, metrik, tahun
+2. Identifikasi gap eksplisit dari keterbatasan yang disebutkan penulis asli
+3. Pilih baseline dari paper tahun 2022–2024 yang menjadi referensi utama di bidang tersebut
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Disease Detection (Advanced)
+
+**Konteks:** Peneliti mengidentifikasi gap "belum ada model untuk deteksi penyakit tanaman di Indonesia."
+
+**Masalah:**
+- Gap terlalu luas: bukan satu gap, tapi minimal 3 gap berbeda (data, context, performance)
+- Tidak ada baseline yang clear: membandingkan dengan "model umum" tanpa spesifikasi
+- Kontribusi klaim terlalu besar: "pertama di Indonesia" — tidak mungkin diverifikasi
+
+**Analysis — Apa yang sebenarnya terjadi:**
+Tanpa baseline yang jelas, reviewer tidak bisa menilai apakah peningkatan yang diklaim benar-benar signifikan atau hanya artifact dari pemilihan dataset.
+
+**Solusi:** Persempit gap → satu klaim yang kuat dan verifiable: *"Belum ada benchmark dataset tanaman kopi Indonesia dengan anotasi multi-disease pada kondisi lapangan (bukan greenhouse) per 2024."*
+
+---
+
+## Tabel Literatur — Template
+
+*Gunakan template ini untuk memetakan 20–40 paper relevan*
+
+| Penulis (Tahun) | Metode | Dataset | Metrik | Hasil | Keterbatasan | Relevansi ke Riset Saya |
+|----------------|--------|---------|--------|-------|-------------|------------------------|
+| Smith (2022) | CNN | ImageNet | Accuracy | 94% | Single domain | Baseline method |
+| Jones (2023) | ViT | custom | F1 | 91% | Small dataset | Context gap ref |
+| *dst...* | | | | | | |
+
+**Instruksi pengisian:**
+- Kolom "Keterbatasan": salin dari paper yang ditulis penulis sendiri (lebih valid)
+- Kolom "Relevansi": tulis eksplisit — apakah ini baseline, gap reference, atau method reference
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 3
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Tujuan Literature Review | Positioning riset, **bukan** ringkasan paper |
+| Research Positioning Model | Existing Studies → Gap → Position → Contribution |
+| 4 Jenis Gap | Performance · Method · Data · Context |
+| Baseline | Relevan + Representatif + State-of-the-art + Fair |
+| Strategi Pencarian | Boolean query + filter database tier-1 + PRISMA |
+| Jembatan | Gap → RQ → H0/H1 |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Literature review bukan tentang apa yang sudah diketahui, tetapi tentang apa yang belum diselesaikan dan bagaimana Anda mengisinya."
+
+
+### Output Praktis M3
+
+Buat **3 dokumen**:
+
+1. **Tabel Literatur** (min. 10 paper, format tabel di atas)
+2. **Gap Statement** (1–2 paragraf): jenis gap + justifikasi + mengapa gap ini penting
+3. **Baseline Selection** (1 paragraf): alasan memilih baseline + kriteria yang terpenuhi
+
+*Semua referensi APA 7th. Gap Statement menjadi bagian dari Problem Statement.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 3
+
+- Kitchenham, B., & Charters, S. (2007). *Guidelines for performing systematic literature reviews in software engineering* (Technical Report EBSE 2007-001). Keele University.
+
+- Petersen, K., Feldt, R., Mujtaba, S., & Mattsson, M. (2008). Systematic mapping studies in software engineering. *Proceedings of the 12th International Conference on Evaluation and Assessment in Software Engineering*, 68–77.
+
+- Wohlin, C. (2014). Guidelines for snowballing in systematic literature studies and a replication in software engineering. *Proceedings of the 18th International Conference on Evaluation and Assessment in Software Engineering*, Article 38.
+
+- Webster, J., & Watson, R. T. (2002). Analyzing the past to prepare for the future: Writing a literature review. *MIS Quarterly, 26*(2), xiii–xxiii.
diff --git a/slide/slide-04-rq-hypothesis.md b/slide/slide-04-rq-hypothesis.md
new file mode 100644
index 0000000..7f00150
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-04-rq-hypothesis.md
@@ -0,0 +1,1416 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 4 — RQ, Contribution & Hypothesis
+
+## Merancang Pertanyaan Riset dan Hipotesis yang Dapat Diuji
+
+*Pertemuan 4 (M4) | Sub-CPMK 1.4 | CPMK01 | CPL03*
+
+Fase: **Thinking** (M1–M4) · Bagian I: Foundation
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 4
+
+1. Bridge dari Bab 3 — dari gap ke pertanyaan
+2. RQ Formation Model — pipeline RQ yang valid
+3. Tiga jenis RQ: Comparison, Improvement, Exploratory
+4. Kriteria RQ yang baik: SMART + Testable
+5. Contribution statement — tiga jenis kontribusi
+6. Hipotesis: H0 dan H1, syarat apa yang harus dipenuhi
+7. RQ → Variable → Metric → Data → Analysis (chain of operationalization)
+8. Cognitive Traps & Studi Kasus
+9. Output Praktis: RQ + Contribution + H0/H1
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Merumuskan **Research Question (RQ)** yang tajam, terukur, dan dapat diuji
+- Membedakan **3 jenis RQ**: Comparison, Improvement, Exploratory
+- Menyusun **contribution statement** yang eksplisit (improvement/comparison/novel)
+- Merumuskan **hipotesis H0/H1** yang testable secara statistik
+- Memetakan **RQ → Variable → Metric → Data → Analysis**
+
+> Sub-CPMK 1.4 → Merancang RQ, hypothesis, dan contribution (CPL03)
+
+---
+
+## Bridge dari Bab 3
+
+Di Bab 3, Anda telah:
+- Menavigasi literatur hingga menemukan **research gap**
+- Memvalidasi gap (Performance / Method / Data / Context)
+- Menetapkan **baseline** yang valid sebagai titik pembanding
+
+**Pertanyaan berikutnya:**
+
+> Dari gap yang teridentifikasi, **pertanyaan apa tepatnya** yang akan Anda jawab?
+
+Gap adalah masalah yang belum terjawab. RQ adalah **rumusan presisi** dari pertanyaan yang akan dijawab melalui eksperimen. Tanpa RQ yang tajam, eksperimen tidak punya arah.
+
+---
+
+## RQ Formation Model
+
+*Pipeline dari Problem hingga RQ yang siap dieksperimenkan*
+
+
+
+**Problem** → Research Gap → Research Question → Hypothesis → **Experiment Design**
+
+
+
+| Tahap | Output | Ciri Keberhasilan |
+|-------|--------|------------------|
+| **Problem** | Masalah yang teridentifikasi | Spesifik, terukur (dari Bab 2) |
+| **Research Gap** | Celah di literatur | Jenis gap teridentifikasi (dari Bab 3) |
+| **Research Question** | Pertanyaan eksplisit | Bisa dijawab melalui eksperimen |
+| **Hypothesis** | H0 + H1 | Falsifiable, testable dengan statistik |
+| **Experiment Design** | Blueprint eksperimen | Variabel terkontrol, baseline jelas |
+
+> RQ bukan judul dalam bentuk tanya. RQ adalah **instrumen yang mengarahkan seluruh desain eksperimen**.
+
+---
+
+## Tiga Jenis Research Question
+
+| Jenis RQ | Pertanyaan Template | Cocok Ketika |
+|----------|-------------------|-------------|
+| **Comparison** | "Seberapa besar perbedaan metode A vs B pada [metrik] untuk [konteks]?" | Ada dua+ pendekatan yang ingin dibandingkan |
+| **Improvement** | "Sejauh mana modifikasi [X] meningkatkan [metrik] dibandingkan baseline?" | Ada celah performa yang ingin diisi |
+| **Exploratory** | "Faktor apa yang paling berpengaruh terhadap [variabel] dalam [konteks]?" | Fenomena baru yang mekanismenya belum jelas |
+
+**Contoh:**
+- *Comparison:* "Seberapa besar perbedaan akurasi BERT vs IndoBERT dalam klasifikasi sentimen Bahasa Indonesia pada domain e-commerce?"
+- *Improvement:* "Sejauh mana penambahan attention mechanism meningkatkan Recall pada model NER Bahasa Indonesia dibandingkan BiLSTM-CRF baseline?"
+- *Exploratory:* "Faktor apa yang paling berpengaruh terhadap latensi inferensi model transformer pada perangkat edge (ARM Cortex-M7)?"
+
+---
+
+## Kriteria RQ yang Baik
+
+**SMART + Testable:**
+
+| Kriteria | Penjelasan | Contoh Gagal | Contoh Benar |
+|----------|-----------|-------------|-------------|
+| **Specific** | Satu masalah, satu konteks | "Bagaimana ML bekerja dalam bisnis?" | "Bagaimana XGBoost vs RF dalam fraud detection transaksi kartu kredit?" |
+| **Measurable** | Ada metrik kuantitatif | "Apakah sistem lebih baik?" | "Apakah F1-score meningkat ≥ 5%?" |
+| **Achievable** | Bisa dijawab dengan sumber daya yang ada | RQ butuh 10 tahun data | RQ bisa dijawab dalam 1 semester |
+| **Relevant** | Terhubung ke gap yang teridentifikasi | RQ tidak ada gap-nya | RQ mengisi Method Gap yang jelas |
+| **Testable** | Bisa diuji secara statistik | "Apakah AI itu berguna?" | "Apakah perbedaan signifikan (p<0.05)?" |
+
+---
+
+## Contribution Statement — Tiga Jenis
+
+Setiap riset harus memiliki **contribution claim** yang eksplisit.
+
+| Jenis Kontribusi | Definisi | Contoh Kalimat |
+|-----------------|---------|---------------|
+| **Improvement** | Meningkatkan performa metode yang sudah ada | "Riset ini meningkatkan Recall deteksi fraud dari 72% (baseline XGBoost) menjadi 89% melalui kombinasi SMOTE + cost-sensitive learning" |
+| **Comparison** | Menyediakan perbandingan yang belum ada di konteks tertentu | "Riset ini menyediakan perbandingan komprehensif pertama antara 5 algoritma ML pada dataset transaksi perbankan syariah Indonesia" |
+| **Novel Approach** | Metode atau kombinasi baru yang belum pernah digunakan | "Riset ini mengusulkan arsitektur hybrid CNN-Transformer dengan attention pruning untuk inferensi on-device dengan parameter 40% lebih sedikit" |
+
+> Klaim "pertama di dunia" membutuhkan bukti dari systematic literature review yang ketat. Gunakan dengan hati-hati.
+
+---
+
+## Hipotesis: H0 dan H1
+
+**H0 (Null Hypothesis):** tidak ada perbedaan / pengaruh signifikan antara kondisi yang dibandingkan
+
+**H1 (Alternative Hypothesis):** ada perbedaan / pengaruh yang signifikan
+
+**Syarat hipotesis yang valid:**
+1. **Falsifiable** — bisa dibuktikan salah dengan data
+2. **Testable** — bisa diuji dengan uji statistik yang tersedia
+3. **Specific** — menyebutkan variabel, arah, dan ukuran efek yang diharapkan
+4. **Grounded** — berdasarkan teori atau temuan literatur sebelumnya
+
+**Contoh pair H0/H1:**
+> **H0:** Penambahan *attention mechanism* pada BiLSTM tidak meningkatkan F1-score NER secara signifikan (p ≥ 0.05) dibandingkan BiLSTM baseline.
+>
+> **H1:** Penambahan *attention mechanism* pada BiLSTM meningkatkan F1-score NER secara signifikan (p < 0.05) dibandingkan BiLSTM baseline.
+
+---
+
+## RQ → Variable → Metric → Data → Analysis
+
+*Rantai operasionalisasi yang tidak boleh putus*
+
+
+
+**RQ** → Independent Var → Dependent Var → Metric → Data Type → **Statistical Test**
+
+
+
+**Contoh lengkap:**
+
+| Elemen | Nilai |
+|--------|-------|
+| **RQ** | Sejauh mana SMOTE meningkatkan Recall dalam fraud detection? |
+| **Independent Variable** | Teknik resampling: tanpa SMOTE vs dengan SMOTE |
+| **Dependent Variable** | Kemampuan deteksi fraud |
+| **Metric** | Recall, F2-score, AUC-ROC |
+| **Data Type** | Ratio scale |
+| **Statistical Test** | Paired t-test / Wilcoxon signed-rank |
+
+> Jika satu elemen tidak terhubung ke elemen lainnya → construct validity rusak.
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 4 — RQ & Hypothesis
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 4
+
+**"RQ = judul penelitian dalam bentuk kalimat tanya"**
+Judul bersifat deskriptif. RQ bersifat *operational* — ia mendefinisikan variabel, konteks, dan ukuran keberhasilan. "Bagaimana sistem deteksi fraud berbasis ML?" bukan RQ — tidak ada yang bisa dieksperimenkan.
+
+**"RQ tidak perlu metric — yang penting pertanyaannya jelas"**
+Tanpa metrik, tidak ada cara mengukur apakah RQ berhasil dijawab. RQ harus mengandung atau secara implisit mengarah ke ukuran kuantitatif.
+
+**"RQ bisa dijawab tanpa eksperimen"**
+Jika RQ bisa dijawab hanya dengan membaca buku atau teori, itu bukan RQ penelitian — itu pertanyaan studi literatur. RQ harus membutuhkan data empiris.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — RQ Terlalu Umum (Basic)
+
+**RQ awal:** *"Bagaimana deep learning dapat meningkatkan akurasi klasifikasi teks?"*
+
+**Masalah:**
+- Terlalu luas: "deep learning" (ratusan arsitektur), "teks" (semua domain), "akurasi" (metrik tunggal + imbalance risk)
+- Tidak ada konteks spesifik
+- Tidak ada baseline yang jelas
+- Tidak bisa diuji dalam satu semester
+
+**RQ yang diperbaiki:** *"Sejauh mana fine-tuning IndoBERT pada dataset review produk e-commerce berbahasa Indonesia meningkatkan F1-score klasifikasi sentimen dibandingkan baseline IndoBERT tanpa fine-tuning, dengan distribusi kelas yang seimbang?"*
+
+**Perbaikan:** domain (e-commerce Indonesia), model spesifik (IndoBERT), metrik (F1-score), baseline (IndoBERT vanilla), kontrol (distribusi kelas).
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — RQ Tanpa Baseline (Advanced)
+
+**Situasi:** Peneliti ingin meneliti "efektivitas GAN dalam augmentasi data medis." RQ: *"Apakah GAN dapat menghasilkan data medis sintetis yang berguna?"*
+
+**Masalah:**
+- Tidak ada baseline pembanding
+- "Berguna" tidak terukur
+- Tidak ada metrik kualitas data sintetis yang dispesifikkan
+- Tidak ada uji hipotesis yang bisa dirancang
+
+**RQ yang diperbaiki:**
+*"Sejauh mana augmentasi data menggunakan StyleGAN2 meningkatkan F1-score klasifikasi pneumonia pada chest X-ray dibandingkan baseline tanpa augmentasi dan augmentasi tradisional (flip+rotation+brightness), diukur pada dataset ChestX-ray14 dengan split 70/15/15?"*
+
+**Perbaikan:** Metode GAN spesifik, 2 baseline (tanpa augmentasi + augmentasi tradisional), metrik jelas, dataset dan split terdefinisi.
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 4
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| RQ Formation | Problem → Gap → RQ → Hypothesis → Experiment Design |
+| 3 Jenis RQ | Comparison · Improvement · Exploratory |
+| Kriteria RQ | SMART + Testable + ada metrik kuantitatif |
+| Contribution | Improvement / Comparison / Novel (pilih satu, klaim eksplisit) |
+| H0/H1 | Null vs Alternative, falsifiable, testable, specific |
+| Operasionalisasi | RQ → IndepVar → DepVar → Metric → DataType → StatTest |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Research Question bukan sekadar pertanyaan, tetapi blueprint dari eksperimen yang akan dilakukan."
+
+
+### Output Praktis M4
+
+Susun **3 dokumen akhir Fase Thinking**:
+
+1. **Research Question** — 1 RQ yang memenuhi SMART+Testable, sesuai jenis (comparison/improvement/exploratory)
+2. **Contribution Statement** — 1–2 kalimat eksplisit tentang kontribusi riset Anda
+3. **Hipotesis** — H0 + H1 yang falsifiable, disertai StatTest yang direncanakan
+
+*Ketiga dokumen ini + Problem Statement (M2) + Gap Statement (M3) = fondasi proposal riset Anda.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 4
+
+- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). *Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches* (5th ed.). SAGE Publications.
+
+- Kitchenham, B. A., Pfleeger, S. L., Pickard, L. M., Jones, P. W., Hoaglin, D. C., El Emam, K., & Rosenberg, J. (2002). Preliminary guidelines for empirical research in software engineering. *IEEE Transactions on Software Engineering, 28*(8), 721–734.
+
+- Runeson, P., & Höst, M. (2009). Guidelines for conducting and reporting case study research in software engineering. *Empirical Software Engineering, 14*(2), 131–164.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
diff --git a/slide/slide-05-metrics-measurement.md b/slide/slide-05-metrics-measurement.md
new file mode 100644
index 0000000..e327b1a
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-05-metrics-measurement.md
@@ -0,0 +1,1448 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-ii
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 5 — Metric, Measurement & Data
+
+## Operasionalisasi: Dari Konsep ke Angka yang Bermakna
+
+*Pertemuan 5 (M5) | Sub-CPMK 2.1 | CPMK02 | CPL06*
+
+Fase: **Designing** (M5–M7) · Bagian II: Measurement & Design
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 5
+
+1. Bridge dari Fase Thinking — fondasi ke pengukuran
+2. Measurement Alignment Model
+3. Operasionalisasi: Concept → Variable → Metric
+4. Empat skala data: Nominal, Ordinal, Interval, Ratio
+5. Kriteria pemilihan metrik
+6. Multi-metric evaluation — mengapa satu metrik tidak cukup
+7. Data quality: 4 pilar
+8. Cognitive Traps & Studi Kasus
+9. Output Praktis: Definisi variabel + metrik + tipe data
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menjelaskan proses **operasionalisasi** dari konsep abstrak ke variabel terukur
+- Membedakan 4 skala data dan menentukan **analisis statistik** yang valid per skala
+- Memilih metrik yang **representatif, sensitif, dan feasible** sesuai RQ
+- Merancang **multi-metric evaluation** yang komprehensif
+- Menilai **kualitas data** menggunakan 4 pilar
+
+> Sub-CPMK 2.1 → Mendefinisikan metrik yang valid dan representatif (CPL06)
+
+---
+
+## Bridge — Dari Fase Thinking ke Designing
+
+Di Bab 4, Anda menghasilkan:
+- **RQ** yang tajam dan testable
+- **Hipotesis** H0/H1 yang falsifiable
+- **Contribution Statement** yang eksplisit
+
+**Sekarang pertanyaannya:** Apa tepatnya yang akan **diukur**?
+
+> "Sistem yang diusulkan memiliki performa lebih baik dibanding baseline."
+
+- Performa diukur dari apa?
+- Akurasi? Precision? Recall? F1? Latency? Throughput?
+- Dan jika dipilih akurasi — apakah distribusi datanya seimbang?
+
+**Keputusan memilih metrik harus dilakukan SEBELUM eksperimen berjalan** — bukan setelah melihat data. *(Wohlin et al., 2012)*
+
+---
+
+## Measurement Alignment Model
+
+*Setiap angka harus bisa ditelusuri balik dari Problem*
+
+```
+Problem → Concept → Variable → Metric → Data → Result
+ ↕ ↕ ↕ ↕ ↕ ↕
+Abstraksi Konsep Operasionalisasi Kuantifikasi Pengumpulan Analisis
+```
+
+| Transisi | Pertanyaan Kunci | Kegagalan Umum |
+|----------|-----------------|----------------|
+| Problem → Concept | Konsep apa yang mewakili masalah ini? | Konsep terlalu abstrak |
+| Concept → Variable | Bagaimana konsep ini bisa diobservasi? | Variabel tidak merepresentasikan konsep |
+| Variable → Metric | Dengan satuan apa diukur? | Metrik tidak sensitif terhadap perubahan |
+| Metric → Data | Bagaimana data dikumpulkan? | Bias dalam pengumpulan |
+| Data → Result | Analisis statistik apa yang valid? | Asumsi statistik tidak dipenuhi |
+
+> Jika rantai ini putus di mana saja → **construct validity** rusak.
+
+---
+
+## Operasionalisasi: Dari Konsep ke Angka
+
+**Contoh operasionalisasi "User Engagement":**
+
+
+
+**Concept:** User Engagement (abstrak)
+
+↓ Variable 1: Frekuensi penggunaan | Variable 2: Durasi sesi rata-rata | Variable 3: Breadth of feature usage
+
+↓ Metric 1: Jumlah sesi/minggu | Metric 2: Durasi rata-rata sesi (menit) | Metric 3: Jumlah fitur unik/sesi
+
+↓ **Data Type:** Ratio | Ratio | Ratio
+
+
+
+> Keputusan tentang **apa yang mewakili apa** harus **didokumentasikan dan dijustifikasi**. Pembaca harus bisa memahami mengapa variabel ini dipilih (dan bukan variabel lain).
+
+---
+
+## Empat Skala Data
+
+*(Field, 2018)*
+
+| Skala | Urutan? | Jarak Seragam? | Nol Absolut? | Contoh | Analisis Valid |
+|-------|---------|---------------|-------------|--------|----------------|
+| **Nominal** | – | – | – | Jenis browser, bahasa pemrograman | Frekuensi, modus, Chi-square |
+| **Ordinal** | ✓ | – | – | Skala Likert, severity bug | Median, percentile, Mann-Whitney |
+| **Interval** | ✓ | ✓ | – | Suhu Celsius, skor IQ | Mean, SD, t-test |
+| **Ratio** | ✓ | ✓ | ✓ | Waktu respons (ms), akurasi (%), throughput | Semua operasi, termasuk rasio |
+
+> **Kesalahan paling umum:** memperlakukan **Ordinal** (Likert 1–5) seolah Interval, lalu menghitung rata-rata dan menggunakan t-test. Tidak valid secara statistik kecuali ada justifikasi khusus.
+
+---
+
+## Kriteria Pemilihan Metrik
+
+Tiga kriteria utama *(Wohlin et al., 2012)*:
+
+**1. Representatif** — Metrik benar-benar merepresentasikan konsep yang diteliti.
+- Jika RQ tentang efektivitas deteksi → Recall lebih representatif daripada Accuracy
+- Menggunakan Accuracy untuk dataset imbalance
+
+**2. Sensitif** — Metrik cukup peka terhadap perubahan variabel independen.
+- F1-score sensitif terhadap trade-off precision-recall
+- Accuracy pada 99% imbalance tidak sensitif terhadap perubahan model
+
+**3. Feasible** — Data yang dibutuhkan untuk menghitung metrik bisa diperoleh.
+- Metrik yang bisa dihitung dari log sistem
+- Metrik yang membutuhkan 10.000 human annotators dalam 1 semester
+
+---
+
+## Multi-Metric Evaluation
+
+**Mengapa satu metrik tidak cukup?**
+
+```
+Problem ──→ Concept A ──→ Metric A1
+ └──→ Concept B ──→ Metric B1
+ └──→ Metric B2
+```
+
+| Kasus | Metrik Tunggal | Multi-Metrik |
+|-------|---------------|-------------|
+| Fraud detection | Accuracy: 98% (menyesatkan) | Recall + Precision + F2 + AUC-ROC |
+| Rekomendasi | Precision@K | Precision@K + Diversity + Coverage + Serendipity |
+| NLP model | F1-score agregat | F1 per kelas + Confusion Matrix + MCC |
+| System performance | Throughput | Throughput + Latency P50/P95/P99 + Error rate |
+
+> Setiap metrik mengukur satu aspek dari konsep. Gunakan minimal **2–3 metrik yang saling melengkapi** untuk gambaran yang komprehensif.
+
+---
+
+## Data Quality — 4 Pilar
+
+Data berkualitas buruk menghasilkan hasil yang tidak dapat dipercaya, meskipun metodenya sempurna.
+
+| Pilar | Definisi | Cara Cek |
+|-------|---------|---------|
+| **Completeness** | Tidak ada nilai yang hilang secara tidak terduga | % missing values per kolom |
+| **Consistency** | Format dan logika data konsisten di seluruh dataset | Cross-field validation |
+| **Accuracy** | Data merepresentasikan realitas yang sebenarnya | Bandingkan dengan ground truth / sumber asli |
+| **Representativeness** | Distribusi data mencerminkan populasi target | Distribusi kelas, geografi, demografi |
+
+**Dokumentasi kualitas data** wajib ada dalam laporan:
+- Cara pengumpulan data
+- Transformasi yang dilakukan
+- Missing values: berapa? diapakan?
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 5 — Metric & Measurement
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 5
+
+**"Accuracy adalah metrik universal"**
+Accuracy misleading untuk imbalanced dataset. Model yang memprediksi "semua negatif" pada dataset 99% negatif mendapat accuracy 99%. Gunakan Precision, Recall, F1, MCC, atau AUC sesuai konteks.
+
+**"Metrik dipilih setelah melihat hasil eksperimen"**
+Ini adalah *outcome bias* — memilih metrik yang kebetulan menghasilkan nilai terbaik. Metrik harus ditetapkan dalam desain eksperimen, sebelum data dikumpulkan.
+
+**"Data yang banyak pasti representatif"**
+Volume ≠ representativeness. 1 juta record dari satu demografi tidak merepresentasikan populasi yang beragam. Periksa distribusi dan sumber data, bukan hanya ukurannya.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Accuracy Imbalance (Basic)
+
+**Konteks:** Researcher menggunakan dataset fraud (99.5% normal, 0.5% fraud). Hasil: **Accuracy 99.6%**.
+
+**Masalah:**
+- Model memprediksi "semua normal" → accuracy 99.5% (hampir sama dengan "model terbaik")
+- Recall fraud: **0%** — tidak satu pun fraud terdeteksi
+- Laporan hanya menampilkan accuracy → pembaca tersesat
+
+| Metrik | Nilai | Interpretasi |
+|--------|-------|-------------|
+| Accuracy | 99.6% | Tidak bermakna |
+| Recall (fraud) | 0% | Gagal total |
+| F2-score | 0.00 | Model tidak berguna |
+| AUC-ROC | 0.50 | Sama dengan random |
+
+**Solusi:** Gunakan F2-score, Recall, AUC-ROC. Tambahkan teknik resampling (SMOTE, class weighting). Laporkan semua metrik.
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — User Satisfaction vs System Metric (Advanced)
+
+**Konteks:** Sistem rekomendasi baru — Precision@10 meningkat dari 72% ke 89%. Tapi user survey score turun.
+
+**Gap Metrik:**
+- Researcher hanya mengukur Precision@10 (teknis)
+- User experience: semua rekomendasi mirip (filter bubble), tidak ada kejutan
+- Metrik teknis tidak merepresentasikan kepuasan pengguna
+
+**Pelajaran:**
+```
+Technical Metric ≠ User Experience
+Precision@10 ≠ User Satisfaction
+```
+
+**Solusi:** Tambahkan **Beyond-Accuracy Metrics**:
+- Diversity (keberagaman rekomendasi)
+- Novelty (seberapa baru item yang direkomendasikan)
+- Serendipity (kejutan positif)
+- Coverage (berapa persen katalog yang bisa direkomendasikan)
+
+---
+
+## Research vs Engineering — Perspektif Measurement
+
+| Aspek | Engineering | Research |
+|-------|------------|---------|
+| Memilih metrik | Yang paling mudah dihitung | Yang paling merepresentasikan konsep |
+| Performa "bagus" | Lulus acceptance test | Signifikan secara statistik vs baseline |
+| Data quality | Cukup untuk demo | Terdokumentasi, justified, reproducible |
+| Baseline | Tidak ada (sistem baru) | Wajib ada, dipilih dari literatur |
+| Laporan | Metrics terbaik saja | Semua metrics, termasuk yang buruk |
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 5
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Measurement Alignment | Problem → Concept → Variable → Metric → Data → Result |
+| Operasionalisasi | Konsep abstrak → variabel observable → satuan terukur |
+| 4 Skala Data | Nominal · Ordinal · Interval · Ratio (menentukan analisis statistik) |
+| Pemilihan Metrik | Representatif + Sensitif + Feasible |
+| Multi-Metric | 2–3 metrik saling melengkapi; tidak ada metrik universal |
+| Data Quality | Completeness + Consistency + Accuracy + Representativeness |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Penelitian yang baik bukan hanya mengukur, tetapi memastikan bahwa apa yang diukur benar-benar merepresentasikan realitas."
+
+
+### Output Praktis M5
+
+Buat **dokumen definisi pengukuran**:
+
+1. Tabel **Variable Operationalization**: Concept → Variable → Metric → Data Type → Statistical Test
+2. **Justifikasi pemilihan metrik** (1 paragraf per metrik utama)
+3. **Data quality plan**: bagaimana memastikan 4 pilar kualitas data terpenuhi
+
+*Dokumen ini menjadi bagian "Metodologi — Pengukuran" dalam proposal riset.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 5
+
+- Field, A. (2018). *Discovering statistics using IBM SPSS statistics* (5th ed.). SAGE Publications.
+
+- Shadish, W. R., Cook, T. D., & Campbell, D. T. (2002). *Experimental and quasi-experimental designs for generalized causal inference*. Houghton Mifflin.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
+
+- Herlocker, J. L., Konstan, J. A., Terveen, L. G., & Riedl, J. T. (2004). Evaluating collaborative filtering recommender systems. *ACM Transactions on Information Systems, 22*(1), 5–53.
diff --git a/slide/slide-06-system-design.md b/slide/slide-06-system-design.md
new file mode 100644
index 0000000..b207304
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-06-system-design.md
@@ -0,0 +1,1423 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-ii
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 6 — System Design sebagai Experimental Artifact
+
+## Sistem sebagai Alat Uji, Bukan Tujuan Akhir
+
+*Pertemuan 6 (M6) | Sub-CPMK 2.2 | CPMK02 | CPL06*
+
+Fase: **Designing** (M5–M7) · Bagian II: Measurement & Design
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 6
+
+1. Perubahan paradigma: sistem sebagai alat uji hipotesis
+2. System as Experiment Model
+3. 4 Prinsip desain sistem riset: Traceability, Modularity, Controllability, Measurability
+4. Mapping RQ → System Component
+5. Pentingnya control & isolation variabel
+6. Dokumentasi arsitektur sebagai bagian metodologi
+7. Cognitive Traps & Studi Kasus
+8. Output Praktis: Diagram arsitektur + mapping ke variabel
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menjelaskan perbedaan antara **sistem engineered** dan **sistem sebagai artefak penelitian**
+- Memetakan **RQ → System Component** secara eksplisit
+- Merancang sistem yang memenuhi **4 prinsip**: Traceability, Modularity, Controllability, Measurability
+- Menjelaskan pentingnya **variabel control** dan **isolation** dalam desain eksperimen
+- Mendokumentasikan arsitektur sebagai bagian metodologi riset
+
+> Sub-CPMK 2.2 → Merancang sistem sebagai artefak eksperimen (CPL06)
+
+---
+
+## Perubahan Paradigma Fundamental
+
+| Pertanyaan | Engineering View | Research View |
+|-----------|-----------------|--------------|
+| **Untuk apa sistem ini dibangun?** | Agar pengguna bisa menggunakannya | Agar hipotesis bisa diuji |
+| **Ukuran keberhasilan utama** | Sistem berjalan sesuai requirement | Hipotesis terjawab secara signifikan |
+| **Yang diprioritaskan** | Fitur lengkap, UX bagus | Kontrol variabel, reproducibility |
+| **Arsitektur dirancang berdasarkan** | Kebutuhan fungsional | RQ dan variabel eksperimen |
+| **Dokumentasi terpenting** | User manual, API docs | Experimental setup, parameter log |
+
+> "Dalam penelitian, sistem bukan dibangun untuk digunakan, tetapi untuk **membuktikan sesuatu secara ilmiah**."
+
+---
+
+## System as Experiment Model
+
+*RQ menentukan arsitektur, bukan sebaliknya*
+
+
+
+**Research Question** ↓ Variable (Independent & Dependent) ↓ System Component (apa yang perlu dibangun?) ↓ Experimental Setup (bagaimana dijalankan?) ↓ **Output / Measured Data**
+
+
+
+Setiap komponen sistem harus bisa dijawab: **"Komponen ini mendukung variabel/hipotesis yang mana?"**
+
+---
+
+## 4 Prinsip Desain Sistem Riset
+
+### 1. Traceability — setiap komponen bisa ditelusuri ke RQ
+
+Setiap modul atau komponen sistem harus punya kaitan eksplisit ke variabel dalam RQ.
+
+
+
+**RQ:** "Apakah attention mechanism meningkatkan F1-score NER?"
+- Modul A: BiLSTM encoder (baseline)
+- Modul B: Attention layer (variabel independen)
+- Modul C: CRF decoder (output)
+- Modul D: Evaluasi F1 per entity (variabel dependen)
+
+
+
+Jika ada komponen yang tidak bisa ditelusuri ke RQ → pertanyakan apakah komponen itu diperlukan.
+
+---
+
+## 4 Prinsip Desain Sistem Riset (lanjutan)
+
+### 2. Modularity — komponen yang diuji harus bisa diswap
+
+Sistem harus dirancang sehingga variabel yang diuji bisa diubah secara independen.
+
+**Monolith:** Semua logika dalam satu fungsi besar → tidak bisa isolasi perubahan
+
+**Modular:** Setiap komponen terpisah, bisa diganti tanpa mengubah yang lain
+
+### 3. Controllability — bisa mengontrol kondisi eksperimen
+
+Harus bisa mengatur: seed random, hyperparameter, ukuran dataset, split ratio — secara konsisten dan reproducible.
+
+### 4. Measurability — output bisa langsung diukur
+
+Output sistem harus langsung menghasilkan data dalam format yang bisa dievaluasi dengan metrik yang sudah didefinisikan.
+
+---
+
+## Mapping RQ → System Component
+
+*Template traceability matrix*
+
+| RQ / Hipotesis | Variabel | Komponen Sistem | Cara MengukurNya |
+|----------------|---------|----------------|-----------------|
+| H1: attention meningkatkan F1 NER | IndepVar: ada/tidaknya attention layer | Modul attention (swappable) | F1 per entity type |
+| | DepVar: F1-score NER | Evaluation module | Seqeval library |
+| H2: batch size pengaruhi training speed | IndepVar: batch size (16/32/64/128) | Training config (YAML) | Training time per epoch |
+| | DepVar: convergence speed | Logger | Loss curve per epoch |
+
+> **Traceability matrix** ini adalah bagian wajib dari bab Metodologi dalam laporan riset.
+
+---
+
+## Control & Isolation Variabel
+
+**Prinsip eksperimen ilmiah:** Ubah **satu variabel pada satu waktu**, kontrol semua yang lain.
+
+**Variabel yang harus dikontrol (contoh ML):**
+
+| Variabel Kontrol | Cara Mengontrol |
+|-----------------|----------------|
+| Dataset split | Fixed seed, stratified split |
+| Hyperparameter | Config file yang di-version control |
+| Hardware | Sama untuk semua eksperimen |
+| Random seed | Set di semua library (numpy, torch, sklearn) |
+| Data preprocessing | Pipeline identik untuk semua kondisi |
+| Jumlah epoch/run | Fixed, sama untuk semua kondisi |
+
+> Mengubah lebih dari satu variabel dalam satu eksperimen → tidak bisa mengidentifikasi variabel mana yang menyebabkan perubahan output.
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 6 — System Design
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 6
+
+**"Semakin kompleks sistem, semakin besar kontribusi"**
+Kompleksitas bukan kontribusi. Sistem sederhana yang terkontrol dengan baik lebih kuat secara ilmiah daripada sistem kompleks yang tidak bisa diisolasi variabelnya. Reviewer menilai kontrol eksperimen, bukan jumlah fitur.
+
+**"Arsitektur bisa ditentukan setelah RQ"**
+Dalam engineering, RQ ≠ yang menentukan arsitektur. Dalam research, RQ **adalah** yang menentukan arsitektur. Desain tanpa traceability ke RQ akan sulit dipertahankan saat sidang.
+
+**"Sistem monolith lebih mudah, jadi pakai itu saja"**
+Monolith tidak bisa diisolasi. Jika Anda tidak bisa mematikan/menghidupkan satu komponen tanpa mengubah yang lain, Anda tidak bisa menguji pengaruh variabel secara independen.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Monolith vs Modular (Basic)
+
+**Konteks:** Model ML untuk text classification. RQ: "Apakah pre-trained embedding meningkatkan F1?"
+
+**Desain monolith:**
+```python
+def train_and_evaluate(data):
+ # 500 baris kode: preprocessing + embedding + model + training + eval
+ # semua dalam satu fungsi
+```
+Masalah: tidak bisa mengisolasi efek embedding. Preprocessing berubah → semua berubah.
+
+**Desain modular:**
+```python
+preprocessor = TextPreprocessor(config) # modul terpisah
+embedder = EmbeddingLayer(type="pretrained" | "random") # swappable
+model = ClassificationModel(embedder) # depend on embedder interface
+evaluator = F1Evaluator() # independent
+```
+
+*Sekarang bisa swap `type="pretrained"` ↔ `type="random"` tanpa mengubah yang lain.*
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Multiple Feature Change (Advanced)
+
+**Konteks:** Peneliti melaporkan: "Model baru 15% lebih baik dari baseline."
+
+**Masalah — terlalu banyak perubahan sekaligus:**
+- Menambahkan attention mechanism ✚
+- Mengubah optimizer dari Adam ke AdamW ✚
+- Menambahkan dropout layer ✚
+- Mengubah learning rate schedule ✚
+
+Pertanyaan reviewer: *"Peningkatan 15% berasal dari yang mana?"*
+
+**Pendekatan yang benar: Ablation Study**
+
+| Eksperimen | Attention | AdamW | Dropout | F1-score |
+|-----------|-----------|-------|---------|----------|
+| Baseline | – | – | – | 74.2% |
+| + Attention | ✓ | – | – | 81.5% (+7.3%) |
+| + AdamW | ✓ | ✓ | – | 82.1% (+0.6%) |
+| + Dropout | ✓ | ✓ | ✓ | 85.7% (+3.6%) |
+
+*Sekarang jelas: attention yang berkontribusi terbesar.*
+
+---
+
+## Research vs Engineering — System Design
+
+| Aspek | Engineering | Research |
+|-------|------------|---------|
+| Tujuan rancangan | Sistem berfungsi | Hipotesis dapat diuji |
+| Kompleksitas | Bisa kompleks jika diperlukan | Sesederhana mungkin agar terkontrol |
+| Dokumentasi | User manual | Experimental setup (reproducibility) |
+| Perubahan komponen | Untuk perbaikan fitur | Untuk ablation study |
+| Evaluasi | Acceptance testing | Uji statistik vs baseline |
+| Portability | Nice to have | Wajib (reproducibility) |
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 6
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Paradigma shift | Sistem **bukan** tujuan → alat uji hipotesis |
+| System as Experiment | RQ → Variable → Component → Setup → Output |
+| 4 Prinsip | Traceability · Modularity · Controllability · Measurability |
+| Mapping RQ | Setiap komponen harus bisa ditelusuri ke variabel |
+| Control | Ubah 1 variabel, kontrol semua → ablation study |
+| Dokumentasi | Traceability matrix wajib dalam metodologi |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Dalam penelitian, sistem bukan dibangun untuk digunakan, tetapi untuk membuktikan sesuatu secara ilmiah."
+
+
+### Output Praktis M6
+
+Buat **2 dokumen**:
+
+1. **Diagram Arsitektur Sistem** (Mermaid/draw.io) — annotated dengan label variabel:
+ - Tandai: `[IndepVar]`, `[DepVar]`, `[Control]` pada setiap komponen
+2. **Traceability Matrix** (tabel: RQ/Hipotesis → Variabel → Komponen → Cara Ukur)
+
+*Dokumen ini menjadi bagian "System Design" dalam bab Metodologi.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 6
+
+- Hevner, A. R., March, S. T., Park, J., & Ram, S. (2004). Design science in information systems research. *MIS Quarterly, 28*(1), 75–105.
+
+- Wieringa, R. J. (2014). *Design science methodology for information systems and software engineering*. Springer.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
+
+- Peffers, K., Tuunanen, T., Rothenberger, M. A., & Chatterjee, S. (2007). A design science research methodology for information systems research. *Journal of Management Information Systems, 24*(3), 45–77.
diff --git a/slide/slide-07-experiment-design.md b/slide/slide-07-experiment-design.md
new file mode 100644
index 0000000..cbcddc4
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-07-experiment-design.md
@@ -0,0 +1,1455 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-ii
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 7 — Experimental Design & Validity
+
+## Membangun Bukti yang Dapat Dipercaya
+
+*Pertemuan 7 (M7) | Sub-CPMK 2.3 | CPMK02 | CPL06*
+
+Fase: **Designing** (M5–M7) · Bagian II: Measurement & Design
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 7
+
+1. Tujuan eksperimen: bukan "menjalankan program"
+2. Experimental Validity Model
+3. Kausalitas vs Korelasi — perbedaan mendasar
+4. Empat jenis validitas eksperimen
+5. Tiga jenis eksperimen: Comparison, Ablation, Parameter Study
+6. Prinsip Controlled Experiment
+7. Dokumen Desain Eksperimen — struktur lengkap
+8. Cognitive Traps & Studi Kasus
+9. Output Praktis: Desain Eksperimen Lengkap
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menjelaskan perbedaan **kausalitas vs korelasi** dan implikasinya pada klaim riset
+- Mendefinisikan 4 jenis **validitas eksperimen**: internal, external, construct, conclusion
+- Merancang **controlled experiment** dengan memisahkan variabel independen dan kontrol
+- Memilih jenis eksperimen yang tepat: **Comparison, Ablation Study, Parameter Study**
+- Menyusun **dokumen desain eksperimen** yang lengkap dan reproducible
+
+> Sub-CPMK 2.3 → Merancang eksperimen yang valid dan terkontrol (CPL06)
+
+---
+
+## Apa Tujuan Eksperimen?
+
+**Bukan:** "Menjalankan program dan melihat hasilnya"
+**Bukan:** "Mendapatkan angka untuk dimasukkan ke laporan"
+
+**Ya:** Membangun **bukti empiris** yang menjawab hipotesis secara terkontrol, sehingga klaim dapat diverifikasi oleh peneliti lain.
+
+
+
+**Hipotesis (H0/H1)** ↓ Rancang kondisi yang mengisolasi variabel ↓ Kumpulkan data di bawah kondisi terkontrol ↓ Analisis statistik ↓ **Kesimpulan dengan tingkat kepercayaan terukur**
+
+
+
+> Eksperimen yang tidak dirancang dengan baik tidak bisa di-*peer review* — karena tidak ada yang bisa direplikasi.
+
+---
+
+## Experimental Validity Model
+
+*Pipeline dari RQ ke Kesimpulan yang Valid*
+
+```
+RQ → Hypothesis → Variable Design → Controlled Experiment
+ → Data → Analysis → Conclusion (with Validity Level)
+```
+
+| Tahap | Kegagalan Tipikal |
+|-------|------------------|
+| Variable Design | Variabel tidak operasional (tidak terukur) |
+| Controlled Experiment | Terlalu banyak variabel berubah sekaligus |
+| Data | Tidak representatif, bias sampling |
+| Analysis | Asumsi statistik dilanggar |
+| Conclusion | Overgeneralisasi dari satu dataset |
+
+> Setiap kegagalan di satu tahap merusak validitas seluruh rantai.
+
+---
+
+## Kausalitas vs Korelasi
+
+**Korelasi:** Dua variabel berubah bersamaan — tidak ada klaim tentang sebab-akibat.
+
+**Kausalitas:** Variabel A menyebabkan perubahan pada variabel B — membutuhkan kontrol eksperimental.
+
+| | Korelasi | Kausalitas |
+|--|----------|-----------|
+| **Claim** | "A dan B berhubungan" | "A menyebabkan B" |
+| **Bukti** | Observasi | Controlled Experiment |
+| **Ancaman** | Spurious correlation, confounders | Lebih sulit dipastikan, tapi lebih kuat |
+| **Contoh riset TI** | "Model dengan lebih banyak parameter punya akurasi lebih tinggi" | "Menambahkan attention mechanism (dengan kondisi lain dikontrol) meningkatkan F1-score" |
+
+> Banyak paper TI mengklaim kausalitas berdasarkan korelasi. Validitas klaim bergantung pada kualitas desain eksperimen.
+
+---
+
+## Empat Jenis Validitas Eksperimen
+
+*(Shadish, Cook & Campbell, 2002)*
+
+| Validitas | Pertanyaan | Ancaman Utama | Cara Memperkuat |
+|-----------|-----------|--------------|----------------|
+| **Internal** | Apakah hubungan kausal benar? | Confounders, history effect | Randomisasi, kontrolling variabel |
+| **External** | Bisa digeneralisasi ke populasi lain? | Single dataset, narrow scope | Multiple dataset, diverse contexts |
+| **Construct** | Kita mengukur konsep yang tepat? | Metrik tidak representatif | Justifikasi operasionalisasi |
+| **Conclusion** | Bukti statistik cukup? | Underpowered test, alpha ≠ 0.05 | Power analysis, laporan effect size |
+
+> Setiap eksperimen menghadapi trade-off antar jenis validitas. Dokumentasikan dan akui keterbatasannya secara eksplisit.
+
+---
+
+## Tiga Jenis Eksperimen
+
+### 1. Comparison Experiment
+**Tujuan:** Membandingkan dua atau lebih metode/kondisi
+**Contoh:** "BERT vs IndoBERT vs mBERT untuk sentimen Bahasa Indonesia"
+**Persyaratan:** Semua metode diuji pada **kondisi yang identik**
+
+### 2. Ablation Study
+**Tujuan:** Mengidentifikasi kontribusi setiap komponen terhadap performa keseluruhan
+**Contoh:** "Full model vs tanpa attention vs tanpa dropout vs tanpa pretrained"
+**Persyaratan:** Satu komponen dihilangkan per eksperimen
+
+### 3. Parameter Study
+**Tujuan:** Menentukan nilai optimal untuk hyperparameter tertentu
+**Contoh:** "Learning rate: 1e-3, 1e-4, 1e-5 → mana yang optimal?"
+**Persyaratan:** Satu parameter bervariasi, semua yang lain dikontrol
+
+---
+
+## Prinsip Controlled Experiment
+
+**Aturan Emas: Ubah SATU variabel, kontrol SEMUA yang lain**
+
+**Checklist desain controlled experiment:**
+
+| Item | Pertanyaan | Jawaban Anda |
+|------|-----------|-------------|
+| Random seed | Apakah seed ditetapkan untuk semua library? | `seed=42` di numpy, torch, sklearn |
+| Dataset split | Apakah split identik untuk semua kondisi? | Stratified split, fixed index |
+| Preprocessing | Apakah pipeline preprocessing sama? | Shared preprocessing module |
+| Hardware | Apakah hardware sama untuk semua kondisi? | Catat GPU, RAM, OS |
+| Evaluation | Apakah metrik dihitung dengan cara yang sama? | Shared evaluation module |
+| Number of runs | Apakah diulang untuk statistical stability? | Minimal 5 runs, laporkan mean ± std |
+
+---
+
+## Dokumen Desain Eksperimen — Struktur
+
+*Template yang wajib ada sebelum eksperimen dimulai:*
+
+```
+1. TUJUAN EKSPERIMEN
+ - RQ yang akan dijawab
+ - Hipotesis yang diuji (H0/H1)
+
+2. VARIABEL
+ - Independent: [nama, nilai yang diuji]
+ - Dependent: [nama, metrik, cara ukur]
+ - Control: [nama, nilai yang dikontrol]
+
+3. SKENARIO EKSPERIMEN
+ - Skenario 1: [kondisi] → [apa yang berubah]
+ - Skenario 2: ...
+
+4. DATA
+ - Dataset: [nama, sumber, split ratio, jumlah]
+ - Preprocessing: [langkah-langkah]
+
+5. VALIDITY THREATS & MITIGATION
+ - Internal: [ancaman] → [mitigasi]
+ - External: [ancaman] → [mitigasi]
+```
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 7 — Experimental Design
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 7
+
+**"Eksperimen = menjalankan program dan mencatat hasilnya"**
+Eksperimen ilmiah membutuhkan: hipotesis yang ditetapkan sebelumnya, variabel yang terisolasi, kondisi yang dikontrol, dan jumlah run yang cukup untuk analisis statistik.
+
+**"Korelasi itu sudah cukup untuk klaim kausalitas"**
+Korelasi hanya menunjukkan hubungan. Kausalitas membutuhkan isolasi variabel melalui controlled experiment. Tanpa kontrol, tidak ada yang bisa menjamin yang mana penyebabnya.
+
+**"Baseline tidak perlu fair — yang penting ada pembanding"**
+Baseline yang tidak fair (versi lama, kondisi berbeda, hiperparameter tidak optimal) itu merugikan pembaca. Reviewer akan menolak paper dengan baseline yang unfair.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Eksperimen Tanpa Kontrol (Basic)
+
+**Konteks:** Peneliti membandingkan model A (baru) vs model B (baseline).
+
+**Masalah — tidak terkontrol:**
+- Model A dilatih lebih lama (100 epoch vs 50 epoch)
+- Model A menggunakan data preprocessing yang lebih agresif
+- Dataset split berbeda
+- Hardware berbeda (GPU vs CPU)
+
+**Hasil:** Model A lebih baik 12%. Tapi **mengapa?** Tidak bisa diketahui.
+
+**Solusi — controlled comparison:**
+| Item | Model A | Model B |
+|------|---------|---------|
+| Epoch | 50 | 50 |
+| Preprocessing | Identik | Identik |
+| Dataset split | Fixed seed 42 | Fixed seed 42 |
+| Hardware | GPU RTX 3090 | GPU RTX 3090 |
+
+*Sekarang perbedaan performa bisa dikaitkan ke variabel yang benar-benar berbeda.*
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Baseline Tidak Fair (Advanced)
+
+**Konteks:** Paper mengklaim metode baru 23% lebih baik. Baseline: BERT 2019.
+
+**Masalah:**
+- BERT 2019 tanpa fine-tuning vs metode baru dengan fine-tuning → tidak fair
+- Baseline diuji pada dataset yang berbeda dari yang digunakan untuk training
+- Hyperparameter baseline menggunakan default tanpa tuning
+
+**Pertanyaan reviewer:** "Apakah 23% benar-benar karena metode baru, atau karena baseline-nya dipersiapkan dengan buruk?"
+
+**Standar fair comparison:**
+1. Semua metode di-fine-tune dengan kondisi identik
+2. Hyperparameter baseline di-tune setidaknya dengan grid search
+3. Dataset split identik
+4. Evaluasi dengan metrik yang sama
+5. Multiple runs (5+) → laporkan mean ± std
+
+---
+
+## Research vs Engineering — Experimental Design
+
+| Aspek | Engineering | Research |
+|-------|------------|---------|
+| Pengujian | Functional testing, UAT | Controlled experiment dengan statistik |
+| Jumlah run | 1 run (jika berhasil, selesai) | Multiple runs (minimal 5 untuk stat) |
+| Baseline | Tidak ada (sistem baru) | Wajib, fair, state-of-the-art |
+| Variabel | Semua bisa berganti | Satu berganti, semua lain dikontrol |
+| Kegagalan | Diperbaiki | Dilaporkan dan dianalisis |
+| Dokumentasi | "Sistem sudah jalan" | Reproducible setup untuk replikasi |
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 7
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Tujuan Eksperimen | Membangun bukti empiris yang reproducible — bukan sekadar menjalankan program |
+| Kausalitas vs Korelasi | Kausalitas butuh kontrol experimental; korelasi hanya observasi |
+| 4 Validitas | Internal · External · Construct · Conclusion |
+| 3 Jenis Eksperimen | Comparison · Ablation Study · Parameter Study |
+| Controlled Experiment | Ubah 1 variabel, kontrol semua yang lain |
+| Dokumen Desain | RQ → Variabel → Skenario → Data → Validity Threats |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Eksperimen bukan sekadar menjalankan sistem, tetapi membangun bukti yang dapat dipercaya."
+
+
+### Output Praktis M7
+
+Buat **Dokumen Desain Eksperimen** yang mencakup:
+
+1. Tujuan eksperimen & hipotesis yang diuji
+2. Tabel variabel (independent, dependent, control)
+3. Skenario eksperimen (minimal 2 skenario)
+4. Spesifikasi dataset (split, ukuran, sumber)
+5. Validity threats & strategi mitigasi
+6. Statistical test yang direncanakan (+ alpha level)
+
+*Dokumen ini = bab Metodologi bagian "Experiment Design" dalam laporan riset.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 7
+
+- Shadish, W. R., Cook, T. D., & Campbell, D. T. (2002). *Experimental and quasi-experimental designs for generalized causal inference*. Houghton Mifflin.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
+
+- Ko, A. J., LaToza, T. D., & Burnett, M. M. (2015). A practical guide to controlled experiments of software engineering tools with human participants. *Empirical Software Engineering, 20*(1), 110–141.
+
+- Juristo, N., & Moreno, A. M. (2001). *Basics of software engineering experimentation*. Springer.
diff --git a/slide/slide-08-proposal-checkpoint.md b/slide/slide-08-proposal-checkpoint.md
new file mode 100644
index 0000000..ba865fb
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-08-proposal-checkpoint.md
@@ -0,0 +1,1399 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 8 — Proposal & Checkpoint
+## Integrasi Fase Thinking + Designing
+
+*Pertemuan 8 (M8) | Bab Integratif | UTS Checkpoint*
+
+Fase: **Integratif** (M8) — merangkum Bab 1–7 ke dalam Proposal Riset
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Tujuan Pertemuan 8
+
+Bab ini **berbeda** dari pertemuan biasa. Tidak ada konsep baru.
+
+Tujuan: mengintegrasikan seluruh output M1–M7 menjadi **satu dokumen proposal riset yang koheren**.
+
+> Proposal bukan kumpulan tugas dari 7 pertemuan yang ditempelkan bersama.
+> Proposal adalah **argumen ilmiah yang utuh** — tiap bagian menjawab satu pertanyaan,
+> dan bersama-sama membuktikan bahwa riset Anda layak dan feasible.
+
+**Di akhir pertemuan ini, Anda memiliki:**
+- Dokumen proposal riset lengkap (8 bagian)
+- Kemampuan mengidentifikasi inkonsistensi antar bagian
+- Kesiapan untuk mempresentasikan dan mempertahankan proposal
+
+---
+
+## Integration Map — Bab 1 sampai 7
+
+*Semua output dari 7 pertemuan harus saling terhubung*
+
+
+
+**[Bab 1]** Research Mindset → Etika & Validitas
+
+**[Bab 2]** Problem Statement + **[Bab 3]** Literature & Gap → **[Bab 4]** RQ + H0/H1 + Contribution
+
+↓ **[Bab 5]** Variabel + Metrik + Tipe Data
+
+↓ **[Bab 6]** Arsitektur Sistem (traceability ke variabel)
+
+↓ **[Bab 7]** Desain Eksperimen (skenario + controlled + validity)
+
+↓ **PROPOSAL RISET** (dokumen terintegrasi)
+
+
+
+---
+
+## Anatomi Proposal Riset — 8 Bagian
+
+| No | Bagian | Sumber dari Bab | Pertanyaan yang Dijawab |
+|----|--------|----------------|------------------------|
+| 1 | **Latar Belakang** | Bab 2 + Bab 3 | Mengapa masalah ini penting dan belum terjawab? |
+| 2 | **Rumusan Masalah** | Bab 2 | Apa tepatnya yang akan diteliti? |
+| 3 | **Tinjauan Pustaka** | Bab 3 | Apa yang sudah diketahui dan apa gap-nya? |
+| 4 | **Research Question** | Bab 4 | Pertanyaan apa yang akan dijawab? |
+| 5 | **Kontribusi** | Bab 4 | Apa yang baru dari riset ini? |
+| 6 | **Metodologi** | Bab 5 + 6 + 7 | Bagaimana hipotesis akan diuji? |
+| 7 | **Jadwal & Sumber Daya** | Bab 7 | Apakah feasible dalam satu semester? |
+| 8 | **Referensi** | Semua bab | APA 7th, min. 15 referensi |
+
+---
+
+## Koherensi Vertikal — Konsistensi antar Bagian
+
+*Setiap bagian harus konsisten dengan semua bagian yang lain*
+
+**Cek 1: Problem ↔ RQ**
+> Problem: "Tidak ada studi tentang efektivitas SMOTE di dataset fraud perbankan syariah Indonesia"
+> RQ: "Apakah SMOTE meningkatkan Recall dalam deteksi fraud di dataset perbankan syariah Indonesia?"
+> Konsisten — RQ menjawab secara langsung gap yang disebutkan di Problem
+
+**Cek 2: RQ ↔ Metodologi**
+> RQ: "...meningkatkan Recall..."
+> Metodologi: mengukur Accuracy dan Precision saja
+> Inkonsisten — Recall harus menjadi metrik utama
+
+**Cek 3: Hipotesis ↔ Statistical Test**
+> H1: "perbedaan signifikan (p < 0.05)"
+> Statistical plan: visualisasi grafik saja
+> Inkonsisten — butuh t-test atau Wilcoxon
+
+---
+
+## Koherensi Horizontal — Argumen yang Mengalir
+
+Proposal harus bisa dibaca sebagai satu narasi, bukan kumpulan potongan:
+
+**Alur argumentasi yang baik:**
+
+
+
+"Di bidang X, masalah Y terjadi karena Z. *[Latar Belakang]* Studi-studi sebelumnya telah mencoba A, B, C, namun belum ada yang... *[Tinjauan Pustaka]* Oleh karena itu, riset ini bertanya: *[RQ]* Kontribusi yang diharapkan adalah *[Contribution]*. Untuk membuktikan hipotesis H1, kami merancang eksperimen dengan *[metodologi]* yang mengukur *[metrik]* terhadap baseline *[X]*."
+
+
+
+> Jika pembaca bisa mengikuti argumen ini tanpa tersesat → proposal koheren.
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Proposal & Integrasi
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 8
+
+**"Proposal = kumpulan tugas dari bab sebelumnya yang di-paste"**
+Proposal adalah dokumen baru yang menulis ulang semua elemen dalam alur argumentasi yang koheren. Copy-paste tugas per bab tanpa koneksi menghasilkan proposal yang patchwork — tidak lulus.
+
+**"Copy-paste methodology dari paper lain"**
+Metodologi harus spesifik untuk RQ Anda, bukan template umum. Reviewer tahu ketika metodologi generik tidak sesuai dengan RQ yang diklaim.
+
+**"Jadwal: semua selesai di bulan terakhir"**
+Jadwal yang tidak realistis adalah red flag. Setiap tahap (implementasi, pengambilan data, analisis, penulisan) butuh buffer waktu. Gagal dalam satu tahap akan mempengaruhi semua yang berikutnya.
+
+**"Tidak ada kemungkinan gagal"**
+Proposal yang tidak mengidentifikasi risiko kegagalan tidak realistis. Selalu sertakan: "Jika kondisi X tidak tercapai, rencana alternatifnya adalah Y."
+
+---
+
+## Template Integrasi — Self-Check Proposal
+
+
+
+**Gunakan checklist ini sebelum mengumpulkan proposal:**
+
+- [ ] Problem Statement sudah divalidasi dengan 5 kriteria kualitas (Bab 2)
+- [ ] Literature review berisi ≥ 15 referensi dengan gap yang teridentifikasi (Bab 3)
+- [ ] RQ spesifik, measurable, dan testable (Bab 4)
+- [ ] Contribution claim eksplisit (improvement/comparison/novel) (Bab 4)
+- [ ] H0/H1 yang falsifiable disertai statistical test yang direncanakan (Bab 4)
+- [ ] Variabel + metrik + justifikasi terdokumentasi (Bab 5)
+- [ ] Arsitektur sistem dengan traceability ke variabel (Bab 6)
+- [ ] Dokumen desain eksperimen lengkap (skenario, controlled, validity threats) (Bab 7)
+- [ ] Koherensi: Problem ↔ RQ ↔ Metodologi ↔ Metrik
+- [ ] Jadwal realistis dengan buffer untuk setiap fase
+
+
+
+---
+
+## Rubrik Evaluasi Proposal
+
+| Kriteria | Bobot | Level 1 (Lemah) | Level 2 (Cukup) | Level 3 (Kuat) |
+|----------|-------|----------------|----------------|----------------|
+| **Kejelasan masalah & gap** | 25% | Topik, bukan masalah | Masalah ada, gap kurang jelas | Problem + gap + validation |
+| **Ketajaman RQ & Hipotesis** | 25% | RQ terlalu umum | RQ spesifik, hipotesis ada | RQ SMART, H0/H1 falsifiable |
+| **Kelengkapan metodologi** | 30% | Deskripsi alat saja | Ada metrik, desain eksperimen parsial | Controlled, variabel terisolasi, validity |
+| **Koherensi argumen** | 20% | Tiap bagian berdiri sendiri | Ada kesatuan tapi ada inkonsistensi | Alir argumen mulus Problem→Conclusion |
+
+---
+
+## Struktur Presentasi Proposal (10 menit)
+
+**Slide 1:** Judul + nama + institusi (30 detik)
+
+**Slide 2:** Latar Belakang + Masalah (2 menit)
+- Fenomena nyata + data pendukung
+- Apa yang sudah ada dan apa gap-nya
+
+**Slide 3:** RQ + Contribution (1.5 menit)
+- Satu kalimat RQ yang tajam
+- Satu kalimat contribution yang eksplisit
+
+**Slide 4:** Metodologi ringkas (3 menit)
+- Workflow eksperimen
+- Variabel (indep, dep, control)
+- Metrik + statistical test
+
+**Slide 5:** Jadwal + Ekspektasi Hasil (1 menit)
+
+**Q&A:** 5–10 menit
+
+---
+
+## Pertanyaan yang Sering Diajukan Penguji
+
+**Tentang Problem:**
+*"Mengapa masalah ini penting? Siapa yang dirugikan jika tidak diselesaikan?"*
+
+**Tentang RQ:**
+*"Apakah RQ ini sudah ada jawabannya di paper yang Anda sitasi?"*
+
+**Tentang Metodologi:**
+*"Mengapa memilih metrik X, bukan Y?"*
+*"Bagaimana Anda memastikan baseline-nya fair?"*
+
+**Tentang Feasibility:**
+*"Apakah dataset ini tersedia secara publik? Berapa ukurannya?"*
+*"Bagaimana jika H0 tidak ditolak?"*
+
+> Persiapkan jawaban berbasis **data dan referensi** untuk setiap pertanyaan ini.
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 8
+
+| Elemen | Status di Proposal Anda |
+|--------|------------------------|
+| Problem Statement (Bab 2) | Tertulis dalam Latar Belakang + Rumusan Masalah |
+| Gap Statement (Bab 3) | Tertulis dalam Tinjauan Pustaka |
+| RQ + H0/H1 (Bab 4) | Bagian RQ + Hipotesis |
+| Variabel + Metrik (Bab 5) | Bagian Metodologi — Pengukuran |
+| Arsitektur Sistem (Bab 6) | Bagian Metodologi — Desain Sistem |
+| Desain Eksperimen (Bab 7) | Bagian Metodologi — Eksperimen |
+| Integratif Bab 8 | Koherensi seluruh dokumen |
+
+---
+
+## Output: Proposal Riset Lengkap
+
+
+"Proposal bukan kumpulan output, tetapi argumen yang utuh dan koheren tentang mengapa riset ini layak dan bagaimana ia akan dilaksanakan."
+
+
+### Submission M8
+
+**Dokumen proposal riset lengkap** (min. 15 halaman):
+
+1. Latar Belakang · 2. Rumusan Masalah · 3. Tinjauan Pustaka · 4. RQ & Hipotesis
+5. Contribution · 6. Metodologi (Sistem + Metric + Eksperimen) · 7. Jadwal · 8. Referensi
+
+*Self-check dengan checklist 10 item sebelum dikumpulkan. Presentasi 10 menit pada saat UTS.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 8
+
+- Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). *Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches* (5th ed.). SAGE Publications.
+
+- Wieringa, R. J. (2014). *Design science methodology for information systems and software engineering*. Springer.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
+
+- Kitchenham, B. A., & Pfleeger, S. L. (2002). Principles of survey research part 2: Designing a survey. *ACM SIGSOFT Software Engineering Notes, 27*(1), 18–20.
diff --git a/slide/slide-09-implementation-environment.md b/slide/slide-09-implementation-environment.md
new file mode 100644
index 0000000..7574dc3
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-09-implementation-environment.md
@@ -0,0 +1,1458 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-iii
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 9 — Implementation & Environment
+
+## Reproducibility sebagai Standar Ilmiah
+
+*Pertemuan 9 (M9) | Sub-CPMK 3.1 | CPMK03 | CPL06*
+
+Fase: **Executing** (M9–M11) · Bagian III: Execution
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 9
+
+1. Bridge dari Fase Designing — dari desain ke implementasi
+2. Reproducible Implementation Model
+3. Implementasi riset ≠ coding biasa
+4. Kontrol lingkungan: hardware, OS, library, seed
+5. Repeatability vs Reproducibility — perbedaan penting
+6. Dokumentasi wajib: setup, parameter, dataset
+7. Best practices: version control, config logging, isolation
+8. Cognitive Traps & Studi Kasus
+9. Output Praktis: Documentation Setup + README
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menjelaskan perbedaan antara **repeatability** dan **reproducibility**
+- Mengidentifikasi semua komponen **environment** yang harus dikontrol
+- Mengimplementasikan **version control** dan **config logging** untuk eksperimen
+- Membuat **dokumentasi setup** yang memungkinkan orang lain mereplikasi eksperimen
+- Membuat **README eksperimen** yang standar
+
+> Sub-CPMK 3.1 → Mengimplementasikan eksperimen dengan kontrol reproducibility (CPL06)
+
+---
+
+## Bridge dari Fase Designing
+
+Di Fase Designing (Bab 5–7), Anda merancang:
+- Variabel yang akan diukur (Bab 5)
+- Arsitektur sistem yang terkontrol (Bab 6)
+- Desain eksperimen lengkap dengan skenario (Bab 7)
+
+**Sekarang: Fase Executing dimulai.**
+
+> Kualitas implementasi menentukan apakah desain eksperimen yang sudah baik bisa menghasilkan data yang **valid dan reproducible**.
+
+Implementasi yang buruk (tanpa dokumentasi, tanpa version control, tanpa environment isolation) bisa merusak eksperimen yang desainnya sempurna.
+
+---
+
+## Reproducible Implementation Model
+
+*Dari desain eksperimen ke hasil yang bisa dipercaya*
+
+
+
+**Experiment Design** ↓ Implementation ↓ Environment Setup (dikontrol & didokumentasikan) ↓ Execution Consistency (setiap run identik) ↓ Reproducibility (orang lain bisa mereplikasi) ↓ **Trustworthy Result**
+
+
+
+> Jika eksperimen tidak bisa direplikasi oleh peneliti lain → hasilnya tidak bisa dipercaya secara ilmiah, terlepas dari seberapa bagus angkanya.
+
+---
+
+## Implementasi Riset ≠ Coding Biasa
+
+| Aspek | Coding Biasa | Implementasi Riset |
+|-------|-------------|-------------------|
+| **Tujuan** | Sistem berfungsi | Eksperimen dapat direplikasi |
+| **Konfigurasi** | Hardcoded dalam kode | Dipisah dalam config file (YAML/JSON) |
+| **Random seed** | Diabaikan | Ditetapkan dan di-log |
+| **Versi library** | "Yang terbaru" | Dikunci (requirements.txt/conda env) |
+| **Hasil** | "Jalan, selesai" | Di-log lengkap, timestamped |
+| **Dokumentasi** | Minimal | Wajib, cukup detail untuk replikasi |
+
+**Prinsip:** Jika Anda menjalankan ulang kode Anda sendiri 6 bulan kemudian dan hasilnya berbeda → reproducibility gagal.
+
+---
+
+## Komponen Environment yang Harus Dikontrol
+
+*Semuanya didokumentasikan, semuanya di-version control*
+
+
+
+- **Hardware:** CPU/GPU (model, RAM, VRAM)
+- **OS:** Ubuntu 20.04 / Windows 11 (versi spesifik)
+- **Language:** Python 3.10.12 (bukan "Python 3")
+- **Framework:** PyTorch 2.1.0 / TensorFlow 2.13.0
+- **Libraries:** numpy 1.24.3, scikit-learn 1.3.0, transformers 4.35.0
+- **Dataset:** nama, sumber URL, tanggal diunduh, checksum (MD5/SHA256)
+- **Random Seed:** seed=42 — set di semua library
+- **Config:** hyperparameter dalam config.yaml (tidak hardcoded)
+
+
+
+**Tool:** `conda env export > environment.yml` atau `pip freeze > requirements.txt`
+
+---
+
+## Repeatability vs Reproducibility
+
+| | Repeatability | Reproducibility |
+|-|--------------|----------------|
+| **Definisi** | Hasil sama oleh **peneliti yang sama** di kondisi yang sama | Hasil sama oleh **peneliti berbeda** dari deskripsi metode |
+| **Standar** | Minimum — harus dicapai | Target — yang membuat sains berkembang |
+| **Syarat** | Kode + environment + data tersedia | Kode + environment + data + dokumentasi terbuka |
+| **Gagal karena** | Seed tidak di-set, library berbeda | Dokumentasi tidak cukup, data tidak publik |
+
+**Dalam laporan riset:**
+- Reportkan mean ± std dari multiple runs (minimal 5) → menunjukkan repeatability
+- Sertakan kode + environment file → memungkinkan reproducibility
+
+---
+
+## Best Practices: Version Control untuk Eksperimen
+
+### Git untuk Kode
+
+```bash
+# Setiap eksperimen = branch tersendiri
+git checkout -b exp/03-attention-mechanism
+git commit -m "Exp03: baseline BiLSTM+CRF untuk NER"
+
+# Tag untuk eksperimen yang final
+git tag exp-03-final
+```
+
+### Logging Eksperimen
+
+Setiap run harus menghasilkan log yang berisi:
+
+```
+timestamp: 2026-04-13 09:15:32
+experiment_id: exp-03
+model: BiLSTM+CRF
+config: config_03.yaml
+dataset: CoNLL2003, split=42
+random_seed: 42
+result: {f1: 0.872, precision: 0.889, recall: 0.856}
+duration: 1h23m
+hardware: RTX 3090, 24GB VRAM
+```
+
+---
+
+## Template README Eksperimen
+
+```markdown
+# Eksperimen [N]: [Nama Eksperimen]
+
+## Tujuan
+[Menguji hipotesis apa? Terkait RQ mana?]
+
+## Environment
+- Python 3.10.12
+- PyTorch 2.1.0
+- CUDA 11.8
+- GPU: NVIDIA RTX 3090
+
+## Setup
+```bash
+conda env create -f environment.yml
+conda activate rti-exp
+```
+
+## Cara Menjalankan
+```bash
+python train.py --config configs/exp_03.yaml
+```
+
+## Hasil Terakhir
+| Run | F1 | Precision | Recall |
+|-----|-----|-----------|--------|
+| 1 | 87.2% | 88.9% | 85.6% |
+| ... | | | |
+| Mean ± Std | 87.1 ± 0.3% | | |
+
+## Catatan
+[Anomali, variasi, observasi penting selama eksekusi]
+```
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 9 — Implementation & Environment
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 9
+
+**"Kode sudah jalan, dokumentasi bisa dibuat nanti"**
+Dokumentasi yang dibuat setelah eksperimen sering tidak lengkap — detail kecil yang kritis (versi library, seed, preprocessing decision) sudah terlupakan. Dokumentasi harus **bersamaan dengan implementasi**.
+
+**"Environment = install library yang diperlukan"**
+Environment yang tidak terdokumentasi berarti "pip install terbaru" — dan library berubah versi. Satu perbedaan versi library bisa mengubah hasil secara signifikan.
+
+**"Satu run sudah cukup — hasilnya sudah bagus"**
+Satu run tidak bisa membuktikan stabilitas. Variance antar run bisa besar. Minimal 5 run dengan fixed seed berbeda, laporkan mean ± std.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Implementasi Tidak Reproducible (Basic)
+
+**Konteks:** Mahasiswa A mengirimkan kode ke dosen. Dosen menjalankan kode tersebut — hasilnya berbeda 12% dari yang dilaporkan.
+
+**Penyebab:**
+- Library tidak di-lock (transformers versi beda → tokenizer berubah)
+- Random seed tidak di-set → augmentasi data berbeda setiap run
+- Preprocessing ada operasi random (shuffle tanpa seed)
+- Config disimpan di dalam fungsi, tidak di file terpisah
+
+**Dampak:** Hasil tidak bisa diverifikasi → laporan tidak diterima.
+
+**Checklist reproducibility:**
+- [ ] `requirements.txt` / `environment.yml` tersedia
+- [ ] Semua random seed ditetapkan
+- [ ] Config dipisah dari kode
+- [ ] README berisi langkah menjalankan dari awal
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Library Version Mismatch (Advanced)
+
+**Konteks:** Paper melaporkan F1 = 94.2% menggunakan `scikit-learn`. Peneliti lain mencoba mereplikasi: F1 = 91.8%.
+
+**Investigasi:**
+| Komponen | Paper | Replikasi |
+|---------|-------|----------|
+| scikit-learn | 0.24.2 | 1.3.0 |
+| Implementasi `F1-score` | macro average | micro average (default berubah) |
+| Preprocessing | StandardScaler | Sama |
+
+**Penyebab:** Perubahan default parameter `average` di `sklearn.metrics.f1_score` antara versi 0.24 dan 1.x.
+
+**Dampak:** 3 bulan upaya replikasi, hasilnya tetap tidak bisa dicocokkan.
+
+**Pelajaran:** Lock versi library. Sebutkan versi dalam paper. Gunakan checksum dataset.
+
+---
+
+## Research vs Engineering — Implementation
+
+| Aspek | Engineering | Research |
+|-------|------------|---------|
+| Kode | Fungsional | Fungsional + reproducible |
+| Config | Bisa hardcoded | Harus dieksternalisasi |
+| Versi library | "Yang terbaru" | Di-lock dalam environment file |
+| Random seed | Opsional | Wajib, didokumentasikan |
+| Logging | Debug logging | Experiment logging (ID, params, result, time) |
+| Dokumentasi | README basic | README eksperimen (langkah-langkah detail) |
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 9
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Reproducible Implementation | Design → Implementation → Environment → Consistency → Reproducibility |
+| Kontrol Environment | Hardware + OS + Python version + Library versions + Dataset checksum |
+| Repeatability vs Reproducibility | Same researcher (min) vs different researcher (target) |
+| Version Control | Branch per eksperimen, tag versi final |
+| Logging | Setiap run: timestamp, config, result, hardware |
+| README Eksperimen | Cukup detail untuk orang lain jalankan dari awal |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Implementasi yang baik bukan yang paling cepat, tetapi yang menghasilkan hasil yang bisa dipercaya dan diverifikasi."
+
+
+### Output Praktis M9
+
+Buat **2 dokumen**:
+
+1. **Documentation Setup** — environment.yml / requirements.txt + semua konfigurasi eksperimen
+2. **README Eksperimen** — langkah setup sampai menjalankan, annotated dengan tujuan tiap langkah
+
+*Dokumen ini menjadi Appendix "Experiment Reproducibility" dalam laporan riset.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 9
+
+- Pineau, J., Vincent-Lamarre, P., Sinha, K., Larivière, V., Beygelzimer, A., d'Alché-Buc, F., Fox, E., & Larochelle, H. (2021). Improving reproducibility in machine learning research. *Journal of Machine Learning Research, 22*(1), 7459–7478.
+
+- Stodden, V., McNutt, M., Bailey, D. H., Deelman, E., Gil, Y., Hanson, B., Heroux, M. A., Ioannidis, J. P. A., & Taufer, M. (2016). Enhancing reproducibility for computational methods. *Science, 354*(6317), 1240–1241.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
diff --git a/slide/slide-10-experiment-execution.md b/slide/slide-10-experiment-execution.md
new file mode 100644
index 0000000..7951a28
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-10-experiment-execution.md
@@ -0,0 +1,1441 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-iii
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 10 — Experiment Execution & Data Collection
+
+## Dari Rencana ke Data yang Terpercaya
+
+*Pertemuan 10 (M10) | Sub-CPMK 3.2 | CPMK03 | CPL06*
+
+Fase: **Executing** (M9–M11) · Bagian III: Execution
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 10
+
+1. Execution plan: pentingnya perencanaan sebelum eksekusi
+2. Experiment Execution Pipeline
+3. Mengapa multiple run wajib
+4. Struktur data logging yang benar
+5. Konsistensi eksekusi — sama persis setiap kali
+6. Data collection protokol
+7. Cognitive Traps & Studi Kasus
+8. Output Praktis: Log Eksperimen + Dataset Mentah
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menyusun **execution plan** yang detail sebelum menjalankan eksperimen
+- Menerapkan **multiple run** dan menjelaskan alasan statistiknya
+- Merancang struktur **data logging** yang komprehensif
+- Memastikan **konsistensi eksekusi** di semua skenario dan run
+- Menghasilkan **dataset eksperimen mentah** yang siap divalidasi
+
+> Sub-CPMK 3.2 → Melaksanakan eksperimen dan mengumpulkan data (CPL06)
+
+---
+
+## Experiment Execution Pipeline
+
+*Dari desain ke dataset yang siap dianalisis*
+
+
+
+**Design** ↓ Execution Plan (sebelum eksperimen dimulai) ↓ Controlled Execution (skenario satu per satu) ↓ Data Collection (setiap metrik, setiap run) ↓ Data Logging (terstruktur, timestamped) ↓ **Dataset for Analysis**
+
+
+
+> Eksekusi **tanpa execution plan** = memasak tanpa resep. Mungkin jadi, tapi tidak terjamin konsistensinya.
+
+---
+
+## Execution Plan — Apa yang Harus Ada
+
+**Sebelum menjalankan eksperimen pertama:**
+
+```
+EXECUTION PLAN — Eksperimen [N]
+
+Skenario yang akan dijalankan:
+ Skenario 1: [kondisi A] — [parameter spesifik]
+ Skenario 2: [kondisi B] — [parameter spesifik]
+ Skenario 3: [baseline] — [parameter spesifik]
+
+Jumlah run per skenario: 10
+Random seeds untuk tiap run: [42, 123, 456, 789, 1024, ...]
+
+Urutan eksekusi:
+ 1. Skenario baseline → 10 runs
+ 2. Skenario 1 → 10 runs
+ 3. Skenario 2 → 10 runs
+
+Estimasi waktu per run: 45 menit
+Total waktu: ~22.5 jam
+```
+
+---
+
+## Mengapa Multiple Run Wajib?
+
+**Satu run tidak cukup karena:**
+
+1. Inisialisasi random (weight initialization, shuffle order) berbeda setiap run
+2. Hardware variance (thermal throttling, background processes)
+3. Satu run tidak bisa menghitung **standard deviation → tidak bisa uji statistik**
+
+| Runs | Yang Bisa Dihitung | Yang Tidak Bisa |
+|------|-------------------|----------------|
+| 1 run | Point estimate saja | ± std, t-test, CI |
+| 3 run | Mean (terlalu kecil untuk distribusi) | Reliable CI |
+| 5 run | Mean ± std (minimum acceptable) | Large sample statistics |
+| 10+ run | Mean ± std + t-test + CI | — |
+
+> **Minimum dalam riset TI:** 5 run. Disarankan 10 run untuk stabilitas statistik.
+
+---
+
+## Struktur Data Logging
+
+*Setiap run harus menghasilkan log yang lengkap*
+
+```python
+log_entry = {
+ "run_id": "exp03_run07",
+ "timestamp": "2026-04-13T10:25:33",
+ "experiment_id": "exp-03",
+ "scenario": "attention-mechanism",
+ "random_seed": 789,
+ "config": {
+ "model": "BiLSTM",
+ "attention": True,
+ "learning_rate": 1e-3,
+ "batch_size": 32,
+ "epochs": 50
+ },
+ "results": {
+ "f1_micro": 0.872,
+ "f1_macro": 0.815,
+ "precision": 0.889,
+ "recall": 0.856,
+ "training_time_sec": 2723
+ },
+ "hardware": "RTX 3090, 24GB VRAM, CUDA 11.8"
+}
+```
+
+---
+
+## Konsistensi Eksekusi — Checklist Setiap Run
+
+*Sebelum memulai setiap run, pastikan:*
+
+| Item | Cek |
+|------|-----|
+| Environment aktif (conda/venv) | `conda activate rti-exp` |
+| Config file benar untuk skenario ini | `cat configs/exp_03_s1.yaml` |
+| Random seed di-set | Set di numpy, torch, Python random |
+| Dataset di lokasi yang benar + checksum OK | `md5sum dataset.csv` |
+| GPU memory kosong | `nvidia-smi` |
+| Log directory tersedia | `mkdir -p logs/exp03/` |
+| Tidak ada proses berat yang berjalan | Tutup browser, aplikasi lain |
+
+> Konsistensi eksekusi bukan paranoia — ini adalah standar ilmiah.
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 10 — Experiment Execution
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 10
+
+**"Satu run sudah cukup kalau hasilnya bagus"**
+"Bagus" dalam satu run mungkin keberuntungan (lucky seed). Tanpa multiple run, tidak ada cara mengetahui apakah hasil tersebut stabil atau artifact dari kondisi spesifik satu eksekusi.
+
+**"Data logging berlebihan, cukup catat hasil akhir saja"**
+Ketika ada anomali atau hasil yang tidak terduga, log yang lengkap adalah satu-satunya cara untuk menginvestigasi. Logging minimal = debugging impossible. Disk space murah, waktu investigasi mahal.
+
+**"Eksperimen bisa dijalankan sambil mengerjakan yang lain"**
+Background processes mengkonsumsi CPU/GPU/RAM dan dapat mempengaruhi throughput dan latency measurement. Untuk eksperimen yang mengukur performa sistem, isolasi resource wajib.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Single Run Disaster (Basic)
+
+**Konteks:** Mahasiswa melaporkan F1=91.5%. Dosen meminta run ulang. Hasil: 84.2%.
+
+**Investigasi:**
+- Run pertama: lucky seed, distribusi batch training kebetulan balans
+- Run ulang: seed berbeda, batch distribution berbeda
+- Variance sangat tinggi: std = 3.7% → model tidak stabil
+
+**Tabel dari 5 run:**
+| Run | Seed | F1-score |
+|-----|------|---------|
+| 1 | 42 | 91.5% ← yang dilaporkan |
+| 2 | 123 | 84.2% |
+| 3 | 456 | 87.1% |
+| 4 | 789 | 85.8% |
+| 5 | 1024 | 86.3% |
+| **Mean ± Std** | | **87.0 ± 2.6%** |
+
+**Pelajaran:** F1 yang sebenarnya adalah 87.0 ± 2.6%, bukan 91.5%.
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Eksekusi Tidak Konsisten (Advanced)
+
+**Konteks:** Researcher membandingkan dua model. Model A selalu dijalankan di pagi hari (server dingin), Model B di sore hari (server panas, thermal throttling aktif).
+
+**Hasil:** Model A 15% lebih cepat dalam inference time.
+
+**Masalah:** Perbedaan inference time bukan karena model — tapi karena kondisi hardware yang berbeda.
+
+**Protokol eksekusi yang benar:**
+1. Randomize urutan eksekusi per run (Model A/B dijalankan bergantian dalam satu sesi)
+2. Jalankan warm-up run sebelum pengukuran (GPU dalam kondisi stabil)
+3. Ukur hardware state sebelum setiap run (`nvidia-smi`, CPU temperature)
+4. Catat semua di log
+
+---
+
+## Format Dataset Mentah
+
+*Hasil semua run harus tersimpan dalam format yang terstruktur*
+
+```
+results/
+ exp03_summary.csv ← semua run, semua skenario
+ exp03_raw/
+ run_01_seed42.json
+ run_02_seed123.json
+ ...
+ exp03_config/
+ scenario_1_attention.yaml
+ scenario_2_baseline.yaml
+```
+
+**Format `exp03_summary.csv`:**
+```csv
+run_id,scenario,seed,f1_micro,f1_macro,precision,recall,time_sec
+exp03_s1_r1,attention,42,0.872,0.815,0.889,0.856,2723
+exp03_s1_r2,attention,123,0.865,0.810,0.882,0.849,2698
+exp03_s2_r1,baseline,42,0.821,0.768,0.844,0.799,2511
+```
+
+---
+
+## Research vs Engineering — Execution
+
+| Aspek | Engineering | Research |
+|-------|------------|---------|
+| Eksekusi | Run sekali, jika berhasil → selesai | Minimal 5 run per skenario |
+| Kondisi eksekusi | Tidak disebutkan | Dikontrol dan didokumentasikan |
+| Data yang disimpan | Hasil akhir saja | Semua run, semua metrik, semua log |
+| Anomali | Dibuang / diabaikan | Dicatat dan diinvestigasi |
+| Urutan eksekusi | Tidak penting | Randomized untuk menghindari order bias |
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 10
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Execution Pipeline | Design → Plan → Execution → Collection → Logging → Dataset |
+| Multiple Run | Min. 5 runs → bisa hitung mean ± std → bisa uji statistik |
+| Data Logging | Setiap run: ID, timestamp, config, result, hardware |
+| Konsistensi | Checklist yang sama sebelum setiap run |
+| Format Dataset | CSV summary + JSON detail per run + YAML config |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Data yang baik bukan data yang banyak, tetapi data yang dikumpulkan dengan konsistensi metodologi yang ketat."
+
+
+### Output Praktis M10
+
+Hasilkan dan kumpulkan:
+
+1. **Log eksperimen** (minimal 5 run per skenario, format terstruktur)
+2. **Dataset mentah** (`results/exp_summary.csv` + file per run)
+3. **Catatan anomali** — apa yang terjadi di luar rencana selama eksekusi
+
+*Dokumen ini menjadi dasar untuk validasi data di Bab 11.*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 10
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
+
+- Pineau, J., Vincent-Lamarre, P., Sinha, K., Larivière, V., Beygelzimer, A., d'Alché-Buc, F., Fox, E., & Larochelle, H. (2021). Improving reproducibility in machine learning research. *Journal of Machine Learning Research, 22*(1), 7459–7478.
+
+- Hoefler, T., & Belli, R. (2015). Scientific benchmarking of parallel computing systems: Twelve ways to tell the masses when reporting performance results. In *Proceedings of the International Conference for High Performance Computing, Networking, Storage and Analysis* (pp. 1–12). ACM.
diff --git a/slide/slide-11-data-validation.md b/slide/slide-11-data-validation.md
new file mode 100644
index 0000000..66b8b0d
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-11-data-validation.md
@@ -0,0 +1,1435 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-iii
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 11 — Data Validation & Integrity
+
+## Memastikan Data yang Dikumpulkan Dapat Dipercaya
+
+*Pertemuan 11 (M11) | Sub-CPMK 3.3 | CPMK03 | CPL06*
+
+Fase: **Executing** (M9–M11) · Bagian III: Execution
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 11
+
+1. Mengapa validasi data itu urusan peneliti, bukan pre-processing
+2. Data Trust Model — pipeline dari Raw ke Analysis Ready
+3. Empat Pilar Kualitas Data
+4. Proses validasi step-by-step
+5. Anomaly detection — outlier, missing values, inkonsistensi
+6. Alignment data–eksperimen
+7. Cognitive Traps & Studi Kasus
+8. Output Praktis: Dataset Tervalidasi + Catatan Anomali
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menjelaskan perbedaan **validasi data** dan **preprocessing data**
+- Menerapkan **4 pilar kualitas data** sebagai kriteria penerimaan dataset
+- Melaksanakan proses validasi (format → range → consistency → logic)
+- Mendokumentasikan **anomali** yang ditemukan dan keputusan yang diambil
+- Memeriksa **alignment** antara data yang dikumpulkan dan desain eksperimen
+
+> Sub-CPMK 3.3 → Memvalidasi integritas data eksperimen (CPL06)
+
+---
+
+## Data Trust Model
+
+*Setiap langkah harus meningkatkan kepercayaan terhadap data*
+
+
+
+**Raw Data** (dari eksperimen) ↓ Data Cleaning (format, struktur) ↓ Consistency Check (antar-run, antar-skenario) ↓ Validation (range, logic, alignment) ↓ Trusted Data (dengan dokumentasi anomali) ↓ **Analysis Ready** (siap Bab 13)
+
+
+
+> Validasi ≠ Preprocessing. Validasi memastikan data **benar**. Preprocessing mempersiapkan data untuk **analisis**. Urutannya tidak bisa dibalik.
+
+---
+
+## Empat Pilar Kualitas Data
+
+*Standar yang harus dipenuhi oleh setiap dataset penelitian*
+
+| Pilar | Definisi | Pertanyaan Kunci | Contoh Pelanggaran |
+|-------|---------|-----------------|-------------------|
+| **Accuracy** (Akurasi) | Data mencerminkan fenomena yang diukur | Apakah nilai ini masuk akal? | F1=1.02 (mustahil) |
+| **Consistency** (Konsistensi) | Tidak ada kontradiksi dalam dataset | Apakah run yang sama menghasilkan format yang sama? | Skenario A: nilai 0–1, Skenario B: nilai 0–100 |
+| **Completeness** (Kelengkapan) | Semua yang seharusnya ada, ada | Adakah run yang hilang? | 10 run direncanakan, 8 di CSV |
+| **Validity** (Validitas) | Data sesuai dengan definisi variabel dalam desain | Apakah yang diukur sesuai dengan RQ? | Mengukur accuracy padahal RQ butuh recall |
+
+---
+
+## Proses Validasi Data — 4 Tahap
+
+### Tahap 1 — Format Validation
+```python
+# Cek struktur CSV
+import pandas as pd
+df = pd.read_csv('exp03_summary.csv')
+print(df.dtypes) # Apakah kolom numerik dibaca sebagai float?
+print(df.shape) # Apakah jumlah baris sesuai rencana?
+print(df.isnull().sum()) # Apakah ada missing values?
+```
+
+### Tahap 2 — Range Validation
+```python
+# Validasi range metrik
+assert (df['f1_micro'] >= 0).all() and (df['f1_micro'] <= 1).all(), "F1 out of range!"
+assert (df['precision'] >= 0).all() and (df['precision'] <= 1).all(), "Precision out of range!"
+assert (df['time_sec'] > 0).all(), "Training time harus positif!"
+```
+
+---
+
+## Proses Validasi Data — Lanjutan
+
+### Tahap 3 — Consistency Check
+```python
+# Cek jumlah run per skenario (harus 10 per skenario)
+run_counts = df.groupby('scenario')['run_id'].count()
+print(run_counts)
+
+# Output yang diharapkan:
+# scenario
+# attention 10
+# baseline 10
+# no-attention 10
+```
+
+### Tahap 4 — Logic Validation (Alignment dengan Desain)
+```
+□ Semua skenario yang direncanakan ada di dataset?
+□ Semua random seed yang dijadwalkan tereksekusi?
+□ Metrik yang ada di dataset ← sesuai dengan RQ dan hipotesis?
+□ Satuan metrik konsisten? (0–1 atau 0–100%?)
+```
+
+---
+
+## Anomaly Detection
+
+*Tiga jenis anomali yang paling sering ditemukan:*
+
+### 1. Outlier Statistik
+```python
+from scipy import stats
+z_scores = stats.zscore(df['f1_micro'])
+outliers = df[abs(z_scores) > 3]
+print("Outliers:", outliers)
+```
+
+Jika ditemukan outlier → **jangan langsung dibuang**. Investigasi dulu:
+- Apakah log menunjukkan sesuatu yang aneh pada run tersebut?
+- Apakah hardware state berbeda?
+- Dokumentasikan alasan, baru putuskan: retain atau exclude with justification.
+
+### 2. Missing Values
+Cek cross-referensi dengan execution log. Run hilang = re-run jika memungkinkan.
+
+### 3. Inkonsistensi Format
+Contoh: kolom `time_sec` yang seharusnya float, tertuliskan "N/A" di beberapa baris.
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 11 — Data Validation
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 11
+
+**"Data dari eksperimen saya sendiri pasti sudah benar"**
+Eksperimen yang dirancang baik pun bisa menghasilkan data yang cacat karena bug kecil, kondisi hardware, atau kesalahan konfigurasi. Validasi bukan soal ketidakpercayaan — tapi standar ilmiah.
+
+**"Outlier dibuang karena pasti error"**
+Outlier bisa menjadi temuan paling menarik dalam penelitian. Membuang outlier tanpa investigasi = kehilangan insight + manipulasi data. Selalu dokumentasikan outlier dan alasan keputusan.
+
+**"Validasi data itu sama dengan preprocessing"**
+Validasi = memastikan data benar (integritas). Preprocessing = mempersiapkan data untuk analisis (transformasi). Urutan wajib: validasi dulu, baru preprocessing. Tidak bisa dibalik.
+
+**"Kalau run-nya banyak, satu yang error tidak apa-apa"**
+Setiap run yang cacat mempengaruhi mean dan std. Dalam 10 run, 1 run error = 10% data rusak = seluruh analisis terdampak.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Data Inconsistency (Basic)
+
+**Konteks:** Mahasiswa membandingkan Model A vs Model B, 10 run masing-masing.
+
+**Masalah yang ditemukan saat validasi:**
+- Model A: F1-score dalam skala 0–1 (0.872, 0.865, dst)
+- Model B: F1-score dalam skala 0–100 (87.5, 86.2, dst)
+- Keduanya berasal dari library yang berbeda (sklearn vs torchmetrics)
+
+**Dampak jika tidak divalidasi:**
+- Model A mean = 0.869
+- Model B mean = 86.8 → tampak 100x lebih buruk
+- Analisis komparatif menjadi tidak valid
+
+**Solusi:** Normalisasi ke skala yang sama **setelah validasi mengidentifikasi ini**, dan dokumentasikan dalam catatan preprocessing.
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Missing Runs + Outlier (Advanced)
+
+**Konteks:** 10 run direncanakan per skenario. Dataset hanya berisi 9 run. Run ke-7 juga tampak anomali (F1 = 0.342, jauh di bawah mean 0.87).
+
+**Investigasi:**
+1. **Missing run:** Cross-cek dengan execution log → run ke-6 gagal karena `CUDA OOM` dan tidak di-log dengan benar
+2. **Outlier run-7:** Log menunjukkan GPU temperature spike 85°C selama run → thermal throttling aktif
+
+**Keputusan yang didokumentasikan:**
+```
+Anomali 1 — Run ke-6: Eksekusi gagal (CUDA OOM).
+ Keputusan: Re-run dengan batch_size=16 (bukan 32).
+
+Anomali 2 — Run ke-7: Thermal throttling aktif (85°C).
+ Keputusan: Exclude dari analisis. Alasan: kondisi hardware tidak normal.
+ Pengganti: Re-run dengan server di ruangan ber-AC.
+```
+
+---
+
+## Dokumentasi Catatan Validasi
+
+*Setiap keputusan tentang data harus terdokumentasi*
+
+```
+DATA VALIDATION REPORT — Eksperimen 3
+Tanggal validasi: 2026-05-02
+Peneliti: [Nama]
+
+HASIL VALIDASI FORMAT : PASS — semua kolom sesuai tipe yang diharapkan
+HASIL VALIDASI RANGE : PASS — semua nilai F1 dalam [0,1]
+HASIL VALIDASI KONSISTENSI: FAIL → lihat anomali 1
+HASIL VALIDASI ALIGNMENT : PASS — semua metrik sesuai RQ
+
+ANOMALI YANG DITEMUKAN:
+ [ANO-01] Run exp03_s1_r6: Missing. Penyebab: CUDA OOM.
+ Keputusan: Re-run. Status: Selesai (exp03_s1_r6b).
+ [ANO-02] Run exp03_s1_r7: Outlier (F1=0.342). Penyebab: Thermal throttling.
+ Keputusan: Exclude + re-run (exp03_s1_r7b).
+
+STATUS AKHIR: Dataset valid. Siap untuk preprocessing.
+```
+
+---
+
+## Research vs Ad-Hoc — Data Handling
+
+| Aspek | Ad-Hoc | Research |
+|-------|--------|---------|
+| Validasi data | Langsung analisis | Validasi dulu sebelum apapun |
+| Outlier | Dibuang atau diabaikan | Investigasi + dokumentasi keputusan |
+| Missing data | Di-impute langsung | Cari tahu penyebab, pertimbangkan re-run |
+| Format inconsistency | "Nanti saja saat analisis" | Temukan saat validasi, perbaiki dengan dokumentasi |
+| Laporan | Hanya hasil | Hasil + catatan anomali + audit trail |
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 11
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Data Trust Model | Raw → Cleaning → Consistency → Validation → Trusted → Analysis Ready |
+| 4 Pilar | Accuracy, Consistency, Completeness, Validity |
+| Proses Validasi | Format → Range → Consistency → Logic (4 tahap) |
+| Anomaly Handling | Investigasi dulu → keputusan berbasis bukti → dokumentasi |
+| Output Wajib | Dataset tervalidasi + Catatan anomali + Validation report |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Data yang divalidasi dengan buruk adalah fondasi yang retak — bangunan analisis di atasnya, sebagus apapun, tidak akan dapat dipercaya."
+
+
+### Output Praktis M11
+
+Kumpulkan dan lampirkan:
+
+1. **Dataset tervalidasi** (`exp_summary_validated.csv`)
+2. **Validation report** (format bebas, isi sesuai template catatan validasi)
+3. **Catatan anomali** — setiap anomali yang ditemukan dan keputusan yang diambil
+
+*Dataset ini menjadi input untuk Preprocessing (Bab 13) dan Presentasi Hasil (Bab 12).*
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 11
+
+- Pipino, L. L., Lee, Y. W., & Wang, R. Y. (2002). Data quality assessment. *Communications of the ACM, 45*(4), 211–218.
+
+- Strong, D. M., Lee, Y. W., & Wang, R. Y. (1997). Data quality in context. *Communications of the ACM, 40*(5), 103–110.
+
+- Rahm, E., & Do, H. H. (2000). Data cleaning: Problems and current approaches. *IEEE Data Engineering Bulletin, 23*(4), 3–13.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
diff --git a/slide/slide-12-result-presentation.md b/slide/slide-12-result-presentation.md
new file mode 100644
index 0000000..a508e9f
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-12-result-presentation.md
@@ -0,0 +1,1427 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-iv
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 12 — Result Presentation & Visualization
+
+## Dari Data Mentah ke Insight yang Dapat Dikomunikasikan
+
+*Pertemuan 12 (M12) | Sub-CPMK 4.1 | CPMK04 | CPL07*
+
+Fase: **Analyzing & Communicating** (M12–M16) · Bagian IV
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 12
+
+1. Memasuki Bagian IV — dari eksekusi ke komunikasi hasil
+2. Data → Insight Pipeline
+3. Tabel vs Grafik — kapan menggunakan yang mana
+4. Mapping tujuan → jenis visualisasi
+5. Multi-metric presentation — cara melaporkan banyak metrik sekaligus
+6. Visualization bias — cara visualisasi bisa menipu
+7. Cognitive Traps & Studi Kasus
+8. Output Praktis: Tabel + Grafik + Observasi Awal
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menjelaskan perbedaan peran **tabel** (presisi) dan **grafik** (insight)
+- Memilih jenis visualisasi berdasarkan **tujuan komunikasi hasil**
+- Menyajikan hasil **multi-metrik** secara terstruktur dan tidak menyesatkan
+- Mengidentifikasi dan menghindari **visualization bias**
+- Menghasilkan **observasi awal** dari presentasi hasil sebelum interpretasi formal
+
+> Sub-CPMK 4.1 → Menyajikan dan memvisualisasikan hasil eksperimen (CPL07)
+
+---
+
+## Sambutan ke Bagian IV
+
+*Apa yang sudah kita miliki, apa yang harus kita lakukan*
+
+```
+Bagian I → Thinking: Masalah ditemukan, RQ dirumuskan
+Bagian II → Designing: Metrik ditentukan, sistem dirancang, eksperimen didesain
+Bagian III → Executing: Sistem diimplementasikan, dijalankan, data dikumpulkan + divalidasi
+
+NOW: Bagian IV → Analyzing & Communicating
+ Bab 12: Sajikan hasil agar bisa dibaca
+ Bab 13: Preprocessing untuk analisis
+ Bab 14: Analisis, interpretasi, failure analysis
+ Bab 15: Tulis laporan ilmiah
+ Bab 16: Presentasikan dan defend
+```
+
+> Data yang valid (Bab 11) adalah fondasi. Presentasi yang jelas (Bab 12) adalah jembatan.
+
+---
+
+## Data → Insight Pipeline
+
+*Proses mengubah angka mentah menjadi insight yang dapat dikomunikasikan*
+
+
+
+**Validated Data** (Bab 11) ↓ Structured Presentation (tabel, format baku) ↓ Visualization (grafik yang tepat sasaran) ↓ Pattern Recognition (tren, perbedaan, konsistensi) ↓ **Insight** (observasi bermakna, siap Bab 14)
+
+
+
+> Bab 12 menghasilkan **observasi** — "kita melihat X lebih baik dari Y dalam kondisi Z"
+> Bab 14 menghasilkan **interpretasi** — "ini terjadi karena..."
+
+---
+
+## Tabel vs Grafik — Pilih yang Benar
+
+| Situasi | Gunakan Tabel | Gunakan Grafik |
+|---------|--------------|---------------|
+| Tujuan | Presisi — angka exakt penting | Insight — pola, tren, perbandingan |
+| Pembaca perlu | Mencari angka spesifik | Memahami pola dengan cepat |
+| Data | Multi-metrik, banyak dimensi | Satu atau dua dimensi utama |
+| Konteks | Laporan teknis, lampiran | Presentasi, paper figure |
+
+**Aturan praktis:**
+- Tabel **selalu ada** di laporan → pembaca bisa verifikasi angka
+- Grafik menampilkan **pesan utama** yang ingin disampaikan
+- Tidak ada grafik tanpa tabel pendamping di laporan ilmiah
+
+---
+
+## Mapping Tujuan → Jenis Visualisasi
+
+| Tujuan Komunikasi | Jenis Grafik | Contoh |
+|------------------|-------------|--------|
+| Bandingkan nilai antar model | Bar chart | Perbandingan F1 Model A vs B vs C |
+| Bandingkan multiple metrik | Grouped/stacked bar | Precision, Recall, F1 per model |
+| Lihat tren seiring waktu | Line chart | Training loss over epochs |
+| Lihat distribusi performa | Box plot | F1 dari 10 run per skenario |
+| Lihat trade-off dua metrik | Scatter plot | Precision-Recall curve |
+| Lihat keseluruhan radar | Radar chart | 5 metrik sekaligus per model |
+| Lihat sebaran error | Heatmap | Confusion matrix |
+
+> **Box plot sangat penting** untuk researcher: menampilkan median, IQR, dan outlier sekaligus.
+
+---
+
+## Multi-Metric Presentation
+
+*Penelitian TI jarang punya satu metrik tunggal — cara melaporkan banyak metrik*
+
+**Format tabel standar:**
+
+| Skenario | F1-micro | F1-macro | Precision | Recall | Time (s) |
+|----------|---------|---------|-----------|--------|---------|
+| Baseline | 0.821 ± 0.015 | 0.768 ± 0.018 | 0.844 ± 0.012 | 0.799 ± 0.021 | 2511 ± 43 |
+| +Attention | **0.869 ± 0.011** | **0.815 ± 0.014** | **0.882 ± 0.010** | **0.857 ± 0.016** | 2706 ± 52 |
+| +Ensemble | 0.851 ± 0.013 | 0.798 ± 0.016 | 0.867 ± 0.011 | 0.836 ± 0.019 | 3124 ± 67 |
+
+**Prinsip:** Selalu tampilkan mean ± std. Bold = best per kolom. N = jumlah run (cantumkan di caption).
+
+---
+
+## Visualization Bias — Cara Visualisasi Menipu
+
+*Tiga teknik visual yang menyesatkan (dan sering tidak disengaja)*
+
+### 1. Manipulasi Y-axis
+```
+ Y-axis mulai dari 0.85: vs. Y-axis mulai dari 0:
+ | |
+0.89| █ 1.0|
+0.87| █ █ 0.8| █ █ █
+0.85|█ █ |
+ A B C A B C
+ Tampak sangat berbeda Tampak hampir sama
+```
+Kedua grafik menggunakan data yang persis sama!
+
+### 2. Selective Data — hanya menampilkan skenario terbaik
+### 3. Misleading Chart Type — bar chart untuk data kontinu yang seharusnya box plot
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 12 — Result Presentation
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 12
+
+**"Lebih besar selalu lebih baik"**
+Tidak semua metrik makin besar makin baik. Execution time, memory usage, dan false positive rate → lebih kecil lebih baik. Selalu beri label dan arah di tabel dan grafik.
+
+**"Grafik sudah cukup, tidak perlu tabel"**
+Grafik tidak bisa di-verifikasi angkanya. Dalam laporan ilmiah, tabel pencantuman nilai exakt adalah standar — bukan opsional. Grafik tanpa tabel = tidak cukup untuk reproduksi.
+
+**"Saya hanya menampilkan skenario terbaik untuk memperkuat argumen"**
+Selective reporting adalah pelanggaran integritas ilmiah. Semua skenario yang dijalankan harus dilaporkan. Argumen yang kuat muncul dari analisis yang jujur — bukan dari data yang dipilah.
+
+**"Observasi awal sudah cukup, tidak perlu analisis lebih lanjut"**
+Bab 12 menghasilkan observasi. Interpretasi dan penjelasan mengapa — itu adalah tugas Bab 14. Jangan melompat dari angka ke kesimpulan tanpa analisis formal.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Y-Axis Manipulation (Basic)
+
+**Presentasi original:**
+Grafik menunjukkan model peneliti jauh lebih baik dari baseline. Dosen menanyakan skala Y-axis.
+
+Ternyata Y-axis dimulai dari 0.82, mengakhiri di 0.90.
+Perbedaan aktual: 87.0% vs 82.1% = **4.9 percentage point**.
+
+**Revisi:**
+1. Y-axis dimulai dari 0
+2. Tambahkan error bar (± std dari 10 run)
+3. Tambahkan tabel dengan nilai exakt
+
+**Pelajaran:** Perbedaan 4.9pp tetap signifikan secara statistik. Tidak perlu "membesarkan" secara visual — biarkan angka bicara sendiri.
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Visualisasi yang Tepat (Advanced)
+
+**Original:** Bar chart untuk menampilkan performa dari 10 run.
+Bar chart hanya menampilkan mean — variance tersembunyi.
+
+**Solusi: Box plot dari 10 run**
+
+```
+Attention: |───[===|===]───•| Median: 0.869, IQR: 0.011–0.015
+Ensemble: |──[===|===]──| Median: 0.851, IQR: 0.013–0.016
+Baseline: |─[===|===]──| Median: 0.821, IQR: 0.015–0.018
+```
+
+**Informasi tambahan yang terlihat dari box plot:**
+- Attention memiliki variance lebih kecil (lebih stabil)
+- Ensemble lebih stabil dari Baseline
+- Tidak ada overlap distribusi → perbedaan kemungkinan signifikan
+
+---
+
+## Format Observasi Awal
+
+*Sebelum interpretasi, dokumentasikan dulu apa yang terlihat*
+
+```
+OBSERVASI AWAL HASIL EKSPERIMEN
+
+[OBS-01] Skenario "+Attention" menghasilkan F1-micro tertinggi (0.869 ± 0.011),
+ diikuti "+Ensemble" (0.851 ± 0.013), dan Baseline (0.821 ± 0.015).
+
+[OBS-02] Variance skenario "+Attention" lebih kecil dari Baseline,
+ menunjukkan stabilitas yang lebih baik.
+
+[OBS-03] "+Ensemble" memerlukan waktu eksekusi lebih lama (3124 ± 67s)
+ dibanding "+Attention" (2706 ± 52s).
+
+[OBS-04] Pada F1-macro, semua skenario menunjukkan nilai lebih rendah daripada
+ F1-micro, mengindikasikan performa yang tidak seimbang antar kelas.
+
+CATATAN: Observasi ini baru mendeskripsikan "apa yang terjadi". Interpretasi
+ mengapa — akan dilakukan di Bab 14.
+```
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 12
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Data→Insight Pipeline | Validated Data → Structured → Visualization → Pattern → Insight |
+| Tabel vs Grafik | Tabel = presisi (selalu ada), Grafik = insight (pilih tepat) |
+| Mapping Visualisasi | Tujuan berbeda → jenis grafik berbeda (bar/box/scatter/radar) |
+| Multi-metric | Mean ± std, bold best, N runs disebut di caption |
+| Visualization Bias | Y-axis manipulation, selective data, misleading chart type |
+| Observasi vs Interpretasi | Bab 12 = "apa yang terjadi", Bab 14 = "mengapa terjadi" |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Visualisasi yang jujur bukan hanya soal estetika — ini adalah pernyataan integritas ilmiah. Data yang baik tidak perlu dimanipulasi agar terlihat menarik."
+
+
+### Output Praktis M12
+
+Buat dan kumpulkan:
+
+1. **Tabel hasil** (semua skenario, semua metrik, format mean ± std)
+2. **Minimal 2 grafik** (pilih jenis sesuai tujuan komunikasi)
+3. **Dokumen observasi awal** (format [OBS-XX] seperti template di atas)
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 12
+
+- Tufte, E. R. (2001). *The visual display of quantitative information* (2nd ed.). Graphics Press.
+
+- Few, S. (2012). *Show me the numbers: Designing tables and graphs to enlighten* (2nd ed.). Analytics Press.
+
+- Munzner, T. (2014). *Visualization analysis and design*. CRC Press.
+
+- Jain, R. (1991). *The art of computer systems performance analysis: Techniques for experimental design, measurement, simulation, and modeling*. Wiley.
diff --git a/slide/slide-13-data-preprocessing.md b/slide/slide-13-data-preprocessing.md
new file mode 100644
index 0000000..ad4f6df
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-13-data-preprocessing.md
@@ -0,0 +1,1464 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-iv
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 13 — Data Preprocessing
+
+## Mengubah Data Mentah menjadi Siap Analisis
+
+*Pertemuan 13 (M13) | Sub-CPMK 4.2 | CPMK04 | CPL07*
+
+Fase: **Analyzing & Communicating** (M12–M16) · Bagian IV
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 13
+
+1. Preprocessing vs Validasi — perbedaan yang kritis
+2. Data Refinement Pipeline
+3. Data Cleaning — missing values, duplikat, error
+4. Data Transformation — encoding, agregasi, feature creation
+5. Normalization & Scaling
+6. Empat Prinsip Preprocessing
+7. Cognitive Traps & Studi Kasus
+8. Output Praktis: Dataset Bersih + Dokumentasi Preprocessing
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Membedakan **validasi data** (Bab 11) vs **preprocessing data** (Bab 13)
+- Menerapkan teknik **data cleaning**: missing values, duplikat, outlier handling
+- Melakukan **transformasi data** yang sesuai (encoding, normalisasi, agregasi)
+- Mendokumentasikan setiap langkah preprocessing untuk **reproduksi**
+- Menerapkan **4 prinsip preprocessing** agar tidak memperkenalkan bias
+
+> Sub-CPMK 4.2 → Melakukan preprocessing data untuk analisis (CPL07)
+
+---
+
+## Data Refinement Pipeline
+
+*Dari data tervalidasi hingga siap dianalisis*
+
+
+
+**Raw Data Tervalidasi** (Bab 11) ↓ Cleaning (hapus noise, missing, duplikat) ↓ Transformation (ubah format/representasi) ↓ Normalization (sesuaikan skala/distribusi) ↓ **Processed Data** ↓ Analysis Ready (input Bab 14)
+
+
+
+> **Prinsip fundamental:** Preprocessing harus **dapat direproduksi** dan **terdokumentasi**. Tidak boleh ada langkah yang dilakukan tanpa jejak.
+
+---
+
+## Validasi vs Preprocessing — Garis yang Jelas
+
+*Perbedaan yang sering tertukar*
+
+| Aspek | Validasi (Bab 11) | Preprocessing (Bab 13) |
+|-------|-----------------|----------------------|
+| **Tujuan** | Memastikan data benar | Mempersiapkan data untuk analisis |
+| **Pertanyaan** | "Apakah data ini valid?" | "Bagaimana mengoptimalkan data untuk analisis?" |
+| **Tindakan** | Identifikasi masalah + keputusan | Transformasi + normalisasi |
+| **Output** | Dataset valid + catatan anomali | Dataset siap analisis |
+| **Urutan** | **Pertama** | **Kedua** (setelah validasi) |
+
+> Jika preprocessing dilakukan sebelum validasi → kita mungkin "memperbaiki" data yang seharusnya diinvestigasi lebih lanjut.
+
+---
+
+## Data Cleaning — Tiga Masalah Utama
+
+### 1. Missing Values
+```python
+# Identifikasi
+print(df.isnull().sum())
+
+# Strategi penanganan (pilih berdasarkan konteks):
+# a. Drop baris jika jumlah kecil dan tidak sistemik
+df.dropna(subset=['f1_micro'], inplace=True)
+
+# b. Impute dengan mean (hanya untuk data kontinu, non-kritis)
+df['time_sec'].fillna(df['time_sec'].mean(), inplace=True)
+
+# c. Flag sebagai missing category (untuk data kategoris)
+df['hardware'].fillna('unknown', inplace=True)
+```
+
+### 2. Duplikat (run yang ter-log dua kali)
+```python
+df.drop_duplicates(subset=['run_id'], keep='first', inplace=True)
+```
+
+### 3. Format Error (nilai "N/A" teks di kolom numerik)
+```python
+df['time_sec'] = pd.to_numeric(df['time_sec'], errors='coerce')
+```
+
+---
+
+## Data Transformation
+
+*Mengubah representasi data untuk memudahkan analisis*
+
+### Encoding Variabel Kategoris
+```python
+# Label encoding (untuk variabel ordinal)
+scenario_map = {'baseline': 0, '+attention': 1, '+ensemble': 2}
+df['scenario_code'] = df['scenario'].map(scenario_map)
+
+# One-hot encoding (untuk variabel nominal, tanpa urutan)
+df_encoded = pd.get_dummies(df, columns=['hardware'])
+```
+
+### Agregasi
+```python
+# Hitung statistik per skenario (dari 10 run ke 1 baris per skenario)
+summary = df.groupby('scenario').agg({
+ 'f1_micro': ['mean', 'std', 'min', 'max'],
+ 'time_sec': ['mean', 'std']
+}).round(4)
+```
+
+---
+
+## Normalization & Scaling
+
+*Mengapa diperlukan dan kapan digunakan*
+
+| Teknik | Formula | Kapan Digunakan |
+|--------|---------|----------------|
+| Min-Max Normalization | $x' = \frac{x - x_{min}}{x_{max} - x_{min}}$ | Ketika distribusi tidak diketahui, butuh skala [0,1] |
+| Z-Score Standardization | $z = \frac{x - \mu}{\sigma}$ | Ketika data asumsi distribusi normal, ML yang sensitif skala |
+| Log Transformation | $x' = \log(x)$ | Data sangat skewed (mis. execution time) |
+| Robust Scaling | $x' = \frac{x - Q2}{Q3 - Q1}$ | Ada outlier yang tidak bisa dibuang |
+
+> **Penting:** Fit scaler HANYA pada training data, apply ke test data. Jangan fit pada seluruh dataset → data leakage!
+
+---
+
+## Empat Prinsip Preprocessing
+
+*Standar yang membedakan preprocessing ilmiah dari ad-hoc*
+
+**1. Consistency** — Terapkan langkah yang sama persis ke semua skenario
+```python
+# Satu fungsi preprocessing, dipanggil untuk setiap skenario
+def preprocess(df): return pipeline.fit_transform(df)
+```
+
+**2. Transparency** — Setiap langkah terdokumentasi dengan alasan
+```
+[STEP-01] Normalisasi waktu eksekusi dengan log transform.
+ Alasan: distribusi sangat right-skewed (skewness=4.3).
+```
+
+**3. Reproducibility** — Simpan pipeline sebagai kode, bukan manual
+```python
+joblib.dump(pipeline, 'preprocessing_pipeline.pkl')
+```
+
+**4. Minimal Distortion** — Jangan hapus karakteristik penting dari data
+> Normalisasi boleh mengubah skala, tidak boleh mengubah urutan atau hubungan relatif.
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 13 — Data Preprocessing
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 13
+
+**"Preprocessing dilakukan dulu sebelum memahami data"**
+Preprocessing tanpa pemahaman konteks dapat memperkenalkan bias yang tidak disadari. Selalu lakukan exploratory analysis terlebih dahulu, baru tentukan preprocessing yang tepat.
+
+**"Normalisasi selalu diperlukan"**
+Beberapa algoritma (decision tree, random forest) tidak sensitif terhadap skala. Normalisasi tidak selalu meningkatkan performa. Pilih berdasarkan kebutuhan algoritma, bukan habit.
+
+**"Data leakage tidak masalah karena kita tahu hasilnya"**
+Data leakage (fit scaler pada entire dataset termasuk test) adalah invalidasi hasil yang fundamental. Hasil yang tinggi karena data leakage bukan prestasi — itu artifact.
+
+**"Langkah preprocessing tidak perlu didokumentasikan satu per satu"**
+Jika preprocessing tidak terdokumentasi, penelitian tidak dapat direproduksi. Penelitian yang tidak dapat direproduksi tidak dapat diverifikasi. Ini adalah standar minimum publikasi ilmiah.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Data Leakage (Basic)
+
+**Konteks:** Mahasiswa melakukan normalisasi sebelum train/test split.
+
+```python
+# Data Leakage
+from sklearn.preprocessing import StandardScaler
+
+scaler = StandardScaler()
+X_scaled = scaler.fit_transform(X) # Fit pada SEMUA data, termasuk test!
+
+X_train, X_test = train_test_split(X_scaled, test_size=0.2)
+
+# Masalah: scaler telah "melihat" test data → test data tidak independen lagi
+```
+
+```python
+# Benar
+from sklearn.preprocessing import StandardScaler
+from sklearn.pipeline import Pipeline
+
+X_train, X_test = train_test_split(X, test_size=0.2)
+
+scaler = StandardScaler()
+X_train_scaled = scaler.fit_transform(X_train) # Fit HANYA pada training
+X_test_scaled = scaler.transform(X_test) # Transform saja test data
+```
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Inconsistent Preprocessing (Advanced)
+
+**Konteks:** Researcher membandingkan Model A dan Model B.
+
+**Masalah:**
+- Model A: preprocessing dengan normalisasi Min-Max
+- Model B: preprocessing dengan standardisasi Z-score
+- Kedua model dibandingkan sebagai "perbandingan arsitektur"
+
+**Tapi preprocessing yang berbeda = bukan hanya arsitektur yang berbeda!**
+
+Model B mungkin lebih baik bukan karena arsitekturnya, tapi karena Z-score lebih cocok dengan distribusi data ini.
+
+**Solusi:**
+1. Tentukan satu pipeline preprocessing yang sama untuk semua model yang dibandingkan
+2. Jika ingin membandingkan teknik preprocessing → buat itu sebagai variabel eksperimen eksplisit
+
+---
+
+## Dokumentasi Preprocessing
+
+*Format standar yang harus ada dalam laporan*
+
+```
+PREPROCESSING DOCUMENTATION
+
+Dataset: exp03_summary_validated.csv (setelah validasi Bab 11)
+Tanggal preprocessing: 2026-05-05
+Peneliti: [Nama]
+
+LANGKAH PREPROCESSING:
+
+[STEP-01] Log transform pada kolom 'time_sec'
+ Alasan: skewness = 4.3 (right-skewed). Log transform menurunkan ke 0.8.
+ Kode: df['time_sec'] = np.log1p(df['time_sec'])
+
+[STEP-02] One-hot encoding pada kolom 'scenario'
+ Alasan: variabel nominal (tidak ada urutan).
+ Output: 3 kolom dummy (attendance_baseline, +attention, +ensemble)
+
+[STEP-03] Min-Max normalization pada seluruh fitur numerik
+ Alasan: SVM dan neural network sensitif terhadap skala.
+ Penting: Scaler di-fit HANYA pada training fold (cross-validation).
+
+OUTPUT: exp03_processed.csv + preprocessing_pipeline.pkl
+```
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 13
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Preprocessing vs Validasi | Validasi dulu (cek kebenaran), preprocessing kemudian (siapkan analisis) |
+| Cleaning | Missing (drop/impute/flag) + Duplikat + Format Error |
+| Transformation | Encoding kategoris + Agregasi runs → per-skenario |
+| Normalization | Min-Max/Z-score/Log/Robust sesuai konteks + hindari data leakage |
+| 4 Prinsip | Consistency · Transparency · Reproducibility · Minimal Distortion |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Preprocessing yang tidak terdokumentasi adalah black box — tidak ada yang bisa memverifikasi apakah transformasi yang dilakukan valid atau tidak, termasuk penelitinya sendiri setelah 6 bulan."
+
+
+### Output Praktis M13
+
+Kumpulkan:
+
+1. **Dataset bersih** (`exp_processed.csv` — siap untuk analisis)
+2. **Preprocessing pipeline** (kode Python / file `.pkl`)
+3. **Dokumentasi preprocessing** (format [STEP-XX] lengkap dengan alasan)
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 13
+
+- Famili, A., Shen, W. M., Weber, R., & Simoudis, E. (1997). Data preprocessing and intelligent data analysis. *Intelligent Data Analysis, 1*(1), 3–23.
+
+- Garcia, S., Luengo, J., & Herrera, F. (2015). *Data preprocessing in data mining*. Springer.
+
+- Kaufman, S., Rosset, S., Perlich, C., & Stitelman, O. (2012). Leakage in data mining: Formulation, detection, and avoidance. *ACM Transactions on Knowledge Discovery from Data, 6*(4), 1–21.
+
+- Géron, A. (2022). *Hands-on machine learning with Scikit-Learn, Keras, and TensorFlow* (3rd ed.). O'Reilly Media.
diff --git a/slide/slide-14-data-analysis.md b/slide/slide-14-data-analysis.md
new file mode 100644
index 0000000..b521273
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-14-data-analysis.md
@@ -0,0 +1,1458 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-iv
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 14 — Data Analysis, Interpretation & Failure Analysis
+
+## Dari Data ke Pengetahuan yang Dapat Dipertanggungjawabkan
+
+*Pertemuan 14 (M14) | Sub-CPMK 4.3 | CPMK04 | CPL07*
+
+Fase: **Analyzing & Communicating** (M12–M16) · Bagian IV
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 14
+
+1. Perbedaan analisis dan interpretasi
+2. Data → Knowledge Pipeline
+3. Link wajib: Result → RQ → Hypothesis → Conclusion
+4. Uji statistik untuk penelitian TI
+5. Failure analysis — kegagalan sebagai sumber insight
+6. Limitation — membatasi klaim dengan jujur
+7. Cognitive Traps & Studi Kasus
+8. Output Praktis: Analisis + Interpretasi + Failure Analysis + Limitation
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Membedakan **analisis** ("apa yang terjadi") dari **interpretasi** ("mengapa terjadi")
+- Membangun rantai logis **hasil → RQ → hipotesis → kesimpulan**
+- Melakukan **uji statistik** yang sesuai untuk mendukung klaim perbandingan
+- Menulis **failure analysis** yang mengubah kegagalan menjadi insight
+- Menyatakan **limitation** dengan jujur dan proporsional
+
+> Sub-CPMK 4.3 → Menganalisis, menginterpretasikan, dan menyimpulkan hasil eksperimen (CPL07)
+
+---
+
+## Data → Knowledge Pipeline
+
+*Lima tahap yang dapat dibedakan secara epistemologis*
+
+
+
+**Data** (angka mentah, Bab 13) ↓ **Analysis** — "Apa yang terjadi?" (statistik deskriptif + uji hipotesis) ↓ **Interpretation** — "Mengapa ini terjadi?" (berbasis teori/literatur) ↓ **Explanation** — "Apa implikasinya?" (link ke RQ & kontribusi) ↓ **Knowledge** (temuan yang dapat dipercaya)
+
+
+
+> Melompat dari Data langsung ke Knowledge tanpa Analysis dan Interpretation → **pseudoscience**, bukan penelitian.
+
+---
+
+## Analisis vs Interpretasi — Garis yang Tegas
+
+*Dua pertanyaan berbeda, dua langkah berbeda*
+
+| Aspek | Analisis | Interpretasi |
+|-------|---------|-------------|
+| **Pertanyaan** | Apa yang terjadi di data? | Mengapa ini terjadi? |
+| **Sumber** | Data itu sendiri + statistik | Teori, literatur, pengetahuan domain |
+| **Output** | Fakta tentang data (deskriptif + inferensial) | Penjelasan, mekanisme, insight |
+| **Contoh** | "F1 dengan attention 87.0%, baseline 82.1%, p=0.003" | "Attention meningkatkan F1 karena model dapat fokus pada fitur kontekstual yang relevan" |
+
+> Analisis harus datang sebelum interpretasi. Interpretasi tanpa analisis = opini. Analisis tanpa interpretasi = laporan teknis, bukan penelitian.
+
+---
+
+## Rantai Logis Wajib
+
+*Setiap klaim dalam laporan harus dapat ditelusuri*
+
+```
+RQ: "Apakah mekanisme attention meningkatkan F1 pada klasifikasi teks?"
+
+Hipotesis H1: "Penggunaan attention meningkatkan F1-macro secara signifikan"
+
+Hasil Empiris:
+ Attention: 0.891 ± 0.012
+ Baseline: 0.841 ± 0.018
+ Δ = +0.050, t(18) = 3.24, p = 0.004
+
+Analisis: "Perbedaan signifikan secara statistik (p < 0.05). H1 diterima."
+
+Interpretasi: "Attention mechanism memungkinkan model untuk memberikan
+ bobot lebih pada token yang relevan secara kontekstual,
+ mengurangi noise dari token yang tidak informatif."
+
+Kesimpulan: "Attention meningkatkan F1-macro untuk klasifikasi teks
+ multi-kelas pada domain yang diuji."
+```
+
+---
+
+## Uji Statistik dalam Penelitian TI
+
+*Memilih uji yang tepat untuk mendukung klaim*
+
+| Situasi | Uji yang Tepat | Asumsi |
+|---------|---------------|--------|
+| Bandingkan 2 model (≥5 runs/model) | Paired t-test atau Wilcoxon signed-rank | Normalitas (t-test) atau tidak (Wilcoxon) |
+| Bandingkan 3+ model | One-way ANOVA → post-hoc Tukey | Normalitas, homogenitas varians |
+| Ukuran efek (seberapa besar beda) | Cohen's d | — |
+| Korelasi dua variabel | Pearson (linear) atau Spearman (non-linear) | — |
+
+```python
+from scipy import stats
+
+# Paired t-test: 10 run attention vs 10 run baseline
+t_stat, p_value = stats.ttest_rel(attention_results, baseline_results)
+print(f"t = {t_stat:.3f}, p = {p_value:.4f}")
+
+# Effect size (Cohen's d)
+d = (np.mean(attention_results) - np.mean(baseline_results)) / np.std(baseline_results)
+print(f"Cohen's d = {d:.3f}")
+```
+
+---
+
+## Failure Analysis — Kegagalan sebagai Insight
+
+*Tidak semua hipotesis terkonfirmasi — dan itu sebaiknya begitu*
+
+**Ketika H1 DITOLAK:**
+
+```
+Respons yang salah: "Hasil tidak sesuai hipotesis, diabaikan"
+Respons yang salah: "Ganti metrik/dataset sampai H1 terkonfirmasi" (p-hacking)
+
+Respons yang benar:
+ 1. Terima hasil empiris apa adanya
+ 2. Investigasi mengapa hipotesis tidak terkonfirmasi
+ 3. Pertimbangkan apakah ada masalah pada desain eksperimen
+ 4. Tulis failure analysis — ini adalah kontribusi ilmiah!
+```
+
+**Nilai failure analysis:**
+- Menambah pengetahuan tentang kondisi di mana pendekatan TIDAK bekerja
+- Mencegah peneliti lain mengulangi jalan buntu yang sama
+- Menunjukkan kejujuran ilmiah → meningkatkan kredibilitas penelitian
+
+---
+
+## Template Failure Analysis
+
+```
+FAILURE ANALYSIS — Skenario "+Ensemble"
+
+Hipotesis: "+Ensemble akan meningkatkan F1 lebih tinggi dari +Attention"
+Hasil aktual: +Ensemble (0.851 ± 0.013) vs +Attention (0.869 ± 0.011)
+Status: H1b DITOLAK untuk skenario ini
+
+INVESTIGASI:
+1. Waktu eksekusi +Ensemble 15% lebih tinggi (3124s vs 2706s)
+2. Kedua model memiliki arsitektur yang serupa di bagian encoder
+3. Ensemble hanya menggabungkan 2 model — jumlah terlalu sedikit
+ untuk mendapatkan keuntungan diversity yang signifikan
+
+PENJELASAN YANG MUNGKIN:
+- Ensemble menguntungkan ketika model-model yang digabungkan
+ memiliki error yang tidak berkorelasi. Dua model dengan arsitektur
+ serupa cenderung membuat error yang sama.
+
+IMPLIKASI: Penelitian lanjutan perlu menguji ensemble > 3 model
+ dengan diversitas arsitektur yang lebih tinggi.
+```
+
+---
+
+## Limitation — Kejujuran yang Memperkuat Klaim
+
+*Limitation bukan mengakui kelemahan — ini adalah presisi tentang domain of validity*
+
+**Apa yang harus ada di seksi limitation:**
+
+```
+LIMITATION
+
+1. Domain data: Eksperimen dilakukan pada dataset teks berbahasa Indonesia
+ (SMSA, 10.000 sampel). Generalisasi ke bahasa lain atau domain lain
+ belum diverifikasi.
+
+2. Ukuran dataset: Dataset berukuran sedang. Penelitian lanjutan dengan
+ dataset lebih besar diperlukan untuk mengkonfirmasi stabilitas temuan.
+
+3. Arsitektur baseline: Baseline menggunakan BiLSTM. Perbandingan dengan
+ transformer-based baseline (BERT) belum dilakukan.
+
+4. Hardware dependency: Eksperimen dijalankan pada GPU tunggal. Performa
+ dalam distributed setting mungkin berbeda.
+```
+
+> Limitation yang ditulis dengan baik **memperkuat** kreadibilitas penelitian, bukan melemahkannya.
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 14 — Analysis & Interpretation
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 14
+
+**"Hasil tinggi = hipotesis terkonfirmasi, tidak perlu analisis lebih lanjut"**
+Angka tinggi tidak otomatis menjawab RQ. Harus ada uji statistik, perbandingan yang valid, dan interpretasi yang menghubungkan hasil ke teori.
+
+**"Kegagalan berarti penelitian gagal"**
+Penelitian yang menghasilkan temuan negatif (hipotesis ditolak) tetap merupakan kontribusi ilmiah yang valid — bahkan seringkali lebih berharga karena mencegah peneliti lain mengulangi jalan buntu.
+
+**"Limitation tidak perlu ditulis agar terkesan lebih kuat"**
+Tidak mencantumkan limitation tidak membuat klaim lebih kuat — sebaliknya membuat klaim tidak kredibel karena terkesan menyembunyikan sesuatu. Reviewer yang berpengalaman selalu mencari seksi limitation.
+
+**"Interpretasi saya tidak perlu didukung literatur"**
+Interpretasi tanpa dukungan teori atau literatur = spekulasi. Setiap klaim interpretasi harus dapat menunjuk ke mekanisme yang diusulkan dalam literatur.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Analysis Tanpa Interpretasi (Basic)
+
+**Laporan yang bermasalah:**
+> "Model dengan attention menghasilkan F1 = 87.0%, sedangkan baseline F1 = 82.1%. Model attention lebih baik dari baseline. Hipotesis diterima."
+
+**Masalah:**
+- Tidak ada uji statistik — apakah perbedaan 4.9pp tersebut signifikan?
+- Tidak ada interpretasi — mengapa attention meningkatkan F1?
+- Tidak ada kontekstualisasi — apakah 4.9pp besar atau kecil di literatur?
+
+**Versi yang benar:**
+> "Model dengan attention (87.0 ± 1.1%) secara statistik signifikan melampaui baseline (82.1 ± 1.5%), t(18)=3.24, p=0.004, Cohen's d=1.02 (efek besar). Peningkatan ini konsisten dengan temuan Lee et al. (2024) yang menemukan bahwa attention mechanism meningkatkan F1 sebesar 3–6pp pada task klasifikasi teks. Mekanismenya diduga karena..."
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Honest Failure Analysis (Advanced)
+
+**Konteks:** Penelitian mengusulkan metode baru (Metode X) yang diharapkan 15% lebih akurat dari baseline.
+
+**Hasil:** Metode X hanya 2% lebih akurat. Tidak signifikan secara statistik (p = 0.18).
+
+**Respons yang salah:**
+- Tukar metrik (dari F1-macro ke F1-micro) → p = 0.04. Laporkan ini saja.
+
+**Respons yang benar:**
+```
+FAILURE ANALYSIS:
+ Hipotesis: Metode X meningkatkan akurasi >15%
+ Hasil: +2% (p = 0.18, tidak signifikan)
+
+ Investigasi: BERT-based baseline yang digunakan telah mengimplementasikan
+ mekanisme yang serupa dengan Metode X. Gap yang diharapkan
+ tidak terwujud karena baseline sudah lebih kuat dari yang
+ diasumsikan saat desain eksperimen.
+
+ Kontribusi: Mereplikasi baseline yang lebih kuat untuk task ini beserta
+ analisis kondisi di mana Metode X TIDAK memberikan gain signifikan.
+```
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 14
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Analysis vs Interpretation | "Apa?" vs "Mengapa?" — keduanya wajib, berbeda |
+| Rantai Logis | Result → RQ → Hipotesis → Kesimpulan (harus terhubung) |
+| Uji Statistik | t-test/Wilcoxon + Cohen's d untuk perbandingan |
+| Failure Analysis | Kegagalan = kontribusi ilmiah, bukan aib yang disembunyikan |
+| Limitation | Mendefinisikan domain of validity = memperkuat klaim |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Peneliti yang jujur lebih berharga dari peneliti yang 'selalu berhasil'. Ilmu pengetahuan dibangun dari akumulasi temuan yang jujur — termasuk yang negatif."
+
+
+### Output Praktis M14
+
+Dokumen yang harus dikumpulkan:
+
+1. **Hasil analisis** (statistik deskriptif + uji statistik)
+2. **Interpretasi** (penjelasan berbasis teori untuk setiap temuan)
+3. **Failure analysis** (jika ada hipotesis yang ditolak atau hasil di luar ekspektasi)
+4. **Limitation section** (minimal 3 limitation yang relevan)
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 14
+
+- Cohen, J. (1988). *Statistical power analysis for the behavioral sciences* (2nd ed.). Lawrence Erlbaum.
+
+- Demšar, J. (2006). Statistical comparisons of classifiers over multiple data sets. *Journal of Machine Learning Research, 7*, 1–30.
+
+- Goodman, S. (2008). A dirty dozen: Twelve p-value misconceptions. *Seminars in Hematology, 45*(3), 135–140.
+
+- Wohlin, C., Runeson, P., Höst, M., Ohlsson, M. C., Regnell, B., & Wesslén, A. (2012). *Experimentation in software engineering*. Springer.
diff --git a/slide/slide-15-scientific-writing.md b/slide/slide-15-scientific-writing.md
new file mode 100644
index 0000000..51cd5a6
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-15-scientific-writing.md
@@ -0,0 +1,1433 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-iv
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 15 — Scientific Writing
+
+## Menyusun Argumen Ilmiah yang Koheren
+
+*Pertemuan 15 (M15) | Sub-CPMK 4.4 | CPMK04 | CPL07*
+
+Fase: **Analyzing & Communicating** (M12–M16) · Bagian IV
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 15
+
+1. Penulisan ilmiah = menyusun argumen, bukan dokumentasi
+2. Scientific Argument Flow
+3. Struktur IMRAD dan ekstensinya
+4. Logical flow: Why → What → How → Result → So What
+5. Konsistensi antar bagian laporan
+6. Writing quality: clarity, precision, conciseness, consistency
+7. Cognitive Traps & Studi Kasus
+8. Output Praktis: Laporan Ilmiah Lengkap (IMRAD)
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Menjelaskan bahwa penulisan ilmiah adalah **konstruksi argumen**, bukan dokumentasi
+- Menyusun laporan penelitian menggunakan **struktur IMRAD** yang lengkap
+- Memastikan **logical flow** yang konsisten dari masalah ke kesimpulan
+- Memeriksa **konsistensi** antar bagian laporan (problem ↔ RQ ↔ method ↔ result ↔ conclusion)
+- Menerapkan **4 standar kualitas penulisan** ilmiah (clarity, precision, conciseness, consistency)
+
+> Sub-CPMK 4.4 → Menyusun laporan ilmiah yang koheren (CPL07)
+
+---
+
+## Scientific Argument Flow
+
+*Arsitektur logis sebuah laporan ilmiah*
+
+
+
+**Problem** ↓ Gap (penelitian sebelumnya belum menjawabnya) ↓ Research Question ↓ Method (dengan kontrol yang tepat) ↓ Result (temuan empiris) ↓ Analysis (statistik + uji hipotesis) ↓ Conclusion (jawaban RQ + implikasi) ↓ **Contribution**
+
+
+
+---
+
+## Penulisan Ilmiah ≠ Dokumentasi
+
+*Perbedaan yang mengubah cara kita menulis*
+
+| Aspek | Dokumentasi | Penulisan Ilmiah |
+|-------|------------|-----------------|
+| **Tujuan** | Mencatat apa yang sudah dilakukan | Meyakinkan pembaca tentang validitas klaim |
+| **Struktur** | Kronologis (saya melakukan X, lalu Y) | Argumentatif (ada masalah, inilah solusi, inilah buktinya) |
+| **Pembaca** | Diri sendiri / tim teknis | Komunitas penelitian yang skeptis |
+| **Standar** | Selesai jika semua langkah tercatat | Selesai jika argumen terbukti dan dapat diverifikasi |
+
+> Kalau kamu menulis "Saya melakukan preprocessing menggunakan Python" → itu dokumentasi.
+> Kalau kamu menulis "Normalisasi Min-Max diterapkan karena distribusi data sangat skewed (skewness=4.3), konsisten dengan rekomendasi Garcia et al. (2015)" → itu penulisan ilmiah.
+
+---
+
+## Struktur IMRAD + Extension
+
+*Standar internasional laporan penelitian*
+
+| Bagian | Pertanyaan | Isi Utama |
+|--------|-----------|-----------|
+| **Introduction** | *Why?* | Masalah, gap literatur, RQ, hipotesis, kontribusi |
+| **Method** | *How?* | Desain eksperimen, setting, metrik, prosedur |
+| **Results** | *What did we find?* | Tabel, grafik, statistik deskriptif — tanpa interpretasi |
+| **Analysis & Discussion** | *What does it mean?* | Interpretasi, failure analysis, limitation |
+| **Conclusion** | *So what?* | Jawaban RQ, kontribusi, saran penelitian lanjutan |
+| **References** | | Harvard/IEEE/APA style, konsisten |
+| **Appendix** | | Log eksperimen lengkap, kode, data tambahan |
+
+---
+
+## Logical Flow — Dari Why ke So What
+
+*Menu: semua harus terhubung satu sama lain*
+
+```
+WHY (Introduction):
+ "Klasifikasi teks multi-kelas pada teks informal bahasa Indonesia
+ masih memiliki F1 di bawah 85% karena belum ada penelitian yang
+ mengintegrasikan attention mechanism untuk konteks ini."
+
+WHAT (Research Question + Hypothesis):
+ "Apakah attention mechanism meningkatkan F1 pada klasifikasi teks
+ informal bahasa Indonesia? H1: Ya, secara signifikan."
+
+HOW (Method):
+ "Eksperimen terkontrol dengan 3 skenario, 10 run masing-masing,
+ BiLSTM baseline vs +Attention vs +Ensemble."
+
+RESULT (Results):
+ "Attention: 87.0 ± 1.1%, Baseline: 82.1 ± 1.5%, p=0.004."
+
+SO WHAT (Conclusion):
+ "Attention mechanism secara signifikan meningkatkan F1 pada domain ini.
+ Kontribusi: baseline baru + konfirmasi efektivitas attention pada
+ klasifikasi teks bahasa Indonesia informal."
+```
+
+---
+
+## Konsistensi Antar Bagian
+
+*Cek silang yang wajib dilakukan sebelum submit*
+
+```
+Cek Konsistensi Internal Laporan:
+
+□ Problem di Introduction ←→ sesuai dengan RQ?
+□ RQ ←→ sesuai dengan Hipotesis?
+□ Hipotesis ←→ metrik utama yang diukur?
+□ Metrik yang diukur ←→ dibahas di Results?
+□ Results ←→ dikaitkan ke Hipotesis di Discussion?
+□ Discussion ←→ menjawab RQ di Conclusion?
+□ Contribution di Conclusion ←→ konsisten dengan Gap di Introduction?
+
+Inkonsistensi yang paling sering terjadi:
+ - RQ berbunyi "perbandingan" tapi Discussion tidak membandingkan
+ - Hipotesis menyebut metrik A, tapi hasil menekankan metrik B
+ - Conclusion mengklaim generalisasi yang lebih luas dari yang diuji
+```
+
+---
+
+## Writing Quality — Empat Standar
+
+### 1. Clarity — Pembaca mengerti tanpa perlu membaca ulang
+```
+"Sistem yang diimplementasikan menunjukkan hasil yang cukup baik."
+"Sistem mencapai F1-micro 87.0%, melampaui baseline sebesar 4.9 pp."
+```
+
+### 2. Precision — Klaim spesifik, bukan ambigu
+```
+"Metode X lebih cepat dari baseline."
+"Metode X mengurangi inference time sebesar 23% (312ms vs 405ms)."
+```
+
+### 3. Conciseness — Katakan dengan sedikit kata tanpa kehilangan makna
+```
+"Pada bagian ini kami akan menjelaskan tentang..."
+"Bagian ini menjelaskan..."
+```
+
+### 4. Consistency — Sama persis dalam terminologi di seluruh dokumen
+```
+Bab 1: "klasifikasi sentimen" → Bab 3: "analisis sentimen" → Bab 5: "opinion mining"
+Pilih satu istilah, gunakan konsisten dari halaman 1 sampai akhir.
+```
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 15 — Scientific Writing
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 15
+
+**"Saya tulis sesuai urutan kronologis pelaksanaan"**
+Pembaca tidak peduli dengan urutan kronologis. Mereka peduli dengan argumen ilmiah. IMRAD bukan kronologi — Introduction ditulis terakhir setelah kita tahu apa yang kita temukan.
+
+**"Results dan Discussion bisa digabung karena lebih efisien"**
+Penggabungan boleh, tapi harus tetap jelas mana yang *fakta dari data* dan mana yang *interpretasi peneliti*. Mencampurnya tanpa penanda = membuat pembaca bingung apakah klaim tersebut empiris atau spekulatif.
+
+**"Tujuan: agar laporan terlihat panjang dan komprehensif"**
+Panjang bukan tujuan. Argumen yang kuat, terstruktur, dan dapat diverifikasi adalah tujuan. Laporan yang panjang tapi tidak koheren lebih lemah dari laporan pendek yang argumentatif.
+
+**"Conclusion adalah ringkasan dari seluruh bab"**
+Conclusion bukan ringkasan — ini adalah jawaban eksplisit terhadap RQ yang diajukan di Introduction. Harus ada kalimat yang secara langsung menjawab "Apakah X?" yang ditanyakan di awal.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Inkonsistensi RQ–Conclusion (Basic)
+
+**RQ di Introduction:**
+> "Apakah attention mechanism meningkatkan F1 pada klasifikasi teks bahasa Indonesia?"
+
+**Conclusion yang ditulis:**
+> "Sistem yang dikembangkan berhasil mengklasifikasikan teks dengan akurasi yang baik dan dapat diimplementasikan dalam sistem nyata."
+
+**Masalah:**
+1. RQ menanyakan "attention vs non-attention" → Conclusion tidak menjawab ini
+2. RQ menanyakan "F1" → Conclusion menyebut "akurasi yang baik" (metrik berbeda!)
+3. Conclusion mengklaim "sistem nyata" → ini tidak diuji dalam eksperimen
+
+**Conclusion yang benar:**
+> "Attention mechanism secara signifikan meningkatkan F1-micro sebesar 4.9 pp (82.1% → 87.0%, p=0.004, d=1.02) pada klasifikasi teks informal bahasa Indonesia. H1 diterima. Penemuan ini mengkonfirmasi efektivitas attention pada konteks bahasa Indonesia dan menetapkan baseline baru untuk penelitian lanjutan."
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — From Documentation to Argument (Advanced)
+
+**Versi dokumentasi:**
+> "Pada preprocessing, kami melakukan normalisasi data menggunakan Min-Max. Kemudian kami membagi dataset menjadi training dan testing. Setelah itu kami melatih model BiLSTM. Hasilnya menunjukkan F1 sebesar 87%."
+
+**Versi argumentatif:**
+> "Untuk mengontrol pengaruh perbedaan skala terhadap konvergensi model, normalisasi Min-Max diterapkan pada seluruh fitur numerik (García et al., 2015). Pembagian dataset 80:20 (stratified) memastikan representasi kelas yang proporsional di setiap split. Model BiLSTM dengan attention dilatih menggunakan konfigurasi yang ditetapkan dalam desain eksperimen (Bab 3).
+>
+> Skenario +Attention mencapai F1-micro 87.0 ± 1.1%, secara signifikan melampaui baseline BiLSTM tanpa attention (82.1 ± 1.5%), t(18)=3.24, p=0.004."
+
+---
+
+## Checklist Akhir Sebelum Submit
+
+```
+LAPORAN FINAL — QUALITY GATE
+
+□ IMRAD structure lengkap (termasuk appendix dengan raw data)
+□ RQ → Hipotesis → Metrik → Result → Conclusion: rantai konsisten
+□ Semua klaim empiris dilengkapi angka dan uji statistik
+□ Semua skenario dilaporkan (bukan hanya yang terbaik)
+□ Failure analysis ada (jika hipotesis ditolak atau hasil tidak terduga)
+□ Limitation section ada dan proporsional
+□ Kutipan konsisten: semua yang disebut di teks ada di daftar pustaka
+□ Format referensi konsisten (pilih satu: APA/IEEE/Harvard)
+□ Terminologi konsisten dari bab 1 sampai akhir
+□ Tidak ada klaim generalisasi yang melampaui scope eksperimen
+```
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 15
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Scientific Argument Flow | Problem → Gap → RQ → Method → Result → Analysis → Conclusion → Contribution |
+| Writing vs Documentation | Dokumentasi = kronologi, Ilmiah = argumen |
+| IMRAD | Introduction–Method–Results–Analysis/Discussion–Conclusion |
+| Logical Flow | Why → What → How → Result → So What |
+| Konsistensi | Problem ↔ RQ ↔ Method ↔ Result ↔ Conclusion |
+| Writing Quality | Clarity + Precision + Conciseness + Consistency |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Penulisan ilmiah bukan tentang melaporkan apa yang kamu lakukan — ini tentang membangun kasus yang meyakinkan bahwa apa yang kamu temukan dapat dipercaya dan bermakna bagi komunitas penelitian."
+
+
+### Output Praktis M15
+
+Kumpulkan:
+
+1. **Laporan ilmiah lengkap** (format IMRAD, minimal 30 halaman)
+2. **Cek konsistensi silang** (checklist diisi dan dilampirkan)
+3. **Daftar pustaka** (minimal 15 referensi, format konsisten)
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 15
+
+- Day, R. A., & Gastel, B. (2011). *How to write and publish a scientific paper* (7th ed.). Greenwood.
+
+- Swales, J. M., & Feak, C. B. (2012). *Academic writing for graduate students: Essential tasks and skills* (3rd ed.). University of Michigan Press.
+
+- Hofmann, A. H. (2013). *Scientific writing and communication: Papers, proposals, and presentations*. Oxford University Press.
+
+- Bem, D. J. (2004). Writing the empirical journal article. In J. M. Darley, M. P. Zanna, & H. L. Roediger III (Eds.), *The compleat academic: A practical guide for the beginning social scientist* (pp. 185–219). APA.
diff --git a/slide/slide-16-presentation-defense.md b/slide/slide-16-presentation-defense.md
new file mode 100644
index 0000000..0992d09
--- /dev/null
+++ b/slide/slide-16-presentation-defense.md
@@ -0,0 +1,1475 @@
+---
+marp: true
+paginate: true
+class: bagian-iv
+header: 'RTI — Riset Teknologi Informasi | Universitas Putra Bangsa Kebumen'
+footer: 'Helmi Bahar Alim, S.Kom., M.Kom. | 2026'
+---
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+# Bab 16 — Presentation & Defense
+
+## Mempertahankan Pengetahuan yang Telah Kamu Bangun
+
+*Pertemuan 16 (M16) | Sub-CPMK 4.5 | CPMK04 | CPL07*
+
+Fase: **Analyzing & Communicating** (M12–M16) · Bagian IV
+
+**Pertemuan Penutup — M16 dari 16**
+
+**Universitas Putra Bangsa** | Fak. Sains & Teknologi · Prodi Teknik Informatika
+
+---
+
+## Agenda Pertemuan 16
+
+1. Presentasi = simulasi peer review langsung
+2. Scientific Defense Model
+3. Struktur slide presentasi yang efektif
+4. Membangun argumen yang kuat (claim + evidence + reasoning)
+5. Mengantisipasi pertanyaan evaluator
+6. Teknik menjawab pertanyaan
+7. Cognitive Traps & Studi Kasus
+8. **Full Circle: Bab 16 = Bab 1 Revisited**
+9. Output Praktis: Slide + Defense Argument + Jawaban Berbasis Data
+
+---
+
+## Capaian Pembelajaran
+
+Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:
+
+- Memahami bahwa presentasi adalah **simulasi peer review** — bukan formalitas
+- Membangun **argumen defensif** berbasis data (claim + evidence + reasoning)
+- **Mengantisipasi pertanyaan** evaluator berdasarkan kategori yang umum
+- **Menjawab pertanyaan** secara langsung, berbasis data, dan dengan akui limitation bila perlu
+- Menampilkan **slide presentasi** yang komunikatif dan tidak membebani pendengar
+
+> Sub-CPMK 4.5 → Mempresentasikan dan mempertahankan penelitian secara ilmiah (CPL07)
+
+---
+
+## Scientific Defense Model
+
+*Dari karya penelitian ke penerimaan komunitas*
+
+
+
+**Research Work** (Bab 1–15) ↓ Presentation (komunikasi terstruktur & persuasif) ↓ Questioning (evaluator menantang klaim) ↓ Defense — Argumentation (claim + evidence + reasoning) ↓ Evaluation (validitas klaim + kemampuan defend) ↓ **Acceptance**
+
+
+
+> Defense bukan ujian hafalan — ini adalah **simulasi peer review langsung**. Pertanyaan evaluator adalah versi lisan dari proses review yang terjadi di jurnal ilmiah.
+
+---
+
+## Presentasi ≠ Membaca Ulang Laporan
+
+*Perbedaan antara slide yang baik dan slide yang buruk*
+
+| Aspek | Slide Buruk | Slide Efektif |
+|-------|-------------|-------------------|
+| Teks | Copy-paste dari laporan | Poin kunci saja (max 5 bullets) |
+| Angka | Semua angka dari tabel | Hanya angka paling penting |
+| Visual | Tidak ada / dekoratif | Grafik yang menceritakan story |
+| Presenter | Membaca slide | Menggunakan slide sebagai anchor |
+| Waktu | 1 menit per slide | 2–3 menit per slide (kedalaman) |
+
+**Struktur slide presentasi (15 menit):**
+- Slide 1–2: Motivasi + Masalah (3 mnt)
+- Slide 3–4: Method + Setup (3 mnt)
+- Slide 5–7: Hasil + Visualisasi kunci (5 mnt)
+- Slide 8–9: Diskusi + Conclusion (3 mnt)
+- Slide 10: Q&A ready
+
+---
+
+## Membangun Argumen Defensif — Struktur Toulmin
+
+*Setiap klaim penelitian harus punya struktur argumen yang kuat*
+
+```
+CLAIM (klaim yang kamu pertahankan):
+ "Attention mechanism secara signifikan meningkatkan performa
+ klasifikasi teks bahasa Indonesia."
+
+EVIDENCE (bukti empiris):
+ "F1-macro meningkat dari 82.1 ± 1.5% ke 87.0 ± 1.1%.
+ Uji t berpasangan: t(18)=3.24, p=0.004, d=1.02."
+
+REASONING (mekanisme yang menghubungkan):
+ "Attention memungkinkan model memberi bobot berbeda pada token,
+ sehingga token yang bermakna secara kontekstual mendapat penekanan
+ lebih dibanding kata stopword. Ini konsisten dengan Lee et al. (2024)
+ yang menemukan pattern serupa pada bahasa morfologis tinggi."
+
+QUALIFIER (batas validitas):
+ "Dalam konteks teks informal bahasa Indonesia, dataset SMSA,
+ BiLSTM backbone. Generalisasi ke bahasa lain belum diverifikasi."
+```
+
+---
+
+## Mengantisipasi Pertanyaan Evaluator
+
+*Kategori pertanyaan yang paling sering muncul di sidang*
+
+| Kategori | Contoh Pertanyaan | Persiapan |
+|----------|-----------------|-----------|
+| **Problem/Gap** | "Mengapa masalah ini penting? Sudah ada penelitian serupa?" | Siapkan 3 referensi gap terkini |
+| **Method** | "Mengapa pilih BiLSTM bukan BERT?" | Siapkan justifikasi berbasis literatur dan resource constraint |
+| **Metric** | "Mengapa F1-macro dan bukan accuracy?" | Siapkan penjelasan class imbalance + alasan metodologis |
+| **Result** | "Confidence interval-nya berapa?" | Siapkan tabel lengkap + p-value |
+| **Validity** | "Dataset ini representatif?" | Siapkan deskripsi distribusi dataset |
+| **Limitation** | "Apa kelemahan penelitian ini?" | Jawab jujur + saran penelitian lanjutan |
+
+---
+
+## Teknik Menjawab Pertanyaan
+
+*Tiga mode jawaban sesuai situasi*
+
+### Mode 1 — Jawab Langsung dengan Data
+```
+Q: "Bagaimana model Anda menangani kelas minoritas?"
+A: "Kami menggunakan F1-macro yang memberikan bobot setara ke semua kelas.
+ Dari confusion matrix (halaman 47), kelas minoritas 'neutral'
+ mencapai F1 = 0.79, dibanding baseline 0.68."
+```
+
+### Mode 2 — Akui Limitation + Tunjukkan Arah
+```
+Q: "Bagaimana perbandingan dengan BERT?"
+A: "Itu limitation yang kami akui di halaman 52. BiLSTM dipilih karena
+ resource constraint dan scope penelitian ini. Perbandingan dengan
+ BERT adalah arah penelitian lanjutan yang jelas."
+```
+
+### Mode 3 — Klarifikasi Pertanyaan Ambigu
+```
+Q: "Sistemnya scalable?"
+A: "Bisa Bapak/Ibu klarifikasi — scalable dalam konteks ukuran dataset
+ atau throughput inference? Kami mengukur keduanya dalam eksperimen."
+```
+
+---
+
+
+
+# Cognitive Traps
+## Bab 16 — Defense & Presentation
+
+---
+
+## Cognitive Traps — Bab 16
+
+**"Presentasi = membacakan laporan lebih cepat"**
+Presentasi ilmiah bukan summary dari laporan. Ini adalah penampilan narasi penelitian yang paling penting: mengapa masalah ini penting dan mengapa temuan Anda dapat dipercaya. Slide adalah pendukung bicara, bukan pengganti bicara.
+
+**"Menjawab 'tidak tahu' adalah tanda kelemahan"**
+Menjawab "Itu di luar scope penelitian ini" atau "Itu adalah gap yang menarik untuk penelitian lanjutan" adalah jawaban yang benar dan jujur. Evaluator menghargai presisi lebih dari kepura-puraan tahu segalanya.
+
+**"Pertanyaan sulit berarti presentasi saya gagal"**
+Pertanyaan mendalam adalah tanda bahwa evaluator TERTARIK dengan penelitian Anda. Pertanyaan mudah atau tidak ada pertanyaan justru mengkhawatirkan. Defense yang baik = dialog intelektual yang produktif.
+
+**"Saya harus defend semua klaim, termasuk yang lemah"**
+Defender yang baik tahu mana yang perlu dipertahankan kuat dan mana yang perlu diakui sebagai limitation. Mempertahankan sesuatu yang lemah dengan keras hanya merusak kredibilitas.
+
+---
+
+## Studi Kasus 1 — Pertanyaan yang Tidak Diantisipasi (Basic)
+
+**Situasi:** Mahasiswa mempresentasikan penelitian klasifikasi sentimen.
+
+**Q evaluator:** "Mengapa dataset Anda hanya 5.000 sampel? Apakah cukup?"
+
+**Jawaban yang salah:**
+> "Karena segitu yang ada, jadi saya pakai itu saja."
+
+**Jawaban yang benar:**
+> "Ukuran dataset 5.000 sampel dipilih berdasarkan dua pertimbangan.
+> Pertama, penelitian pembanding (Andi et al., 2023) menggunakan 4.700 sampel domain serupa.
+> Kedua, power analysis menunjukkan bahwa 5.000 sampel cukup untuk mendeteksi
+> efek medium (d=0.5) dengan power 0.80.
+>
+> Kami mengakui bahwa dataset lebih besar akan meningkatkan external validity.
+> Ini adalah salah satu limitation yang kami cantumkan di Bab 5."
+
+---
+
+## Studi Kasus 2 — Berpindah dari Defense ke Dialog (Advanced)
+
+**Q evaluator:** "Saya perhatikan Anda tidak menggunakan cross-validation. Kenapa?"
+
+**Jawaban defensif:**
+> "Dataset kami sudah cukup besar, jadi tidak perlu cross-validation."
+
+**Jawaban berbasis data + akui limitation + tunjukkan arah:**
+> "Keputusan itu memang kami pertimbangkan. Kami menggunakan hold-out split
+> 80:20 karena computational constraint menjalankan 10-fold cross-validation
+> pada 10 skenario × 5 run setiap skenario membutuhkan waktu ~300 jam GPU.
+>
+> Anda benar bahwa k-fold cross-validation akan memberikan estimasi variance
+> yang lebih robust. Kami mencantumkan ini sebagai limitation di halaman 52.
+> Untuk penelitian lanjutan dengan resource lebih, k-fold adalah langkah yang
+> tepat. Terima kasih atas masukannya."
+
+---
+
+## Persiapan Q&A yang Terstruktur
+
+*Template persiapan defense sebelum sidang*
+
+```
+Q&A PREPARATION SHEET
+
+PERTANYAAN CATEGORY 1 — Problem/Motivation
+ Q: Mengapa masalah ini penting?
+ A: [3 alasan + 1 statistik dari literatur]
+ Slides pendukung: Slide 2, 3
+
+PERTANYAAN CATEGORY 2 — Methodology
+ Q: Mengapa BiLSTM, bukan transformer?
+ A: [Resource constraint + comparable performance + scope]
+ Slides pendukung: Slide 5
+
+PERTANYAAN CATEGORY 3 — Results
+ Q: Apakah hasil ini generalizable?
+ A: [Dataset description + limitation + external validity caveat]
+ Slides pendukung: Slide 7, 8
+
+BACKUP SLIDES (tidak ditampilkan kecuali ditanya):
+ - Confusion matrix lengkap
+ - Hyperparameter tuning results
+ - Statistical test details
+ - Full comparison table semua skenario
+```
+
+---
+
+
+
+# Full Circle — Bab 16 = Bab 1 Revisited
+
+> *"Bab 1 mengajarkan kita bahwa penelitian adalah tentang memastikan hasil dapat dipercaya.*
+>
+> *Bab 16 adalah ujian apakah kita benar-benar berhasil melakukannya."*
+
+**Research Trust Model (Bab 1):**
+
+```
+Reality → Data → Processing → Analysis → Inference → Knowledge
+```
+
+**Defense menguji setiap mata rantai:**
+- Apakah data dikumpulkan dengan integritas? (Bab 10–11)
+- Apakah processing valid dan terdokumentasi? (Bab 13)
+- Apakah analysis dilakukan dengan benar? (Bab 14)
+- Apakah inference dibatasi dengan limitation yang jujur? (Bab 14–15)
+- Apakah knowledge yang dihasilkan layak dipercaya oleh komunitas? (Bab 16)
+
+---
+
+## Perjalanan 16 Pertemuan — Ringkasan Besar
+
+| Bagian | Bab | Fase | Inti |
+|--------|-----|------|------|
+| **Bagian I** | 1–4 | Thinking | Mindset → Masalah → Gap → RQ |
+| **Bagian II** | 5–8 | Designing | Metrik → Sistem → Eksperimen → Proposal |
+| **Bagian III** | 9–11 | Executing | Implementasi → Eksekusi → Validasi |
+| **Bagian IV** | 12–16 | Communicating | Sajikan → Preprocess → Analisis → Tulis → Defend |
+
+> Dari "Apa itu penelitian?" ke "Saya bisa mempertahankan penelitian saya di depan evaluator" — itulah perjalanan 16 pertemuan ini.
+
+---
+
+## Ringkasan Pertemuan 16
+
+| Konsep | Inti |
+|--------|------|
+| Defense Model | Research Work → Presentation → Questioning → Defense → Evaluation → Acceptance |
+| Argumen | Claim + Evidence + Reasoning + Qualifier |
+| Antisipasi Q | 6 kategori pertanyaan evaluator |
+| Teknik Jawab | Langsung/Data · Akui Limitation · Klarifikasi |
+| Slide Efektif | Anchor bicara, bukan pengganti bicara |
+| Full Circle | Bab 16 menguji semua yang dipelajari dari Bab 1 |
+
+---
+
+## Final Statement & Output Praktis
+
+
+"Defense bukan akhir dari penelitian. Defense adalah awal dari kontribusi Anda kepada komunitas ilmiah. Penelitian yang dipertahankan dengan baik adalah penelitian yang siap dipublikasikan."
+
+
+### Output Praktis M16 — Penutup Mata Kuliah
+
+Kumpulkan paket final:
+
+1. **Slide presentasi** (10–12 slide, format Marp atau PowerPoint)
+2. **Q&A preparation sheet** (minimal 10 pasang Q&A yang diantisipasi)
+3. **Laporan ilmiah final** (IMRAD lengkap + appendix)
+4. **Repository penelitian** (kode, data, log eksperimen, README)
+
+---
+
+## Referensi Utama — Bab 16
+
+- Booth, W. C., Colomb, G. G., Williams, J. M., Bizup, J., & FitzGerald, W. T. (2016). *The craft of research* (4th ed.). University of Chicago Press.
+
+- Sword, H. (2012). *Stylish academic writing*. Harvard University Press.
+
+- Toulmin, S. E. (2003). *The uses of argument* (updated ed.). Cambridge University Press.
+
+- Lebrun, J. L. (2011). *Scientific writing 2.0: A reader and writer's guide*. World Scientific.
diff --git a/slide/theme/logo-upb.png b/slide/theme/logo-upb.png
new file mode 100644
index 0000000..1aa4224
Binary files /dev/null and b/slide/theme/logo-upb.png differ
diff --git a/slide/theme/upb.css b/slide/theme/upb.css
new file mode 100644
index 0000000..6531e9f
--- /dev/null
+++ b/slide/theme/upb.css
@@ -0,0 +1,285 @@
+/* @theme upb */
+
+/*
+ ============================================================
+ UPB MARP THEME — Riset Teknologi Informasi
+ Universitas Putra Bangsa (UPB), Kebumen
+ Fak. Sains & Teknologi | Prodi Teknik Informatika
+ ------------------------------------------------------------
+ Penggunaan di frontmatter slide:
+ theme: upb
+ class: bagian-ii ← opsional; ganti warna Bagian
+
+ Kelas per Bagian:
+ (kosong / default) = Bagian I — Biru #2563EB
+ bagian-ii = Bagian II — Hijau #059669
+ bagian-iii = Bagian III — Oranye #d97706
+ bagian-iv = Bagian IV — Ungu #7c3aed
+
+ Kelas layout khusus (gunakan via ):
+ cover = Cover / halaman judul
+ section-header = Pembatas antar-topik
+ integrative = Bab 8 (UTS — gradien biru-ungu)
+ fullcircle = Bab 16 penutup (gradien gelap)
+ ============================================================
+*/
+
+/* ============================================================
+ 1. CSS CUSTOM PROPERTIES — DEFAULT (Bagian I · Biru)
+ ============================================================ */
+section {
+ --accent: #2563EB;
+ --accent-dark: #1e3a5f;
+ --accent-light: #eff6ff;
+ --accent-border: #bfdbfe;
+ --cover-grad: linear-gradient(135deg, #1e3a5f 0%, #2563EB 100%);
+ --cover-sub: #bfdbfe;
+ --cover-meta: #93c5fd;
+
+ font-family: 'Segoe UI', Arial, sans-serif;
+ font-size: 1.1em;
+ color: #1e293b;
+ padding: 40px 60px;
+}
+
+/* ============================================================
+ 2. VARIAN WARNA PER BAGIAN
+ ============================================================ */
+
+/* Bagian II — Hijau */
+section.bagian-ii {
+ --accent: #059669;
+ --accent-dark: #064e3b;
+ --accent-light: #ecfdf5;
+ --accent-border: #a7f3d0;
+ --cover-grad: linear-gradient(135deg, #064e3b 0%, #059669 100%);
+ --cover-sub: #a7f3d0;
+ --cover-meta: #6ee7b7;
+}
+
+/* Bagian III — Oranye */
+section.bagian-iii {
+ --accent: #d97706;
+ --accent-dark: #78350f;
+ --accent-light: #fffbeb;
+ --accent-border: #fde68a;
+ --cover-grad: linear-gradient(135deg, #78350f 0%, #d97706 100%);
+ --cover-sub: #fde68a;
+ --cover-meta: #fcd34d;
+}
+
+/* Bagian IV — Ungu */
+section.bagian-iv {
+ --accent: #7c3aed;
+ --accent-dark: #3b0764;
+ --accent-light: #f5f3ff;
+ --accent-border: #ddd6fe;
+ --cover-grad: linear-gradient(135deg, #3b0764 0%, #7c3aed 100%);
+ --cover-sub: #ddd6fe;
+ --cover-meta: #c4b5fd;
+}
+
+/* ============================================================
+ 3. LAYOUT: COVER
+ ============================================================ */
+section.cover {
+ background: var(--cover-grad);
+ color: white;
+ justify-content: center;
+ text-align: center;
+}
+
+/* Logo dimuat dari CSS — tidak perlu tag img di markdown */
+section.cover::before {
+ content: '';
+ display: block;
+ width: 90px;
+ height: 90px;
+ background: white url('../theme/logo-upb.png') center / contain no-repeat;
+ border-radius: 8px;
+ padding: 6px;
+ margin: 0 auto 14px;
+ box-sizing: border-box;
+}
+
+section.cover h1 {
+ color: white;
+ font-size: 2em;
+ margin-bottom: 8px;
+ border-bottom: none;
+}
+
+section.cover h2 {
+ color: var(--cover-sub);
+ font-size: 1.1em;
+ font-weight: normal;
+}
+
+section.cover p { color: var(--cover-meta); font-size: 0.85em; }
+section.cover strong { color: white; }
+
+/* ============================================================
+ 4. LAYOUT: SECTION HEADER (pembatas topik)
+ ============================================================ */
+section.section-header {
+ background: var(--accent);
+ color: white;
+ justify-content: center;
+ text-align: center;
+}
+
+section.section-header h1 {
+ color: white;
+ font-size: 2.5em;
+ border-bottom: none;
+}
+
+section.section-header h2 { color: rgba(255, 255, 255, 0.85); }
+
+/* ============================================================
+ 5. LAYOUT: INTEGRATIVE (Bab 8 — UTS Checkpoint)
+ ============================================================ */
+section.integrative {
+ background: linear-gradient(135deg, #1e3a5f 0%, #7c3aed 100%);
+ color: white;
+ justify-content: center;
+ text-align: center;
+}
+
+section.integrative::before {
+ content: '';
+ display: block;
+ width: 90px;
+ height: 90px;
+ background: white url('../theme/logo-upb.png') center / contain no-repeat;
+ border-radius: 8px;
+ padding: 6px;
+ margin: 0 auto 14px;
+ box-sizing: border-box;
+}
+
+section.integrative h1 {
+ color: white;
+ font-size: 2.2em;
+ border-bottom: none;
+}
+
+section.integrative h2 { color: #ddd6fe; font-size: 1.1em; }
+section.integrative p { color: #c4b5fd; font-size: 0.85em; }
+section.integrative strong { color: white; }
+
+/* ============================================================
+ 6. LAYOUT: FULLCIRCLE (Bab 16 — Penutup)
+ ============================================================ */
+section.fullcircle {
+ background: linear-gradient(135deg, #1e293b 0%, #1e3a5f 50%, #1e293b 100%);
+ color: white;
+ justify-content: center;
+ text-align: center;
+}
+
+section.fullcircle h1 {
+ color: #ddd6fe;
+ font-size: 2.2em;
+ border-bottom: 3px solid #7c3aed;
+}
+
+section.fullcircle blockquote {
+ border-left: 5px solid #7c3aed;
+ background: rgba(255, 255, 255, 0.08);
+ color: #ddd6fe;
+ font-style: italic;
+}
+
+/* ============================================================
+ 7. ELEMEN KONTEN — menggunakan CSS vars dari bagian
+ ============================================================ */
+
+h1 {
+ color: var(--accent);
+ border-bottom: 3px solid var(--accent);
+ padding-bottom: 8px;
+}
+
+h2 { color: var(--accent-dark); font-size: 1.3em; }
+h3 { color: var(--accent); font-size: 1.05em; }
+
+blockquote {
+ border-left: 5px solid var(--accent);
+ background: var(--accent-light);
+ padding: 12px 20px;
+ margin: 16px 0;
+ color: var(--accent-dark);
+ font-style: italic;
+ border-radius: 0 8px 8px 0;
+}
+
+table { font-size: 0.82em; width: 100%; border-collapse: collapse; }
+th { background: var(--accent); color: white; padding: 8px 12px; }
+td { padding: 6px 12px; border-bottom: 1px solid var(--accent-border); }
+tr:nth-child(even) td { background: var(--accent-light); }
+
+code {
+ background: var(--accent-light);
+ color: var(--accent-dark);
+ padding: 2px 6px;
+ border-radius: 4px;
+ font-size: 0.9em;
+}
+
+pre {
+ background: #f1f5f9;
+ color: #1e293b;
+ padding: 16px;
+ border-radius: 8px;
+ border-left: 4px solid var(--accent-border);
+}
+
+ul li, ol li { margin-bottom: 6px; line-height: 1.6; }
+
+/* ============================================================
+ 8. HELPER CLASSES
+ ============================================================ */
+
+/* Status / penekanan */
+.warn { color: #d97706; font-weight: bold; }
+.good { color: #059669; font-weight: bold; }
+.bad { color: #dc2626; font-weight: bold; }
+
+/* Kotak pernyataan akhir */
+.final {
+ background: #fef3c7;
+ border-left: 5px solid #d97706;
+ padding: 14px 20px;
+ border-radius: 0 8px 8px 0;
+ font-size: 1.1em;
+}
+
+/* Kotak highlight */
+.highlight-box {
+ background: var(--accent-light);
+ border-left: 5px solid var(--accent);
+ color: var(--accent-dark);
+ padding: 16px 20px;
+ border-radius: 8px;
+ margin: 12px 0;
+}
+
+/* Kotak checkpoint bab 8 */
+.checkpoint {
+ background: #f5f3ff;
+ border: 2px solid #7c3aed;
+ border-radius: 8px;
+ padding: 16px 24px;
+ margin: 16px 0;
+}
+
+/* ============================================================
+ 9. PAGINATION & HEADER/FOOTER
+ ============================================================ */
+section::after {
+ font-size: 0.7em;
+ color: #94a3b8;
+}
+
+section[data-marpit-advanced-background] > div:last-child { padding: 40px 60px; }